BMABERSAMABMABERSAMA
Progressus HumanitatisProgressus HumanitatisTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui PT Ayara Beauty Indonesia Kabupaten Bogor. Hasil penelitian Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y= 13.864 0,655 X1 nilai korelasi sebesar 0,938 artinya kedua variabel memiliki hubungan yang sangat kuat, koefisien determinasi sebesar 87,9% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel (6,306 > 2,002). Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan antara Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y = 17,145 0,479 X2, nilai korelasi sebesar 0,959 artinya kedua variabel memiliki hubungan yang sangat kuat dengan koefisien determinasi sebesar 79,7% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel (0,959 > 2,002). Dengan demikian Ho diterima dan H2 ditolak artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Komunikasi dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y= 13,926 0,573 X1 0,067 X2, nilai korelasi sebesar 0,939 artinya kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dengan koefisien determinasi sebesar 88,1%. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau (207,441 > 3,16). Dengan demikian Ho ditolak dan H3 diterima. Hal ini berarti Komunikasi dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Ayara Beauty Indonesia Kabupaten Bogor.
Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai persamaan regresi Y= 13.Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,938 berada pada interval 0,800 – 1,000 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat.Nilai determinasi sebesar 87,9% sedangkan sisanya 12,1% dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (6,306 > 2.002) dan nilai p value > sig.Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Komunikasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor.Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai persamaan regresi Y= 17,145 0,479 X2.Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,893 berada pada interval 0,800 – 1,000 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat.Nilai determinasi sebesar 79,7% sedangkan sisanya 20,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung < t tabel atau (0,959 < 2,002) dan nilai p value > sig.Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor.Komunikasi dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai persamaan regresi Y= 13,926 0,573 X1 0,067 X2.Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,939 memiliki hubungan yang sangat kuat karena berada pada interval 0,800 – 1,000.Nilai determinasi sebesar 88,1% sedangkan sisanya 11,9% dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai f hitung > f tabel atau (207,441 > 3,16), dan nilai p value < sig 0,05 atau (0,000 < 0,05).Dengan demikian maka demikian maka H_0 ditolak dan H_3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Komunikasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan di berbagai industri dan perusahaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi komunikasi dan motivasi kerja, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan sistem reward. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui komunikasi dan motivasi kerja yang efektif.
| File size | 204.31 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BMABERSAMABMABERSAMA Lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi 0,662 dan koefisien determinasi 44,4%. Secara simultan,Lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi 0,662 dan koefisien determinasi 44,4%. Secara simultan,
BMABERSAMABMABERSAMA Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi yang pasti sulit ditentukan, peneliti menggunakan teknik purposiveMetode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi yang pasti sulit ditentukan, peneliti menggunakan teknik purposive
BMABERSAMABMABERSAMA Nilai determinasi sebesar 0,883, artinya Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik secara simultan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 88,3%, sisanya 11,7%Nilai determinasi sebesar 0,883, artinya Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik secara simultan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 88,3%, sisanya 11,7%
BMABERSAMABMABERSAMA Koefisien determinasi sebesar 0,461 menandakan bahwa 46,1% variasi kinerja dijelaskan oleh budaya organisasi. Demikian pula, komunikasi kerja juga berpengaruhKoefisien determinasi sebesar 0,461 menandakan bahwa 46,1% variasi kinerja dijelaskan oleh budaya organisasi. Demikian pula, komunikasi kerja juga berpengaruh
BMABERSAMABMABERSAMA Secara parsial, Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial, Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikanSecara parsial, Perputaran Modal Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial, Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan
BMABERSAMABMABERSAMA Uji t lingkungan kerja fisik memperoleh nilai thitung > ttabel (15,214 > 2,002) dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga Ho1 ditolak dan Ha1 diterima,Uji t lingkungan kerja fisik memperoleh nilai thitung > ttabel (15,214 > 2,002) dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga Ho1 ditolak dan Ha1 diterima,
BMABERSAMABMABERSAMA Hasil uji simultan diperoleh nilai Fhitung sebesar 5,496 > Ftabel 4,46 dan nilai signifikan 0,031< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha3 diterima dan Ho3Hasil uji simultan diperoleh nilai Fhitung sebesar 5,496 > Ftabel 4,46 dan nilai signifikan 0,031< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha3 diterima dan Ho3
BMABERSAMABMABERSAMA Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS),Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS),
Useful /
BMABERSAMABMABERSAMA Return On Asset (ROA) juga berpengaruh signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER), ditunjukkan oleh t-hitung 2,893 > t-tabel 2,262 dan signifikansiReturn On Asset (ROA) juga berpengaruh signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER), ditunjukkan oleh t-hitung 2,893 > t-tabel 2,262 dan signifikansi
ARESTEARESTE Celery (Apium graveolens) is a horticultural crop with significant economic and culinary value, particularly in Indonesia. Despite growing interest inCelery (Apium graveolens) is a horticultural crop with significant economic and culinary value, particularly in Indonesia. Despite growing interest in
UNSIKAUNSIKA The study concludes that students responded positively to the implementation of the Genre-Based Approach Cycle through Padlet, finding it helpful in improvingThe study concludes that students responded positively to the implementation of the Genre-Based Approach Cycle through Padlet, finding it helpful in improving
UNSIKAUNSIKA Penelitian ini melaporkan temuan tentang penerapan Genre-Based Approach dalam mengajar menulis teks naratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPenelitian ini melaporkan temuan tentang penerapan Genre-Based Approach dalam mengajar menulis teks naratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui