POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Peningkatan inovasi dalam produk pangan olahan di Indonesia dihadapkan pada tantangan regulasi yang sering membatasi kecepatan dan fleksibilitas pengembangan, terutama pada produk berisiko tinggi. Penerapan Undang-Undang Cipta Kerja baru-baru ini membawa perubahan signifikan dalam kerangka pengawasan pangan, termasuk pengecualian sanksi pidana bagi kegiatan usaha berisiko rendah hingga menengah dan transisi izin edar menjadi perizinan berusaha. Namun, peraturan ini belum sepenuhnya memberikan solusi terhadap kendala pengembangan inovasi pangan olahan. Regulatory sandbox diidentifikasi sebagai pendekatan konseptual prospektif yang potensial untuk mengatasi hambatan ini, memungkinkan lingkungan uji coba yang terkendali bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk inovatif dalam ekosistem yang lebih adaptif. Artikel ini mengeksplorasi potensi regulatory sandbox sebagai alat inovatif dalam pengawasan pangan olahan berisiko tinggi melalui metode kualitatif berbasis kajian pustaka. Kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sandbox bergantung pada beberapa faktor utama: pengumpulan data eksperimental yang kuat untuk menilai keamanan dan efektivitas produk, pembentukan prosedur adaptif yang responsif terhadap masukan industri, serta pemberian otorisasi terbatas namun fleksibel untuk pengujian teknologi baru. Di samping itu, faktor-faktor lain, seperti batasan dalam durasi, ruang lingkup, dan penggunaan sandbox, juga perlu ditetapkan untuk menghindari risiko keamanan konsumen. Sebagai rekomendasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat mempertimbangkan regulatory sandbox sebagai kerangka kerja strategis yang mendukung pengawasan produk pangan olahan dengan pendekatan dinamis, mempercepat inovasi sambil tetap menjaga keseimbangan antara keamanan konsumen dan pertumbuhan industri.

Regulatory sandboxes dapat menjadi kerangka strategis praktis untuk mempercepat inovasi dalam produk kesehatan dan pangan, khususnya Pangan Olahan untuk Kebutuhan Nutrisi Khusus (PKGK), yang sangat penting dalam mendukung target penurunan stunting di Indonesia.Melalui pendekatan fleksibel dan berbasis risiko, sandbox memungkinkan uji coba produk PKGK dalam lingkungan terkendali yang mempercepat inovasi tanpa mengorbankan keselamatan.Hal ini menjadikan regulatory sandbox sebagai pendekatan yang dapat mendukung BPOM dalam mempercepat proses persetujuan pra-pasar, mengurangi hambatan administratif, dan membuka ruang yang lebih luas bagi inovasi industri sambil mempertahankan standar keselamatan dan kesehatan konsumen.Namun, keberhasilan implementasi regulatory sandbox akan bergantung pada kesiapan BPOM untuk mengadopsi prosedur adaptif, sistem pengawasan integratif, dan kolaborasi dengan sektor lainnya.Regulatory sandbox yang diimplementasikan dengan dukungan evaluasi reguler dan berbasis bukti empiris dapat memperkuat posisi BPOM sebagai fasilitator inovasi dengan integritas dan pengawas yang konsisten dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih mengembangkan konsep regulatory sandbox dalam pengawasan pangan olahan di Indonesia. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai negara yang telah menerapkan regulatory sandbox dalam sektor pangan, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Studi komparatif ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana regulatory sandbox dapat diadaptasi secara efektif dalam konteks Indonesia. Kedua, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan kerangka kerja regulasi yang lebih terintegrasi dan adaptif untuk regulatory sandbox di Indonesia. Studi ini dapat melibatkan analisis mendalam tentang bagaimana regulatory sandbox dapat diintegrasikan dengan kebijakan kesehatan nasional dan standar internasional, serta bagaimana prosedur lisensi berbasis risiko dapat diterapkan secara efektif. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran dan tanggung jawab BPOM dalam implementasi regulatory sandbox. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana BPOM dapat berperan sebagai fasilitator inovasi dengan integritas, serta bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan akademisi dan industri untuk meningkatkan kualitas data eksperimental dan penelitian dalam sandbox. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan dan penerapan regulatory sandbox yang efektif dan adaptif dalam pengawasan pangan olahan di Indonesia.

  1. Critical and economic factors in medical device industry | RMHP | Dove Medical Press. critical economic... dovepress.com/critical-factors-and-economic-methods-for-regulatory-impact-assessment-peer-reviewed-fulltext-article-RMHPCritical and economic factors in medical device industry RMHP Dove Medical Press critical economic dovepress critical factors and economic methods for regulatory impact assessment peer reviewed fulltext article RMHP
  2. Prospective Study on Regulatory Sandbox as a Conceptual Innovation in Processed Food Control in Indonesia... doi.org/10.54384/eruditio.v5i1.172Prospective Study on Regulatory Sandbox as a Conceptual Innovation in Processed Food Control in Indonesia doi 10 54384 eruditio v5i1 172
  3. Regulatory Sandboxes (Experimental Legal Regimes) for Digital Innovations in BRICS | Gromova | BRICS... doi.org/10.21684/2412-2343-2020-7-2-10-36Regulatory Sandboxes Experimental Legal Regimes for Digital Innovations in BRICS Gromova BRICS doi 10 21684 2412 2343 2020 7 2 10 36
Read online
File size1.4 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test