ITSCIENCEITSCIENCE
Healthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanHealthcaring: Jurnal Ilmiah KesehatanCognitive flexibility merujuk pada kapasitas individu untuk beralih di antara skema berpikir, menyesuaikan respons terhadap kondisi yang berubah, serta mengintegrasikan informasi baru secara efisien. Pada konteks kegawatdaruratan, kemampuan ini berperan dalam penalaran klinis, pengenalan pola vital sign yang abnormal, dan respons cepat terhadap perubahan fisiologis pasien trauma. Namun, hubungan langsung antara tingkat cognitive flexibility perawat dan akurasi identifikasi Shock Index masih jarang diteliti di Indonesia, khususnya pada rumah sakit daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat cognitive flexibility perawat dengan akurasi identifikasi Shock Index dalam penanganan pasien trauma di RSUD Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengukuran cognitive flexibility melalui instrumen baku dan penilaian akurasi identifikasi SI menggunakan studi kasus terstandar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa perawat dengan skor cognitive flexibility lebih tinggi memiliki tingkat akurasi penilaian SI yang lebih baik. Temuan ini mempertegas bahwa kemampuan kognitif adaptif merupakan determinan penting dalam kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan klinis pada situasi trauma. Implikasi penelitian memberikan landasan bagi rumah sakit untuk mempertimbangkan integrasi pelatihan cognitive flexibility dalam program pengembangan kompetensi perawat IGD. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan melalui penguatan kapasitas kognitif tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan kognitif perawat bukan hanya atribut individual, tetapi juga faktor yang berkontribusi langsung pada keselamatan pasien, khususnya pada fase emas penanganan trauma.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat cognitive flexibility perawat memiliki hubungan yang signifikan dengan ketepatan perawat dalam mengidentifikasi Shock Index (SI) pada kasus trauma.Perawat dengan fleksibilitas kognitif tinggi mampu melakukan pemrosesan informasi secara lebih cepat, menyesuaikan pola pikir dalam kondisi berubah-ubah, dan mengambil keputusan klinis yang lebih akurat.Peningkatan cognitive flexibility perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi perawat IGD melalui pelatihan berbasis simulasi, penguatan clinical reasoning, dan program pengembangan profesional berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi cognitive flexibility perawat, seperti tingkat stres, beban kerja, dan dukungan sosial. Kedua, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas program pelatihan cognitive flexibility dalam meningkatkan akurasi identifikasi Shock Index dan kualitas pelayanan kegawatdaruratan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi perawat mengenai peran cognitive flexibility dalam penanganan pasien trauma, serta tantangan yang dihadapi dalam mengaplikasikan kemampuan kognitif tersebut dalam praktik klinis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya cognitive flexibility dalam keperawatan gawat darurat dan memberikan dasar bagi pengembangan strategi peningkatan mutu pelayanan yang lebih efektif. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara cognitive flexibility dengan indikator kinerja klinis lainnya, seperti tingkat kesalahan medikasi, kepatuhan terhadap protokol, dan kepuasan pasien, untuk memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai dampak kemampuan kognitif terhadap kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
| File size | 280.37 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA sensomotor, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal, yang dilalui setiap anak dengan kecepatan berbeda-beda. Penerapan teori ini dalamsensomotor, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal, yang dilalui setiap anak dengan kecepatan berbeda-beda. Penerapan teori ini dalam
JCEHJCEH Dengan demikian, edukasi gizi berbasis media digital dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan balita sertaDengan demikian, edukasi gizi berbasis media digital dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan balita serta
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini menunjukkan bahwa Picture Exchange Communication System (PECS) efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak dengan Autism SpectrumPenelitian ini menunjukkan bahwa Picture Exchange Communication System (PECS) efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak dengan Autism Spectrum
DINIYAHDINIYAH Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi VI dimana pada saat sebelum menggunakan flashcard anak masih kurang mampu dalam membilang, namun seiring perkembanganPenelitian ini dilakukan di TK Pertiwi VI dimana pada saat sebelum menggunakan flashcard anak masih kurang mampu dalam membilang, namun seiring perkembangan
DINIYAHDINIYAH Setelah perilaku siklus II mengalami kemajuan yang signifikan dibandingkan siklus I, dengan hasil 67% (16 anak) berada pada kategori sangat baik dan 33%Setelah perilaku siklus II mengalami kemajuan yang signifikan dibandingkan siklus I, dengan hasil 67% (16 anak) berada pada kategori sangat baik dan 33%
DINIYAHDINIYAH pemimpin yang memiliki kompetensi untuk mengevaluasi yang tepat, dengan keahlian tersebut butuh pemimpin yang mampu menajdikan hambatan sebagai peluang,pemimpin yang memiliki kompetensi untuk mengevaluasi yang tepat, dengan keahlian tersebut butuh pemimpin yang mampu menajdikan hambatan sebagai peluang,
DINIYAHDINIYAH Pembelajaran online bisa dikatakan sebagai sistem baru yang mendorong terlaksananya pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran online ini, proses pembelajaranPembelajaran online bisa dikatakan sebagai sistem baru yang mendorong terlaksananya pembelajaran. Dengan adanya pembelajaran online ini, proses pembelajaran
DINIYAHDINIYAH Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui media kartu angka bergambar. Media merupakan alat yang digunakan oleh pengantarPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui media kartu angka bergambar. Media merupakan alat yang digunakan oleh pengantar
Useful /
JCEHJCEH Interviews revealed low emotional regulation skills among fourth and fifth-grade students. This community service activity implemented pranayama yoga,Interviews revealed low emotional regulation skills among fourth and fifth-grade students. This community service activity implemented pranayama yoga,
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Program ini juga mendeteksi anemia ringan pada 25% remaja putri dan menindaklanjutinya melalui edukasi gizi serta pemberian tablet Fe. Untuk keberlanjutan,Program ini juga mendeteksi anemia ringan pada 25% remaja putri dan menindaklanjutinya melalui edukasi gizi serta pemberian tablet Fe. Untuk keberlanjutan,
ITSCIENCEITSCIENCE Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesehatan dan potensi financial distress Bank BTPN Syariah selama 2021–2023 menggunakan metode RGEC (RiskTujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesehatan dan potensi financial distress Bank BTPN Syariah selama 2021–2023 menggunakan metode RGEC (Risk
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini telah mengungkapkan kompleksitas cara di mana persepsi penegakan hukum dan imigrasi dibentuk, dengan menunjukkan bahwa persepsi kekerasanPenelitian ini telah mengungkapkan kompleksitas cara di mana persepsi penegakan hukum dan imigrasi dibentuk, dengan menunjukkan bahwa persepsi kekerasan