UPSUPS

Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang Teknik

Plastik atau polimer digunakan untuk campuran aspal sebagai larutan daur ulang dengan nilai fungsional yang ditingkatkan. Plastik yang akan digunakan adalah berjenis High Density Polyethylene (HDPE) yang banyak digunakan di kehidupan masyarakat. Dengan metode pencampuran basah, polimer HDPE disubstitusi dengan 4 variasi. Metode ini dilakukan guna mengetahui kadar terbaik berbagai campuran Plastik HDPE sesuai dengan Spesifikasi Ditjen Bina Marga Revisi 2 Tahun 2018. Dari seluruh hasil pengujian karakteristik Marshall, penambahan berbagai plastik HDPE sangat mempengaruhi naik turunnya hasil pengujian. Secara umum hasil yang paling mendekati sampel normal adalah variasi 4%. Pada kadar 4% nilai stabilitas sisa dapat memenuhi spesifikasi karena penambahan plastik HDPE pada aspal dapat mempengaruhi daya rekat benda uji dimana ketika direndam mampu mempertahankan bentuk dan kualitasnya.

Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan kesimpulan.Pengaruh kadar polimer HDPE terhadap nilai stabilitas campuran aspal AC-WC memiliki pengaruh yang sangat signifikan.Dari ke empat sampel uji memiliki kenaikan dan penurunan dari parameter Marshall secara garis besar aspal dengan campuran plastik HDPE memiliki tingkat pelelehan ataupun deformasi yang tinggi dikarenakan sifat plastik yang elastis.Penurunan nilai stabilitas juga cukup tinggi dari pada sampel uji aspal normal.Nilai stabilitas sisa Marshall yang tertinggi didapat campuran aspal subtitusi plastik HDPE adalah variasi 2% dengan nilai stabilitas sisa 93,07%, hasil tersebut adalah nilai stabilitas tertinggi diantara sampel yang lain.Dan dari akumulasi semua karakteristik Marshall hasil uji stabilitas semua sampel sudah diatas nilai minimum spesifikasi.Pada kadar 2% nilai stabilitas sisa dapat memenuhi minimal spesifikasi dikarenakan penambahan plastik HDPE ke dalam aspal berpengaruh pada daya kerekatan pada benda uji sampel dimana saat direndam mampu mempertahankan bentuk dan kulitasnnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa saran berikut: . 1. Menggunakan suhu yang lebih tinggi, di atas 160°C, dalam proses pencampuran plastik HDPE dengan aspal untuk meningkatkan kualitas hasil campuran. . 2. Melakukan perendaman pada sampel uji dengan variasi lama perendaman, dengan mempertimbangkan kemampuan sampel untuk mempertahankan kualitasnya setelah direndam selama 30 menit. . 3. Memilih metode pencampuran kering untuk penelitian selanjutnya, dengan menggunakan bahan dan komposisi yang sama seperti dalam penelitian ini. . 4. Menguji sampel perkerasan lentur yang menggunakan bahan campuran plastik HDPE sebagai lapis perkerasan pada jalan standar rendah, dengan mempertimbangkan beban yang akan diterima. . 5. Melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh variasi kadar plastik HDPE pada karakteristik campuran aspal, seperti stabilitas, kelelehan, dan VIM, untuk menentukan kadar optimal yang dapat meningkatkan kinerja campuran aspal.

Read online
File size727.46 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test