UPSUPS

Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang Teknik

Indonesia adalah Negara maritim dengan ribuan pulau yang tersebar di seluruh wilayahnya. Kebanyakan kapal yang digunakan oleh masyarakat kita masih menggunakan bahan dari kayu dalam pembuatan rangka dan bodynya. Peristiwa terbakarnya kapal kayu di pelabuhan tegal juga mengindikasikan bahwa sebaiknya masyarakat mulai beralih pada material lain pengganti kayu dalam pembuatan kapalnya. Bahan yang dapat digunakan sebagai pengganti kayu dalam pembuatan kapal adalah Aluminium dan paduannya. Pemilihan penggunaan aluminium dikarenakan ketahanan korosinya yang tinggi dan berat jenisnya yang rendah jika dibandingkan dengan besi. Dalam penelitian kali ini akan difokuskan pada pengaruh parameter pengelasan FSW terhadap material hasil lasannya dimana dilakukan proses penyambungan dua buah material yang berbeda yaitu Aluminium seri 5xxx dan seri 6xxx dengan menggunakan proses FSW. Dari hasil pengujian pada sambungan pengelasan paduan alumunium menggunakan variasi kecepatan rotasi, menunjukkan bahwa nilai rata – rata kekerasan mengalami peningkatan, dimana pada variasi kecepatan rotasi RPM 2280 diperoleh nilai rata - rata kekerasan brinell tertinggi yaitu sebesar 51,59 kg/mm2. Pada pengujian impak, nilai impak rata – rata juga mengalami peningkatan, dimana pada variasi kecepatan rotasi RPM 2280 nilai kuat impak rata - rata tertinggi yaitu sebesar 0.494 J/mm². Dari hasil pengujian laju korosi pada sambungan pengelasan, menunjukkan bahwa pada variasi kecepatan rotasi RPM 910 diperoleh nilai laju korosi rata - rata terendah yaitu sebesar 0,034 mpy.

Nilai kekerasan dan kekuatan impak sambungan las friksi paduan aluminium meningkat seiring kenaikan kecepatan putar, dengan nilai tertinggi terjadi pada kecepatan rotasi 2280 rpm.Laju korosi menunjukkan fluktuasi terhadap perubahan kecepatan putar, di mana nilai terendah diperoleh pada kecepatan rotasi 910 rpm.Oleh karena itu, pemilihan kecepatan putar dalam proses FSW harus mempertimbangkan keseimbangan antara sifat mekanis dan ketahanan terhadap korosi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh kombinasi kecepatan putar dan kecepatan translasi terhadap kualitas sambungan pada pengelasan FSW aluminium dissimiliar, untuk menemukan parameter optimal yang memberikan kekuatan mekanis tinggi sekaligus ketahanan korosi yang baik. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efek perlakuan panas pasca pengelasan terhadap sifat mikrostruktur dan kekuatan sambungan, guna memahami bagaimana proses ini dapat memperbaiki kelemahan zona las yang cenderung melunak akibat panas. Penelitian juga dapat dikembangkan untuk menyelidiki penggunaan geometri alat pengaduk yang berbeda dalam pengelasan dissimiliar, untuk mengetahui konfigurasi alat yang paling efektif dalam mengurangi cacat pengelasan seperti tunnel defect atau kissing bond pada berbagai variasi kecepatan rotasi.

Read online
File size728.88 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test