UNMUH BABELUNMUH BABEL

Jurnal Aspirasi Teknik SipilJurnal Aspirasi Teknik Sipil

Kondisi tanah merupakan faktor kritis yang memengaruhi kelayakan dan keberhasilan proyek konstruksi, terutama pada infrastruktur yang berinteraksi langsung dengan tanah, seperti fondasi dan lereng. Permasalahan geoteknik seperti penurunan berlebih dan longsor lereng dangkal sering terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap karakteristik tanah. Tanah dengan kandungan lempung tinggi atau kepadatan rendah rentan terhadap perubahan volume dan kejenuhan air, yang dapat mengancam stabilitas struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik tanah di lokasi studi melalui integrasi uji lapangan (Cone Penetration Test/CPT) dan uji laboratorium, guna mengevaluasi daya dukung tanah dan potensi ketidakstabilan lereng. Metode yang digunakan meliputi uji sondir (CPT) di tujuh titik dan uji laboratorium terhadap tujuh sampel tanah untuk analisis sifat fisik dan mekanik, seperti distribusi butiran, batas Atterberg, serta parameter kekuatan geser. Hasil uji sondir menunjukkan dominasi tanah silty sand dengan kepadatan sangat lepas hingga lepas di lapisan atas (0–2 meter) dan kepadatan menengah hingga padat di lapisan lebih dalam (>6 meter). Uji laboratorium mengidentifikasi variasi klasifikasi tanah, termasuk pasir berlanau (SM), lanau (ML), dan lempung plastis tinggi (CH), dengan nilai kohesi (6–10 kPa) dan sudut gesek dalam (4,85°–8,38°) yang rendah. Integrasi data menunjukkan potensi longsor tinggi pada lapisan atas akibat kejenuhan air, sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti penggunaan fondasi dalam dan sistem drainase yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam perencanaan konstruksi yang aman dan berkelanjutan di wilayah dengan kondisi tanah serupa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi uji sondir (CPT) dan laboratorium efektif dalam mengevaluasi karakteristik tanah.Hasil menunjukkan dominasi tanah silty sand dengan kepadatan sangat lepas hingga lepas di lapisan atas dan kepadatan menengah hingga padat di lapisan dalam.Klasifikasi tanah meliputi pasir berlanau, lanau, dan lempung plastis tinggi dengan parameter kekuatan geser rendah.Potensi longsor tinggi pada lapisan atas akibat kejenuhan air mengharuskan strategi mitigasi seperti fondasi dalam dan drainase efektif.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh perubahan iklim terhadap stabilitas tanah berbasis CPT dan uji laboratorium. Selain itu, pengembangan metode mitigasi berbasis teknologi geofisika untuk memperkuat lereng di daerah berpotensi longsor. Studi juga dapat fokus pada penerapan sistem drainase berbasis sensor real-time untuk memantau kejenuhan air secara dinamis, meningkatkan efektivitas mitigasi risiko geoteknik.

Read online
File size339.3 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test