UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Penambahan tempat aktivitas dalam sebuah kampus dapat membawa perubahan fungsi lahan, baik dari sawah menjadi kawasan publik dan komersial, yang tentunya membawa dampak baik maupun buruk terhadap lingkungan. Untuk mengurangi masalah lingkungan tersebut, implementasi arsitektur hijau dapat diterapkan pada lingkup kawasan kampus, yang disebut dengan Kampus Hijau (Green Campus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keberadaan salah satu indikator UI GreenMetric, yaitu Peletakan dan Infrastruktur di kampus Universitas Amikom Yogyakarta. Untuk mendapatkan data, dilakukan observasi, pengukuran, dan wawancara. Data kemudian diolah menggunakan metode scoring. Hasil menunjukkan bahwa kampus Amikom memperoleh 525 poin. Secara keseluruhan, kekurangan Amikom adalah kurangnya lahan untuk vegetasi hutan dan ruang terbuka yang dapat diresapi air.

Berdasarkan hasil penelitian Pengukuran Tata Letak dan Infrastruktur Menggunakan UI Green Metrics, diperoleh nilai penilaian akhir sebesar 300 poin.Nilai tersebut berkisar sepertiga dari nilai maksimal yang ditargetkan pada standar UI Green Metric, yaitu 1500 poin.Hal tersebut dikarenakan masih kurang atau jauh di bawah poin standar untuk beberapa kategori, seperti keberadaan vegetasi, baik vegetasi hutan maupun perdu.Kemudian juga proporsi anggaran yang dialokasikan untuk keberlanjutan lingkungan yang masih perlu ditingkatkan.Selain itu, aspek penambahan ruang terbuka dan area untuk resapan air hujan.Untuk ke depannya, perlu adanya konsep atau master plan perencanaan atau penataan lingkungan kampus, baik untuk area terbangun, area parkir, taman, dan jarak antar gedung.Perencanaan anggaran yang mengalokasikan peningkatan proporsi untuk kegiatan keberlanjutan lingkungan juga perlu dipertimbangkan.

1. Mengembangkan konsep master plan perencanaan lingkungan kampus yang menyeluruh, termasuk area terbangun, area parkir, taman, dan jarak antar gedung, untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan menciptakan kampus yang lebih hijau dan nyaman.. 2. Meningkatkan proporsi anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan keberlanjutan lingkungan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti penambahan ruang terbuka, area resapan air hujan, dan penanaman vegetasi hutan.. 3. Mengkaji dan menyusun kebijakan mengenai keberlanjutan lingkungan yang dapat mendukung tercapainya konsep Green Campus, dengan melibatkan berbagai pihak terkait seperti pengelola kampus, mahasiswa, dan tenaga akademik.

Read online
File size180.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test