JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF
Journal of Earth KingdomJournal of Earth KingdomLatar belakang: Ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi yang dipanen secara intensif di Kawasan Suaka Perikanan Terubuk, Desa Buruk Bakul. Meningkatnya permintaan dan nilai pasar telah menyebabkan peningkatan tekanan penangkapan, yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan sumber daya. Oleh karena itu, mengevaluasi teknik penangkapan sangat penting untuk memastikan pengelolaan berkelanjutan dalam kerangka Pendekatan Ekosistem dalam Pengelolaan Perikanan (EAFM). Metode: Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan nelayan lokal dari November hingga Desember 2024 di Desa Buruk Bakul, Kabupaten Bengkalis. Analisis multicriteria menggunakan model bendera diterapkan untuk menilai indikator praktik penangkapan yang merusak, modifikasi peralatan, kapasitas dan upaya penangkapan, selektivitas peralatan, dan kepatuhan terhadap dokumentasi kapal. Temuan: Evaluasi menunjukkan bahwa perikanan tenggiri di Kawasan Suaka Terubuk dikategorikan sebagai baik, dengan skor komposit 220. Ini menunjukkan bahwa praktik penangkapan relatif berkelanjutan dan sejalan dengan prinsip EAFM. Namun, dokumentasi kapal yang rendah, selektivitas peralatan yang sedang, dan kapasitas penangkapan yang terbatas menunjukkan area yang memerlukan perbaikan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, perikanan menunjukkan kinerja ekologis yang baik tetapi tetap terbatas dalam ketahanan institusional dan sosial. Upaya kebijakan harus fokus pada penguatan kapasitas nelayan, mempromosikan peralatan selektif dan ramah lingkungan, serta meningkatkan sistem pendaftaran kapal untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang. Meskipun penelitian ini menekankan aspek teknis, juga menekankan kebutuhan akan penelitian masa depan yang mengintegrasikan dimensi sosial-ekonomi dan tata kelola untuk memahami ketahanan perikanan sebagai sistem sosial-ekologis.
Berdasarkan evaluasi indikator dalam domain teknik penangkapan, pengelolaan sumber daya tenggiri (Scomberomorus sp.) di Kawasan Suaka Terubuk, Desa Buruk Bakul, diklasifikasikan sebagai baik, dengan skor komposit 220.Ini menunjukkan bahwa aktivitas penangkapan saat ini umumnya berkelanjutan dan bebas dari praktik destruktif.Namun, aspek seperti kapasitas penangkapan, selektivitas peralatan, dan dokumentasi kapal masih perlu ditingkatkan untuk mencapai keberlanjutan penuh.Dari perspektif kebijakan, upaya masa depan harus fokus pada peningkatan kapasitas nelayan, penyederhanaan pendaftaran kapal, dan promosi penggunaan peralatan penangkapan yang selektif dan ramah lingkungan.Penguatan koordinasi di antara otoritas lokal, institusi, dan komunitas melalui pelatihan, insentif, dan pemantauan partisipatif adalah kunci untuk menjaga kepatuhan jangka panjang dan pengelolaan yang adil.Pada tingkat tata kelola, mengintegrasikan pengetahuan lokal dan partisipasi nelayan dalam pengambilan keputusan akan membantu membangun kepercayaan dan adaptabilitas.Mekanisme manajemen kolaboratif dapat menghubungkan konservasi ekologis dengan keamanan mata pencaharian.Dilihat melalui lensa sosial-ekologis, perikanan menunjukkan ketahanan ekologis yang solid tetapi tetap terbatas dalam ketahanan sosial dan institusional.Untuk mencapai keberlanjutan yang sebenarnya, diperlukan keseimbangan antara integritas ekologis dengan pemberdayaan komunitas dan tata kelola adaptif.Studi masa depan harus mengeksplorasi dimensi sosial-ekonomi dan institusional untuk membangun pemahaman yang lebih holistik tentang pengelolaan perikanan berkelanjutan di Kawasan Suaka Terubuk.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan sistem pendaftaran kapal yang lebih efisien dan terintegrasi untuk meningkatkan kepatuhan dan akses nelayan terhadap bantuan pemerintah.. 2. Melakukan pelatihan dan insentif untuk nelayan tentang modifikasi peralatan yang ramah lingkungan dan selektif, serta memperkenalkan skema keuangan untuk mendukung adopsi teknologi selektif.. 3. Menerapkan mekanisme manajemen kolaboratif yang melibatkan pengetahuan lokal dan partisipasi nelayan dalam pengambilan keputusan, serta menghubungkan konservasi ekologis dengan keamanan mata pencaharian.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan adil di Kawasan Suaka Terubuk, dengan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, dan institusional.
