UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari; aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.

Keragaman aktivitas di Alun‑Alun Purworejo memenuhi fungsi ruang terbuka publik, dengan intensitas tertinggi di zona 1.Fungsi alun‑alun berubah seiring kebutuhan pengguna, dengan klasifikasi aktivitas proses (kulit luar), transisi (kulit dalam), dan fisik (area inti).Diperlukan perhatian lebih pada aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas untuk desain masa depan sehingga ruang publik mencerminkan identitas lokal.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, mengkaji pengaruh pilihan material bangunan terhadap kenyamanan dan ketahanan ruang terbuka publik di Alun‑Alun Purworejo, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim musiman, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif‑kualitatif yang melibatkan survei pengguna dan pengujian fisik material. Kedua, menyelidiki hubungan antara nilai filosofis, makna historis, dan persepsi pengguna terhadap desain ruang, melalui studi etnografi dan wawancara mendalam pada kelompok usia dan latar belakang sosial yang berbeda, untuk memahami bagaimana faktor budaya mempengaruhi preferensi aktivitas. Ketiga, merancang serta menguji kerangka kerja desain partisipatif yang mengintegrasikan masukan warga, pengelola, dan arsitek dalam proses revitalisasi alun‑alun, sehingga dapat menghasilkan panduan praktik yang responsif terhadap kebutuhan nyata dan identitas lokal. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang perencanaan ruang publik di konteks kota kecil Indonesia serta memberikan rekomendasi praktis bagi kebijakan pemerintah daerah.

Read online
File size1.44 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test