UNMUH BABELUNMUH BABEL

Jurnal Aspirasi Teknik SipilJurnal Aspirasi Teknik Sipil

Beton merupakan bahan utama yang sering digunakan di kalangan konstruksi seperti pembangunan struktur maupun infrastruktur. Seperti yang diketahui bahwa bahan utama yang digunakan untuk membuat beton yaitu air, semen, agregat halus, dan agregat kasar. Beton memiliki beberapa perawatan yang mudah, dan tahap yang mudah dilaksanakan. Penggunaan beton yang meningkat dapat memicu inovasi-inovasi yang baru dalam perancangan pembuatan campuran pada beton. Hasil penelitian ini beton yang tidak dicampuri dengan batu sedimen mendapatkan rata rata kuat tekan 355,25 kg/cm2. beton campuran batu sedimen 15 % mendapatkan rata-rata kuat tekan di angka 358 kg/cm2. beton campuran batu sedimen 20 % mendapatkan rata-rata kuat tekan di angka 380,75 kg/cm2. dan beton campuran batu sedimen 25 % mendapatkan rata-rata kuat tekan 344,5 kg/cm2. Jadi dapat disimpulkan dengan penambahan batu sedimen sebagai bahan subtitusi agregat kasar sebanyak 15%, 20% dapat menambahkan kuat tekan beton, sedangkan penambahan batu sedimen sebanyak 25% tidak dapat menambahkan kuat tekan beton melainkan menurunkan kuat tekan beton.

Berdasarkan dari analisa dan data dari hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium.Hasil penelitian dengan penggunaan batu sedimen sebagai bahan penambah agregat kasar pada campuran beton, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.Penambahan masing-masing kadar beton campuran persentase 15%, 20%, 25% batu sedimen dari berat agregat kasar.Pada kadar 0% (normal) untuk umur 7-28 hari kuat tekan beton dengan total rata-rata 355,25 kg/cm2.Pada kadar 15% untuk umur 7-28 hari kuat tekan beton mengalami peningkatan dengan total rata-rata 358 kg/cm2.Pada kadar 20% untuk umur 7-28 hari kuat tekan beton mengalami peningkatan dengan total rata- rata 380,75 kg/cm2.Dan sedangkan dengan kadar 25% untuk umur 7-28 hari kuat tekan dengan total rata-rata 344,5 kg/cm2.Berdasarkan data dari hasil analisa dapat disimpulkan, bahwa penambahan batu sedimen sebagai bahan subtitusi agregat kasar sebanyak 15% dan 20% dapat meningkatkan kuat tekan beton, sedangkan dengan penambahan batu sedimen sebagai bahan subtitusi agregat kasar sebanyak 25% mengalami penurunan kuat tekan pada beton yang bias disebabkan dari proporsi pada mix desain yang belum sempurna.Titik optimum penambahan campuran batu sedimen diperkirakan pada saat penambahan ± 20%, yang mana kalau lebih akan mengalami penurunan kuat tekan beton.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai pengaruh proporsi mix design yang optimal untuk campuran beton dengan batu sedimen sebagai agregat kasar. Selain itu, studi tentang karakteristik mekanik batu sedimen dan interaksinya dengan bahan-bahan beton lainnya juga dapat menjadi fokus penelitian. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proporsi campuran beton dengan batu sedimen agar dapat meningkatkan kuat tekan beton secara signifikan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan berbagai variasi kadar batu sedimen dan agregat kasar lainnya, serta menguji pengaruhnya terhadap sifat-sifat beton seperti kuat tekan, kuat tarik, dan ketahanan terhadap lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi beton yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Read online
File size724.25 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test