PUBLINEPUBLINE

Media of Health ResearchMedia of Health Research

Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang meningkat di Indonesia. Pencegahan dini menjadi langkah strategis untuk mengurangi jumlah kasus baru, khususnya melalui pendekatan promosi kesehatan dan peningkatan literasi kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan dan promosi kesehatan pada media sosial dalam upaya pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross‑sectional melibatkan 250 responden dewasa yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen yang dipakai meliputi kuesioner literasi kesehatan, skala intensitas paparan promosi kesehatan di media sosial, dan indikator perilaku pencegahan diabetes. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara literasi kesehatan (r = 0,521, p < 0,01) dan promosi kesehatan di media sosial (r = 0,438, p < 0,01) terhadap upaya pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat edukasi kesehatan berbasis digital serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi kesehatan untuk mendorong perilaku sehat. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi konten promosi kesehatan yang informatif dan interaktif pada media sosial sebagai strategi pencegahan yang efektif.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara literasi kesehatan, promosi kesehatan di media sosial, dan upaya pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2.Literasi kesehatan memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan paparan promosi, namun kombinasi keduanya menghasilkan efek sinergi dalam mendorong perilaku preventif.Temuan ini menegaskan pentingnya program peningkatan literasi kesehatan yang terintegrasi dengan strategi promosi digital, serta memerlukan perancangan edukasi berbasis literasi secara sistematis melalui kolaborasi lintas sektor.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi bagaimana peningkatan literasi kesehatan digital mempengaruhi perilaku pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 selama periode waktu yang lebih lama, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan faktor-faktor yang memoderasi perubahan perilaku. Selain itu, perlu dilakukan analisis kualitatif mendalam terhadap konten promosi kesehatan yang disebarkan di platform media sosial populer di Indonesia, dengan tujuan menilai kualitas, kredibilitas, dan strategi penyampaian pesan serta memahami bagaimana tingkat literasi pengguna mempengaruhi interpretasi dan penerimaan informasi tersebut. Selanjutnya, sebuah percobaan intervensi dapat dirancang untuk membandingkan efektivitas kampanye promosi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat literasi pengguna, misalnya dengan menyediakan konten sederhana versus konten interaktif, dalam meningkatkan perilaku preventif terhadap Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini juga dapat memperluas sampel meliputi populasi di daerah pedesaan dan kelompok usia yang lebih luas, guna menilai generalisasi temuan. Akhirnya, hasil dari studi‑studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan dan penyedia konten digital dalam merancang strategi promosi kesehatan yang lebih efektif dan inklusif.

  1. The Relationship Between Health Literacy and Health Promotion on Social Media with Efforts to Prevent... ejournal.publine.or.id/index.php/mohr/article/view/135The Relationship Between Health Literacy and Health Promotion on Social Media with Efforts to Prevent ejournal publine index php mohr article view 135
Read online
File size391.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test