ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Biobriket merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbentuk padat dan dihasilkan dari campuran biomassa dan digunakan sebagai sumber energi alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas biobriket yang dibuat dengan memvariasikan batu bara dan cangkang kelapa sawit. Proses pembuatan meliputi pengarangan cangkang kelapa sawit, pencampuran dengan batu bara dan perekat sagu 2%, serta pencetakan biobriket. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kualitas batu bara meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi sebesar 5894,28 kal/g, kadar air terendah 2,69% diperoleh pada biobriket yang terdiri dari 100% batu bara, sementara kadar abu terendah 8,96% ditemukan pada perbandingan 60% batubara:40% cangkang sawit. Namun, kadar zat terbang dari semua variasi komposisi masih melebihi standar yang ditetapkan. Variasi komposisi bahan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas biobriket.

Penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara batu bara dan cangkang kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap kualitas biobriket.Nilai kalor tertinggi (5894,28 kal/g) serta kadar air terendah (2,69 %) diperoleh pada variasi 100 % batu bara, sedangkan kadar abu terendah (8,96 %) tercapai pada perbandingan 60 % batu bara .Diperlukan kajian lanjut mengenai penggunaan perekat yang disesuaikan dengan massa bahan untuk menghasilkan biobriket yang memenuhi standar SNI.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variasi jenis perekat, seperti perekat bio‑polymer atau bahan organik lain, terhadap kadar abu dan zat terbang pada biobriket yang mengkombinasikan batu bara dan cangkang kelapa sawit; selanjutnya, perlu dieksplorasi suhu dan waktu karbonisasi optimal untuk cangkang kelapa sawit agar volatilitas berkurang tanpa menurunkan nilai kalor; terakhir, uji performa biobriket pada peralatan pembakaran nyata serta analisis emisi gas buang dibandingkan dengan bahan bakar konvensional dapat memberikan gambaran praktis tentang kelayakan komersial dan dampak lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan biobriket yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan standar nasional.

  1. Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Biobriket dari Cangkang Buah Karet... doi.org/10.32734/jtk.v12i1.9818Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Biobriket dari Cangkang Buah Karet doi 10 32734 jtk v12i1 9818
  2. Bio Briket Cangkang aleurites moluccana Melalui Gelombang Elektromagnetik dengan Varian Daya dan Durasi... doi.org/10.20961/equilibrium.v4i2.47912Bio Briket Cangkang aleurites moluccana Melalui Gelombang Elektromagnetik dengan Varian Daya dan Durasi doi 10 20961 equilibrium v4i2 47912
  3. Studi Kelayakan Produksi Briket dari Kayu Karet dan Sekam Padi Sebagai Upaya Diversifikasi Energi Berkelanjutan... doi.org/10.35970/accurate.v4i1.2044Studi Kelayakan Produksi Briket dari Kayu Karet dan Sekam Padi Sebagai Upaya Diversifikasi Energi Berkelanjutan doi 10 35970 accurate v4i1 2044
Read online
File size687.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test