ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Air asam tambang (AAT) merupakan masalah lingkungan di sektor pertambangan, termasuk di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Penelitian ini merancang lahan basah buatan (constructed wetland) sebagai solusi pengolahan AAT pasif dengan menggunakan tanaman Typha sp. dan mikroalga. Metode meliputi karakterisasi geokimia batuan, analisis hidrologi, dan uji pilot project dengan lima kompartemen. Hasil menunjukkan bahwa batuan di area low wall bersifat pembentuk asam, sedangkan air di sekitar void memiliki pH 2–3,5. Pilot project menunjukkan bahwa penggunaan kapur dan pupuk organik pada media tanam dengan Typha sp. meningkatkan pH air menjadi 6,91, menurunkan logam terlarut di bawah baku mutu, serta memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lahan basah buatan berpotensi sebagai solusi pasif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk pengelolaan air asam tambang.

Hasil uji geokimia menunjukkan keberadaan batuan PAF pada area low wall dan side wall sebagai sumber utama AAT.Analisis hidrologi menegaskan bahwa void menerima beban air asam dan air netral, sehingga memerlukan sistem pengendalian terintegrasi.Uji pilot project memperlihatkan bahwa kompartemen dengan kombinasi kapur, pupuk organik, dan Typha paling efektif meningkatkan pH, menurunkan kandungan Fe dan Mn di bawah baku mutu, serta memperbaiki kualitas tanah.Sistem constructed wetland dapat menjadi solusi pasif, ramah lingkungan, dan biaya lebih rendah dibanding metode aktif untuk pengelolaan AAT.

1) Meneliti pengaruh kombinasi tanaman Typha sp. dengan mikroalga dalam fase pertumbuhan awal wetland untuk memaksimalkan penerapan oksigenisasi dan penyerapan logam, sehingga menurunkan BOD lebih cepat. 2) Mengembangkan skema monitoring berkelanjutan menggunakan sensor IoT untuk parameter pH, logam terlarut, dan BOD secara real‑time pada wetland skala penuh, guna mengevaluasi efektivitas desain kompartemen dan menyesuaikan alir material organik secara dinamis. 3) Melakukan penelitian sosi‑ekonomi terkait penerimaan masyarakat lokal dan potensi penggunaan produk turunan mikroalga (misalnya bioenergi) sebagai nilai tambah pada sistem wetland, sehingga memperluas manfaat sosial dan ekonomi dari pengelolaan air asam tambang.

  1. Water Balance of Pit Lake Development in the Equatorial Region. water balance pit lake development equatorial... doi.org/10.3390/w13213106Water Balance of Pit Lake Development in the Equatorial Region water balance pit lake development equatorial doi 10 3390 w13213106
  2. PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN AIR ASAM TAMBANG PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN BATUBARA: MANAGEMENT AND CONTROL... e-journal.upr.ac.id/index.php/JTP/article/view/11440PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN AIR ASAM TAMBANG PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN BATUBARA MANAGEMENT AND CONTROL e journal upr ac index php JTP article view 11440
  3. Jurnal Teknologi Pertambangan. pemanfaatan rawa buatan conctructed wetland tanaman lembang typha angustifolia... jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jtp/article/view/9288Jurnal Teknologi Pertambangan pemanfaatan rawa buatan conctructed wetland tanaman lembang typha angustifolia jurnal upnyk ac index php jtp article view 9288
  4. Rheological Modeling of Macro Viscous Flows of Granular Suspension of Regular and Irregular Particles.... mdpi.com/2073-4441/10/1/21Rheological Modeling of Macro Viscous Flows of Granular Suspension of Regular and Irregular Particles mdpi 2073 4441 10 1 21
Read online
File size494.94 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test