UINSAIDUINSAID

Academic Journal of Da'wa and CommunicationAcademic Journal of Da'wa and Communication

Era digital, dunia dakwah telah berkembang pesat, salah satunya melalui komunitas berbasis minat. Siapa pun kini dapat berdakwah dengan niat menyebarkan kebaikan, seperti komunitas Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur. Komunitas ini memiliki peran berdakwah melalui promosi pariwisata, edukasi publik, dan inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan budaya serta menghargai potensi pariwisata Jawa Timur. Para duta tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral yang sejalan dengan nilai-nilai Islam melalui platform digital. Tujuannya untuk mengetahui dakwah pageant di era digital yang dilakukan oleh Komunitas Duta Wisata Raka–Raki Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa para Duta Wisata menginternalisasi peran mereka dengan membentuk identitas diri yang positif, berkolaborasi dengan komunitas, dan memanfaatkan media digital secara kreatif untuk menyebarkan pesan positif dan edukatif. Upaya mereka menunjukkan perpaduan antara promosi budaya dan dakwah Islam di ruang digital kontemporer.

Peran Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur tidak hanya terbatas pada promosi pariwisata, tetapi juga dapat menjadi agen dakwah yang relevan dengan konteks kekinian.Melalui pendekatan kultural, visual, dan digital, mereka mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara inklusif dan komunikatif, terutama kepada kalangan muda.Identitas mereka sebagai agen dakwah terbentuk dari interaksi faktor internal dan eksternal, serta didukung oleh kesadaran sosial dan kapasitas untuk memengaruhi publik secara positif melalui media digital.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana strategi branding diri Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur di media sosial dapat dioptimalkan untuk menyampaikan pesan dakwah tanpa mengurangi esensi budaya lokal, sehingga tercipta narasi digital yang otentik dan berkelanjutan. Kedua, diperlukan penelitian tentang efektivitas format konten kreatif seperti webinar, edukonten, atau kampanye daring dalam memperkuat pemahaman nilai Islam di kalangan remaja melalui tokoh inspiratif non-ulama. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara Duta Wisata, komunitas keagamaan, dan pemerintah daerah dapat dirancang sebagai model ekosistem dakwah kultural yang inklusif dan berkelanjutan di daerah lain di Indonesia. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengembangan strategi komunikasi dakwah yang adaptif, kontekstual, dan melibatkan generasi muda secara aktif. Dengan pendekatan yang sistematis, dakwah melalui wadah non-formal seperti duta wisata bisa menjadi gerakan sosial yang luas dan berdampak. Selain itu, analisis terhadap persepsi publik terhadap penampilan fisik dan busana dalam konteks dakwah juga perlu dilakukan untuk membangun kerangka komunikasi yang sensitif terhadap nilai agama dan budaya. Model pelatihan gabungan antara keterampilan digital, literasi media, dan pemahaman nilai Islam juga layak diteliti sebagai bentuk penguatan kapasitas duta muda. Hal ini akan mendukung konsistensi penyebaran pesan positif dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan juga bisa mengevaluasi dampak jangka panjang dari keikutsertaan dalam komunitas duta wisata terhadap perilaku sosial dan religius individu. Dengan demikian, konsep dakwah pegeant bisa dikembangkan menjadi model pembinaan generasi muda yang holistik.

  1. Konflik Kepentingan dalam Penyelenggaraan Pageant Serta Hubungannya dengan Pengembangan Pariwisata |... doi.org/10.47134/pssh.v1i3.129Konflik Kepentingan dalam Penyelenggaraan Pageant Serta Hubungannya dengan Pengembangan Pariwisata doi 10 47134 pssh v1i3 129
  2. Strategi Pengembangan Wisata Menara Kudus Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat... doi.org/10.22515/ajdc.v3i1.5059Strategi Pengembangan Wisata Menara Kudus Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat doi 10 22515 ajdc v3i1 5059
  3. Hiperialitas Konsep Cantik dan Perempuan dalam Film: Analisis Semiotik pada Film Imperfect | Academic... doi.org/10.22515/ajdc.v3i2.5408Hiperialitas Konsep Cantik dan Perempuan dalam Film Analisis Semiotik pada Film Imperfect Academic doi 10 22515 ajdc v3i2 5408
  4. Dakwah Digital Dan Dakwah Mimbar : Analisis Peran Dan Dampak Dalam Era Digitalisasi | Sanaamul Quran:... doi.org/10.62096/sq.v4i2.57Dakwah Digital Dan Dakwah Mimbar Analisis Peran Dan Dampak Dalam Era Digitalisasi Sanaamul Quran doi 10 62096 sq v4i2 57
Read online
File size1.22 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test