- Assessing the Ecosystem Approach to Fisheries Management in Indonesian Inland Fisheries. assessing ecosystem... pjoes.com/Assessing-the-Ecosystem-Approach-to-Fisheries-nManagement-in-Indonesian-Inland-Fisheries,144922,0,2.htmlAssessing the Ecosystem Approach to Fisheries Management in Indonesian Inland Fisheries assessing ecosystem pjoes Assessing the Ecosystem Approach to Fisheries nManagement in Indonesian Inland Fisheries 144922 0 2 html
- IPB University. ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.289IPB University ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi 10 24156 jikk 2020 13 3 289
- Livelihood Resilience of Small Fishers Households in Rural Areas, Indonesia | HABITAT. livelihood resilience... doi.org/10.21776/ub.habitat.2023.034.3.23Livelihood Resilience of Small Fishers Households in Rural Areas Indonesia HABITAT livelihood resilience doi 10 21776 ub habitat 2023 034 3 23
- Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Layur (Trichiurus spp) di PPN Palabuhanratu Ditinjau Dari Aspek Teknik... satyaminabahari.org/index.php/jism/article/view/103Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Layur Trichiurus spp di PPN Palabuhanratu Ditinjau Dari Aspek Teknik satyaminabahari index php jism article view 103
- ANALISIS SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP NELAYAN TERHADAP TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN DI PELABUHAN PERIKANAN... doi.org/10.46576/jai.v3i1.3245ANALISIS SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP NELAYAN TERHADAP TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN DI PELABUHAN PERIKANAN doi 10 46576 jai v3i1 3245
| File size | 704.48 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAIDUINSAID Komunitas ini memiliki peran berdakwah melalui promosi pariwisata, edukasi publik, dan inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan budaya serta menghargaiKomunitas ini memiliki peran berdakwah melalui promosi pariwisata, edukasi publik, dan inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan budaya serta menghargai
UNWAHAUNWAHA Dampak yang dirasakan meliputi peningkatan transparansi, promosi potensi ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia perangkat desa. DenganDampak yang dirasakan meliputi peningkatan transparansi, promosi potensi ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia perangkat desa. Dengan
YBLIYBLI Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahanHasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahan
UMSUMS Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa buku panduan Etika Konsumen Kecerdasan Artifisial bagi Guru sebagai referensi praktis berkelanjutan.Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa buku panduan Etika Konsumen Kecerdasan Artifisial bagi Guru sebagai referensi praktis berkelanjutan.
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat cognitive flexibility perawat dengan akurasi identifikasi Shock Index dalam penanganan pasienPenelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat cognitive flexibility perawat dengan akurasi identifikasi Shock Index dalam penanganan pasien
IPDNIPDN Pada aspek input, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia masih menjadi hambatan utama. Aspek proses memperlihatkan adanya tantangan dalam koordinasiPada aspek input, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia masih menjadi hambatan utama. Aspek proses memperlihatkan adanya tantangan dalam koordinasi
IPDNIPDN Dengan potensi lahan pertanian seluas 1. 245 hektar dan dominasi komoditas hortikultura yang masih belum optimal, pembinaan kelompok tani menjadi strategiDengan potensi lahan pertanian seluas 1. 245 hektar dan dominasi komoditas hortikultura yang masih belum optimal, pembinaan kelompok tani menjadi strategi
PUBMEDIAPUBMEDIA Diperlukan penyempurnaan menyeluruh yang terstruktur dalam model tiga dimensi: penyatuan regulasi, penguatan kapasitas kelembagaan Lembaga PerlindunganDiperlukan penyempurnaan menyeluruh yang terstruktur dalam model tiga dimensi: penyatuan regulasi, penguatan kapasitas kelembagaan Lembaga Perlindungan
Useful /
APTIIAPTII Faktor utama yang mempengaruhi performa adalah ukuran eksponen, overhead dual modulus, efek caching CPU, dan overhead interpretasi Python. Penelitian iniFaktor utama yang mempengaruhi performa adalah ukuran eksponen, overhead dual modulus, efek caching CPU, dan overhead interpretasi Python. Penelitian ini
PUBMEDIAPUBMEDIA Kasus di Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa tindakan pengawasan cenderung reaktif, bukan preventif. Oleh karena itu, perlu penguatan peran APIP melaluiKasus di Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa tindakan pengawasan cenderung reaktif, bukan preventif. Oleh karena itu, perlu penguatan peran APIP melalui
PUBMEDIAPUBMEDIA Kedua, upaya hukum yang tersedia bagi pihak yang dirugikan diuraikan dalam Pasal 1877 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Ini melibatkan pengajuan tandaKedua, upaya hukum yang tersedia bagi pihak yang dirugikan diuraikan dalam Pasal 1877 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Ini melibatkan pengajuan tanda
PUBMEDIAPUBMEDIA Putusan Mahkamah Konstitusi No. 25/PUU-XIV/2016 mengklarifikasi bahwa kerugian keuangan negara dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana KorupsiPutusan Mahkamah Konstitusi No. 25/PUU-XIV/2016 mengklarifikasi bahwa kerugian keuangan negara dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi