UnnasUnnas
SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and UrbanismKampung Naga merupakan permukiman masyarakat tradisional yang masih memegang praktek dan budaya lokal dalam memaknai dan menciptakan tatanan ruang. Kemampuannya mempertahankan keruangan ditengah gempuran teknologi saat ini menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis wujud makna ruang di Kampung Naga melalui pendekatan filosofis yang mendalam. Metode yang digunakan ialah observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan partisipasi dalam aktivitas masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa ditemukan 11 makna ruang berdasarkan filosofis, paradigma, teori dan order. Makna tersebut meliputi makna ruang berdasarkan support system, otentifikasi pengguna, kebersihan aktifitas, simbolisasi kontur, hukum adat, gender, komunikasi vertikal, fungsi koloni, fungsi sosial, hajat hidup dasar dan jalur sirkulasi. Setiap wujud ruang, berpijak pada tiga prinsip utama yaitu kesakralan, keseimbangan, dan keberlanjutan.
Kampung Naga menunjukkan bahwa manusia dapat hidup selaras dengan alam sambil mempertahankan nilai spiritual, sosial, dan kultural, terbukti dari 11 makna ruang yang diidentifikasi melalui pendekatan filosofis, paradigma, teori, dan order.Ketiga prinsip utama—kesakralan, keseimbangan ekologis‑sosial, serta keberlanjutan dan pewarisan nilai lokal—menjadi dasar keteraturan ruang yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan adat.Temuan ini menegaskan bahwa ruang di Kampung Naga bukan sekadar fisik, melainkan manifestasi filosofi hidup yang dapat dijadikan inspirasi universal untuk desain berkelanjutan.
Penelitian lanjutan dapat melakukan studi komparatif antara Makna Ruang yang teridentifikasi di Kampung Naga dengan makna ruang pada permukiman tradisional lain di Jawa Barat, guna menjawab pertanyaan apakah tiga prinsip utama—kesakralan, keseimbangan, dan keberlanjutan—memiliki karakter universal atau bersifat khusus bagi komunitas tertentu. Metode yang dapat dipadukan mencakup observasi etnografis, wawancara mendalam, serta analisis dokumen budaya, sehingga memungkinkan peneliti menilai variasi interpretatif antar‑komunitas serta faktor‑faktor sosial‑kultural yang mempengaruhi persepsi ruang. Selain itu, studi longitudinal selama sepuluh tahun dapat mengamati dampak modernisasi teknologi terhadap struktur dan fungsi ruang, dengan fokus pada perubahan penggunaan lahan, transformasi simbolik, serta evolusi nilai‑nilai spiritual, menjawab pertanyaan bagaimana proses adaptasi teknologi memodifikasi prinsip‑prinsip filosofis ruang tradisional. Pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan spasial bersama teknik analisis kualitatif dapat menguji korelasi antara konfigurasi fisik ruang dan makna filosofis yang diidentifikasi, sehingga dapat dipertanyakan apakah representasi spasial dapat memperkuat pelestarian nilai budaya serta keberlanjutan lingkungan. Akhirnya, penelitian aksi‑berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi warga dalam merancang intervensi ruang‑berkelanjutan dapat menilai efektivitas strategi pelestarian budaya pada konteks perubahan sosial, memberikan kontribusi praktis sekaligus teoretis untuk pengembangan kebijakan perencanaan wilayah yang menghormati warisan lokal.
| File size | 1.01 MB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
FKIP UWGMFKIP UWGM 8 % menyatakan puas dan 25 % menyatakan cukup puas terhadap pengelolaan sarana dan prasarana TPA. Kepuasan terhadap sarana prasarana dan pengelolaannya8 % menyatakan puas dan 25 % menyatakan cukup puas terhadap pengelolaan sarana dan prasarana TPA. Kepuasan terhadap sarana prasarana dan pengelolaannya
FKIP UWGMFKIP UWGM Hasil perhitungan uji t pada kelas eksperimen diketahui sig (2-tailed) sebesar 0,00. Nilai sig (2-tailed) ini lebih kecil dari 0,05 (5%) sehingga Ha diterimaHasil perhitungan uji t pada kelas eksperimen diketahui sig (2-tailed) sebesar 0,00. Nilai sig (2-tailed) ini lebih kecil dari 0,05 (5%) sehingga Ha diterima
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Prinsip kepercayaan, tanggung jawab bersama, dan komunikasi terbuka menjadi dasar keberhasilan kemitraan ini. Namun, tantangan seperti rendahnya partisipasiPrinsip kepercayaan, tanggung jawab bersama, dan komunikasi terbuka menjadi dasar keberhasilan kemitraan ini. Namun, tantangan seperti rendahnya partisipasi
UnnasUnnas Pendekatan berbasis komunitas, adaptif, dan partisipatif menjadikan ruang-ruang mikro menjadi infrastruktur hijau yang meningkatkan kualitas hidup warga,Pendekatan berbasis komunitas, adaptif, dan partisipatif menjadikan ruang-ruang mikro menjadi infrastruktur hijau yang meningkatkan kualitas hidup warga,
PUBLINEPUBLINE Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross‑sectional melibatkan 250 responden dewasa yang aktif menggunakan media sosial. InstrumenMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross‑sectional melibatkan 250 responden dewasa yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen
UBHARAUBHARA Penelitian ini mengungkap bahwa rendahnya tingkat adopsi teknologi digital di kalangan pelaku UMKM Desa Terik disebabkan oleh keterbatasan literasi digital,Penelitian ini mengungkap bahwa rendahnya tingkat adopsi teknologi digital di kalangan pelaku UMKM Desa Terik disebabkan oleh keterbatasan literasi digital,
UIN MALANGUIN MALANG Secara metodologis, survei online dilakukan dengan 521 peserta yang tinggal di Turki. Selain itu, akan diadakan workshop dengan 17 peserta yang saat iniSecara metodologis, survei online dilakukan dengan 521 peserta yang tinggal di Turki. Selain itu, akan diadakan workshop dengan 17 peserta yang saat ini
MATANAUNIVERSITYMATANAUNIVERSITY Berdasarkan analisis LISA, Kecamatan Pontianak Kota paling banyak masuk pada kategori High-High. Kecamatan Pontianak Kota dikelilingi oleh bangunan yangBerdasarkan analisis LISA, Kecamatan Pontianak Kota paling banyak masuk pada kategori High-High. Kecamatan Pontianak Kota dikelilingi oleh bangunan yang
Useful /
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah sebagai informanPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah sebagai informan
JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA Konstruksi pendidikan karakter, adalah hal fundamen dalam membangun karakter anak bangsa. Pendidikan karekter, adalah tanggungjawab dasar setiap wargaKonstruksi pendidikan karakter, adalah hal fundamen dalam membangun karakter anak bangsa. Pendidikan karekter, adalah tanggungjawab dasar setiap warga
UIN MALANGUIN MALANG Elemen perkotaan layanan, seperti dapur, kamar mandi, dan toilet, mencerminkan dimensi pribadi pemilik sekolah, yang ingin menyediakan elemen-elemen iniElemen perkotaan layanan, seperti dapur, kamar mandi, dan toilet, mencerminkan dimensi pribadi pemilik sekolah, yang ingin menyediakan elemen-elemen ini
INTEKOMINTEKOM Oleh karena itu, sangat penting untuk menganalisis kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Jember terkait pandemi COVID-19 sejalan dengan PeraturanOleh karena itu, sangat penting untuk menganalisis kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Jember terkait pandemi COVID-19 sejalan dengan Peraturan