USMUSM

SolusiSolusi

UMKM sering menghadapi keterbatasan pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, dan kesiapan adopsi digital, sehingga rentan terhadap guncangan dan penurunan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan menguji model literasi keuangan–business saving sebagai dasar penyusunan blueprint intervensi digital UMKM. Data primer dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada pelaku UMKM, lalu dianalisis menggunakan PLS‑SEM untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar konstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan penting dalam mendorong business saving dan meningkatkan keberlanjutan usaha, sementara business saving berfungsi jalur mediasi utama. Adopsi digital keuangan tidak selalu berkorelasi positif terhadap keberlanjutan, sehingga penerapan aspek digital perlu mempertimbangkan kesiapan dan konteks operasional UMKM.

Literasi keuangan secara signifikan meningkatkan tabungan usaha dan keberlanjutan usaha, dengan tabungan usaha berperan sebagai jalur mediasi utama.Adopsi digital keuangan, meskipun didorong oleh literasi keuangan, berhubungan negatif dengan keberlanjutan, menunjukkan bahwa tanpa kesiapan yang memadai dapat menambah biaya dan kompleksitas.Blueprint intervensi digital UMKM harus memprioritaskan literasi terapan dan praktik tabungan, serta menempatkan komponen digital sebagai enabler sederhana untuk monitoring dan pencatatan.

Berdasarkan temuan bahwa tabungan usaha menjadi jalur mediasi utama, penelitian lanjutan dapat meneliti interaksi antara kebijakan pelatihan literasi keuangan dengan program motivasi tabungan berbasis gamifikasi untuk mendorong perilaku menabung yang lebih konsisten di kalangan UMKM. Selanjutnya, mengingat dampak negatif adopsi digital tanpa kesiapan, studi longitudinal yang membandingkan UMKM dengan tingkat kesiapan digital rendah dan tinggi akan memberikan wawasan tentang strategi incremental adoption yang lebih efektif. Akhirnya, mengintegrasikan analisis kualitas data keuangan (misalnya keakuratan pencatatan) dalam framework PLS‑SEM dapat mengukur sejauh mana akurasi pencatatan memoderasi hubungan antara literasi keuangan dan keberlanjutan usaha, membuka perspektif evaluasi kualitas data sebagai variabel kunci.

  1. Keuangan Berkelanjutan Dalam Aksi: Menelaah Hubungan Antara Rantai Pasok Berkelanjutan, Akses Keuangan,... doi.org/10.31539/costing.v7i4.9656Keuangan Berkelanjutan Dalam Aksi Menelaah Hubungan Antara Rantai Pasok Berkelanjutan Akses Keuangan doi 10 31539 costing v7i4 9656
  2. THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY AND FINANCIAL ATTITUDE ON FINANCIAL RESILIENCE OF MICRO, SMALL, MEDIUM... doi.org/10.35794/emba.v11i3.49580THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY AND FINANCIAL ATTITUDE ON FINANCIAL RESILIENCE OF MICRO SMALL MEDIUM doi 10 35794 emba v11i3 49580
  3. Accelerating Digital Transformation during the COVID-19 Pandemic: A Model Design for Indonesian MSMEs... doi.org/10.21512/bbr.v13i2.8447Accelerating Digital Transformation during the COVID 19 Pandemic A Model Design for Indonesian MSMEs doi 10 21512 bbr v13i2 8447
Read online
File size544.39 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test