ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Limbah preparasi batu bara dan minyak jelantah merupakan limbah yang dapat menimbulkan masalah penyimpanan dan pencemaran di lingkungan. Limbah preparasi batu bara yang terdiri dari partikel batu bara halus, sering kali dianggap tidak bernilai. Sebaliknya, minyak goreng bekas adalah limbah dari penggunaan minyak goreng yang, jika tidak ditangani dengan benar, dapat berkontribusi terhadap polusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan stabilitas campuran komponen COM. Desain penelitian eksperimental laboratorium digunakan dalam pekerjaan ini. Uji laboratorium, khususnya pengujian sampel langsung dan pengamatan, digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian pembuatan COM dilakukan dengan mencampurkan batu bara dengan minyak jelantah dengan variasi komposisi yaitu Limbah batu bara, minyak jelantah dan, CMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat aditif dan minyak jelantah mempengaruhi stabilitas COM agar tetap terdispersi dengan baik. Stabilitas terbaik dari penelitian ini yaitu sampel dengan limbah batu bara 36%, minyak jelantah 63,1%, CMC 0,9% (E), karena menunjukkan stabilitas dan homogenitas yang optimal dimana nilai densitasnya 1,0434 g/cm³, suhu 29℃ dan lama nyala apinya selama 239 detik.

Sampel dengan stabilitas dan homogenitas paling optimal adalah sampel E dengan komposisi batu bara 36%, minyak jelantah 63,1% dan CMC 0,9% dengan nilai densitas 1,0434 g/cm³, suhu 29℃ dan lama nyala apinya selama 239 detik.Kandungan zat aditif sebesar 0,9% paling optimal dalam meningkatkan kinerja pembakaran COM berdasarkan lama pembakaran dan kualitas emisi.Zat aditif berpengaruh terhadap kestabilan COM agar tetap terdispersi dengan baik dan stabil, sehingga diperlukan penelitian yang lebih spesifik mengenai zat additif yang paling sesuai dengan bahan bakar alternatif COM yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan aditif berbasis bio lain selain carboxymethyl cellulose (CMC) untuk meningkatkan stabilitas Coal Oil Mixture (COM) serta mengurangi emisi gas berbahaya selama pembakaran. Selain itu, perlu dilakukan uji coba COM pada skala industri, misalnya pada boiler atau furnace, untuk menilai performa termal, efisiensi energi, dan kompatibilitas dengan sistem pembakaran yang ada. Studi juga dapat menilai dampak lingkungan jangka panjang dari pemanfaatan COM, meliputi analisis siklus hidup (life‑cycle assessment) dan potensi leaching zat berbahaya ke tanah atau air. Pendekatan multinasional yang menggabungkan analisis ekonomi akan memberikan gambaran mengenai kelayakan komersial dan manfaat ekonomi dari penerapan COM dibandingkan bahan bakar konvensional. Dengan mengintegrasikan hasil dari ketiga aspek tersebut, diharapkan dapat dikembangkan model optimal penggunaan COM yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk industri energi Indonesia.

Read online
File size519.09 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test