JURNALUGNJURNALUGN

STATIKASTATIKA

Penelitian ini menggunakan metode berdasarkan pedoman desain geometrik jalan dari Bina Marga yang akan dibandingkan dengan geometrik jalan yang tersedia di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan di ruas jalan Lintas Raja Inal Siregar, untuk mengetahui bagaimana hubungan geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, untuk mengetahui pengaruh kelengkapan rambu lalu lintas terhadap kecelakaan. Dari beberapa hasil peneletian yang dilakukan menunjukkan terdapat satu lokasi daerah rawan kecelakaan berdasarkan perhitungan dari nilai EAN yang lebih besar dari nilai EANc, terdapat jari – jari tikungan di lapangan lebih kecil dari jari – jari minimum berdasarkan kecepatan rata – rata kendaraan yang melalui, nilai superelevasi dibeberapa tikungan lebih rendah dari nilai superelevasi rencana, dan daerah kebebasan samping yang tersedia lebih kecil dari daerah kebebasan samping berdasarkan perhitungan jarak pandang henti yang tersedia, dan tidak adanya rambu – rambu lalu lintas pada ruas jalan Raja Inal Siregar Sta. 7 350 – Sta. 8 850.

Setelah melakukan penelitian pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta.Lokasi rawan kecelakaan pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta.8 596,15 dengan nilai EAN 28 > EANc 20,91.Berdasarkan analisa geometrik jalan pada ruas jalan Raja Inal Siregar sta.8 850, tidak memenuhi syarat dari pedoman desain geometrik jalan (PDGJ Bina Marga, 2021) diantaranya.Jari – jari tikungan (R) pada sta.07 809,42 didapatkan nilai jari – jari tikungan 26,443 m dan pada sta.08 482,73 didapatkan nilai jari – jari tikungan 18,537 m, lebih kecil dari jari – jari minimum dengan kecepatan kendaraan 30 km/jam yaitu 30 m.Superelevasi dibeberapa tikungan superelevasi tidak memenuhi desain kecepatan kenderaan yang melalui jalan Raja Inal Siregar sta.Dearah kebebasan samping (E) tersedia pada beberapa tikungan yang tidak memenuhi kebebasan samping, yaitu pada tikungan - sta.07 809,42, 08 192,14 - 08 256,03, tikungan - 08 332,16, tikungan - 08 447,88 sta.08 482,73, - 08 548,71 - 08 596,15, dan tikungan - 08 647,52 sta.Tidak ada rambu peringatan untuk memfasilitasi pengendara yang melalui ruas jalan tersebut diataranya rambu perigatan tikungan, tajakan turunan dan rambu lokasi rawan kecelakaan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor lain, seperti kondisi cuaca dan perilaku pengemudi, terhadap tingkat kecelakaan di ruas jalan Raja Inal Siregar. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai penyebab kecelakaan dan merumuskan solusi yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas rambu lalu lintas yang ada dan mengidentifikasi kebutuhan penambahan rambu peringatan di lokasi-lokasi rawan kecelakaan. Evaluasi ini dapat melibatkan survei terhadap pengguna jalan dan analisis data kecelakaan untuk mengukur dampak rambu terhadap perilaku pengemudi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai solusi perbaikan geometrik jalan, seperti perbaikan alinyemen horizontal dan peningkatan superelevasi, dalam mengurangi risiko kecelakaan. Pengujian ini dapat dilakukan melalui simulasi atau studi kasus di lokasi-lokasi tertentu yang memiliki masalah geometrik jalan yang signifikan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan jalan dan merumuskan strategi yang efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan di ruas jalan Raja Inal Siregar.

  1. PENGARUH GEOMETRIK JALAN RAYA DAN KELENGKAPAN RAMBU LALU LINTAS TERHADAP KECELAKAAN (Studi Kasus: Jalan... doi.org/10.64168/statika.v7i2.1572PENGARUH GEOMETRIK JALAN RAYA DAN KELENGKAPAN RAMBU LALU LINTAS TERHADAP KECELAKAAN Studi Kasus Jalan doi 10 64168 statika v7i2 1572
Read online
File size501.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test