FORTEI7FORTEI7

Jurnal FORTECHJurnal FORTECH

Penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) telah memperluas kemungkinan dalam berbagai bidang pertanian. Telah dilakukan penelitian tentang penyiraman otomatis, untuk parameter kelembaban tanah dari objek yang tetap berupa tanaman hias. Parameter yang diukur berupa nilai kelembaban tanah yang diperoleh dari sensor soil moisture. perangkat ini dibaca dan dikontrol oleh mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dengan software arduino. Penerima nilai kelembaban tanah mendapatkan nilai kelembaban dari sensor. Data berupa nilai kelembaban tanah dikirim ke mikrokontroller, kemudian dikirim ke server database dengan menggunakan jaringan Wifi. Sistem akan melakukan penyiraman secara otomatis apabila nilai kelembaban tanah berada dibawah standar. Dalam sistem ini digunakan platform Blynk sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan pemantauan kondisi tanah tanpa memerlukan stasiun penerima khusus. Hasil penelitian ini, alat dapat melakukan pengukuran nilai kelembaban tanah ke server dan melakukan penyiraman secara otomatis. Dari penelitian digunakan tiga medium, dimana masing-masing kenaikan kelembaban tanah hingga mencapai 50% pada medium pertama dan kedua, sedangkan pada medium ketiga kenaikan kelembaban tanah mencapai 30%. Kenaikan nilai kelembaban tanah disebabkan oleh penyiraman secara otomatis berdasarkan parameter kelembaban yang digunakan.

Melalui pengujian sensor dan evaluasi hasilnya, kami dapat memastikan bahwa sensor kelembaban tanah berfungsi dengan baik dalam memberikan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan otomatis terkait pengairan tanaman.Selain itu, dengan implementasi mode otomatis pada pompa air yang dikendalikan melalui relay, kami dapat memastikan bahwa pengairan tanaman dilakukan secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan akurasi sensor kelembaban tanah, terutama dalam kondisi lingkungan yang bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma kalibrasi atau menggabungkan data dari beberapa sensor untuk mendapatkan nilai kelembaban tanah yang lebih representatif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem yang mampu mengintegrasikan data cuaca eksternal, seperti curah hujan dan suhu udara, untuk menyesuaikan jadwal penyiraman secara lebih adaptif. Dengan demikian, sistem dapat secara otomatis mengurangi frekuensi penyiraman saat hujan atau meningkatkan penyiraman saat cuaca panas. Ketiga, pengembangan sistem dapat diperluas dengan menambahkan fitur pemantauan nutrisi tanaman, misalnya dengan mengukur kadar pH tanah atau kandungan unsur hara. Informasi ini dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan optimal.

  1. Evaluating Suitability of a DS18B20 Temperature Sensor for Use in an Accurate Air Temperature Distribution... mdpi.com/2673-4591/10/1/56Evaluating Suitability of a DS18B20 Temperature Sensor for Use in an Accurate Air Temperature Distribution mdpi 2673 4591 10 1 56
  2. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS (IOT) PADA BIDANG PERTANIAN | JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik... doi.org/10.36040/jati.v7i1.5892PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS IOT PADA BIDANG PERTANIAN JATI Jurnal Mahasiswa Teknik doi 10 36040 jati v7i1 5892
  3. Internet of Things Applications in Precision Agriculture: A Review | Journal of Robotics and Control... doi.org/10.18196/jrc.v3i3.14159Internet of Things Applications in Precision Agriculture A Review Journal of Robotics and Control doi 10 18196 jrc v3i3 14159
Read online
File size284.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test