UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk bukaan terhadap kondisi termal bangunan Masjid Jami Al-Hurriyah di Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sebagai data pendukung untuk memperkuat analisis kualitatif, bukan untuk pengujian statistik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, pengukuran suhu udara menggunakan termometer digital, serta analisis visual terhadap pola aliran udara pada setiap lantai bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bukaan yang terbatas di lantai dasar menyebabkan sirkulasi udara tidak optimal dengan suhu berkisar antara 27,6–29,3°C; (2) penggunaan bukaan lebar berbahan kaca di lantai satu meningkatkan suhu ruang hingga 29,1°C akibat paparan radiasi matahari; dan (3) keberadaan bukaan vertikal berupa skylight di lantai dua mampu menciptakan mekanisme stack ventilation yang lebih efektif dengan suhu ruang berkisar antara 26,8–27,3°C. Meskipun demikian, seluruh lantai bangunan belum memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan SNI, yaitu 22,8–25,8°C. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi desain pasif, seperti optimalisasi ventilasi silang, pengendalian radiasi matahari melalui elemen peneduh, serta pemilihan material bangunan yang mampu mengurangi perpindahan panas, guna meningkatkan kenyamanan termal pada bangunan masjid di iklim tropis.

Penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan konfigurasi bukaan berpengaruh signifikan terhadap kondisi termal Masjid Jami Al‑Hurriyah, dengan bukaan terbatas pada lantai dasar menyebabkan sirkulasi udara tidak optimal dan suhu 27,6–29,3 °C.Pada lantai satu, penggunaan bukaan kaca berukuran besar tidak efektif menurunkan suhu karena radiasi matahari yang tinggi.Sebaliknya, bukaan vertikal berupa skylight pada lantai dua menciptakan ventilasi stack yang lebih efektif, menghasilkan suhu yang lebih rendah meskipun masih di bawah standar kenyamanan termal SNI.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penerapan elemen peneduh seperti kanopi atau layar vegetatif memengaruhi suhu ruang dan konsumsi energi pada masjid tropis, dengan menguji variasi ukuran, material, dan orientasi melalui simulasi termal. Ide selanjutnya adalah mengeksplorasi penggunaan bukaan yang dapat diatur secara otomatis berdasarkan parameter iklim waktu nyata, sehingga dapat menilai efektivitas ventilasi silang dan stack ventilation dalam meningkatkan kenyamanan termal selama hari panas dan lembab. Selain itu, diperlukan pengembangan model numerik terintegrasi yang menggabungkan analisis aliran udara berbasis CFD dengan faktor kelembaban relatif dan kepadatan jamaah, untuk memprediksi indeks kenyamanan termal secara lebih akurat dalam konteks penggunaan masjid yang padat. Penelitian ini juga dapat memperluas studi ke aspek akustik dengan mengkaji pengaruh konfigurasi bukaan terhadap tingkat kebisingan interior, sehingga menyediakan panduan desain yang holistik. Semua kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan pedoman desain pasif yang dapat diadaptasi pada berbagai tipe bangunan ibadah di iklim tropis.

Read online
File size818.01 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test