JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Wilayah Indonesia memiliki kelembaban udara cukup tinggi dan ideal untuk pertumbuhan jamur merang. Untuk mendapatkan biakan murni pada jamur merang dapat melalui tahapan kultur biakan murni atau G0, kemudian dari G0 dilakukan sub-kultur menjadi G1, G2, G3 dan G4. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media biakan murni terbaik untuk pertumbuhan miselia G3 FP005 Faperta Unsika. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan April hingga Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan: PDA 100% (A), Arang Sekam 100% (B), Sekam 100% (C), PDA 75% Arang Sekam 25% (D), PDA 80% Arang Sekam 20% (E), Arang Sekam 50% Sekam 50% (F), dan PDA 50% Arang Sekam 25% Sekam 25% (G). Perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan uji F taraf 5%, untuk mengetahui perlakuan yang paling baik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian adalah terdapat pengaruh nyata penggunaan beberapa biakan murni pada pertumbuhan miselia G3 FP005. Media PDA 75% Arang Sekam 25% memberikan diameter tertinggi pada 2 hsi (2,24 cm), 3 hsi (4,78) dan 4 hsi (7,19 cm), laju pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar (2,52 cm), regresi diameter dengan R2 0,898 lalu P value 0,052047, dan regresi laju pertumbuhan dengan R2 0,68 kemudian P value sebesar 0,410604.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata penggunaan beberapa media biakan murni terhadap pertumbuhan miselia G3 FP005 Faperta Unsika.Media PDA 75% arang sekam 25% merupakan media biakan murni dengan respon terbaik pada miselia G3 FP005 Faperta Unsika, ditunjukkan dengan diameter koloni tertinggi pada 2, 3, dan 4 hari setelah inokulasi, serta laju pertumbuhan tertinggi.Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi media PDA dan arang sekam dapat memberikan komposisi nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan miselia jamur merang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai budidaya jamur merang. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi spesifik dalam kombinasi media PDA 75% arang sekam 25% yang paling berperan dalam mendorong pertumbuhan miselia, sehingga formulasi media dapat dioptimalkan lebih lanjut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh variasi jenis arang sekam (misalnya, dari berbagai jenis kayu) terhadap pertumbuhan miselia dan kualitas tubuh buah jamur merang, untuk menemukan sumber arang sekam terbaik. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai interaksi antara jenis media biakan murni dengan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya, perlu dilakukan untuk menentukan kondisi optimal budidaya jamur merang secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya jamur merang di Indonesia, serta mengurangi ketergantungan pada media biakan murni impor.

Read online
File size271.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test