UNTAG SMDUNTAG SMD
KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWAPermasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia masih seringkali terabaikan, yang ditunjukkan dengan tingginya angka kecelakaan kerja. Sektor jasa konstruksi merupakan salah satu sektor yang paling berisiko mengalami kecelakaan kerja, selain sektor pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Jumlah pekerja di sektor konstruksi mencapai sekitar 4,5 juta orang, di mana 15% di antaranya hanya menerima pendidikan hingga tingkat sekolah dasar, bahkan sekitar 1,5% dari pekerja tersebut tidak pernah menerima pendidikan formal. Penelitian ini didasarkan pada pedoman/standar OHSAS 18001 dan juga sesuai dengan peraturan dan standar teknis terkait konstruksi di Indonesia, bahkan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dalam penelitian ini, peneliti secara langsung melakukan implementasi dan penerapan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada produktivitas tenaga kerja dalam proyek konstruksi dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pekerja yang menangani proyek konstruksi, kemudian memberikan penilaian tentang risiko K3 yang terjadi di lapangan, dan mempelajari bagaimana penanganan yang baik terhadap risiko K3 pada kegiatan proyek pembangunan kantor Yonzipur dan jalan di Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pekerja yang tidak mengetahui tentang K3, termasuk apa itu K3 dan bagaimana cara menerapkan K3. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian atau komitmen dari perusahaan kontraktor untuk menerapkan program K3 dengan baik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan kantor Yonzipur dan jalan di Makroman Samarinda memiliki penerapan yang sangat baik, khususnya terkait dengan lokasi proyek.Namun, perlu adanya peningkatan program K3 agar pekerja merasa lebih aman dan nyaman.Selain itu, perusahaan perlu lebih gencar mensosialisasikan program K3 untuk meningkatkan dukungan dan komitmen pekerja terhadap perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap K3, termasuk pengaruh tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi K3 yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik proyek konstruksi di Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek budaya keselamatan dan partisipasi aktif pekerja. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi mobile atau virtual reality, untuk meningkatkan pelatihan K3 dan simulasi kondisi kerja yang aman. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja di sektor konstruksi, mengurangi angka kecelakaan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif bagi para pekerja.
| File size | 291.97 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPASBYUNIPASBY Hasil menunjukkan bahwa desain kostum Boran terbentuk dari kombinasi beragam elemen yang seimbang, menghasilkan kesatuan visual yang estetis melalui harmonisasiHasil menunjukkan bahwa desain kostum Boran terbentuk dari kombinasi beragam elemen yang seimbang, menghasilkan kesatuan visual yang estetis melalui harmonisasi
UINSAUINSA Kedelapan belas nilai tersebut dapat dilihat pada beberapa aspek dalam Tari Masteka Polo Poteran yang mencerminkan nilai pendidikan karakter Islami, yakni.Kedelapan belas nilai tersebut dapat dilihat pada beberapa aspek dalam Tari Masteka Polo Poteran yang mencerminkan nilai pendidikan karakter Islami, yakni.
LAKASPIALAKASPIA Namun, beberapa indikator perlu ditingkatkan, terutama kompetensi pelatih dalam menjelaskan teknik, dukungan ruang/fasilitas, serta penguatan disiplinNamun, beberapa indikator perlu ditingkatkan, terutama kompetensi pelatih dalam menjelaskan teknik, dukungan ruang/fasilitas, serta penguatan disiplin
169169 Hasil transformasi perekaciptaan ini berdampak pula sebagai utilitas dalam keberlanjutan proses kreatif yang sejenis, baik dari seni gerak maupun produkHasil transformasi perekaciptaan ini berdampak pula sebagai utilitas dalam keberlanjutan proses kreatif yang sejenis, baik dari seni gerak maupun produk
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Setiap penari wajib menuntaskan pembelajaran teknik tari Condong sebelum mempelajari tari Bali lain seperti tari kekebyaran atau tari palegongan. PermasalahanSetiap penari wajib menuntaskan pembelajaran teknik tari Condong sebelum mempelajari tari Bali lain seperti tari kekebyaran atau tari palegongan. Permasalahan
UIRUIR Respons siswa juga menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi sebesar 93,2%, menegaskan bahwa media ini layak dan mudah digunakan. Temuan penelitian membuktikanRespons siswa juga menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi sebesar 93,2%, menegaskan bahwa media ini layak dan mudah digunakan. Temuan penelitian membuktikan
DISKRESIDISKRESI Tari Loro Blonyo adalah tari yang diciptakan oleh F. Hari Mulyanto, S. Kar. , M. Hum. , seorang penari sekaligus koreografer asal Desa Bonoroto, Karanganyar,Tari Loro Blonyo adalah tari yang diciptakan oleh F. Hari Mulyanto, S. Kar. , M. Hum. , seorang penari sekaligus koreografer asal Desa Bonoroto, Karanganyar,
MANDALANURSAMANDALANURSA Rudat adalah jenis seni yang di dalamnya terdapat tarian yang diiringi tepuk rebana, di mana unsur-unsur gerakan tari mengandung unsur seni bela diri.Rudat adalah jenis seni yang di dalamnya terdapat tarian yang diiringi tepuk rebana, di mana unsur-unsur gerakan tari mengandung unsur seni bela diri.
Useful /
UMMUBAUMMUBA Data menunjukkan sekitar 35% siswa madrasah di Indonesia pernah mengalami berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, psikologis, maupun siber. MeskipunData menunjukkan sekitar 35% siswa madrasah di Indonesia pernah mengalami berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, psikologis, maupun siber. Meskipun
MANDALANURSAMANDALANURSA Tingkat otonomi ini sangat penting bagi pendidik masa depan, karena menumbuhkan perilaku mandiri dan proaktif dalam konteks mengajar profesional. Namun,Tingkat otonomi ini sangat penting bagi pendidik masa depan, karena menumbuhkan perilaku mandiri dan proaktif dalam konteks mengajar profesional. Namun,
UNTAG SMDUNTAG SMD Dari hasil analisa terhadap dinding penahan Kantilever dan Gravitasi dengan menggunakan metode Rankine dan Coulomb di peroleh hasil sebagai berikut. PadaDari hasil analisa terhadap dinding penahan Kantilever dan Gravitasi dengan menggunakan metode Rankine dan Coulomb di peroleh hasil sebagai berikut. Pada
UNTAG SMDUNTAG SMD Berat sendiri abutment sebesar 2211,38 kN, dengan tulangan yang digunakan untuk berbagai bagian abutment seperti Back Wall, breast wall, wingwall, korbel,Berat sendiri abutment sebesar 2211,38 kN, dengan tulangan yang digunakan untuk berbagai bagian abutment seperti Back Wall, breast wall, wingwall, korbel,