USMUSM

Information Science and LibraryInformation Science and Library

Manajemen arsip dinamis inaktif di lingkungan pemerintah memerlukan sistem penataan yang efisien untuk menjamin akuntabilitas dan layanan publik. Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan volume arsip yang tinggi di tengah transisi menuju implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD). Akibatnya, Microsoft Excel diadopsi sebagai alat bantu pencatatan dan pelacakan arsip. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan Microsoft Excel dalam penataan arsip dinamis inaktif dan menganalisis pengaruh kemudahan penggunaannya terhadap kecepatan dan akurasi proses temu kembali arsip. Ditemukan bahwa penggunaan fitur Filter dan Search pada Excel secara signifikan mengurangi waktu temu kembali arsip, meningkatkan efisiensi waktu hingga 60% dibandingkan metode manual. Kemudahan dalam penginputan dan modifikasi data menjadikan Excel solusi cepat yang diterima baik oleh staf. Namun, terdapat kelemahan krusial terkait standarisasi data, kerentanan keamanan file, dan ketidakmampuan Excel dalam memfasilitasi Jadwal Retensi Arsip (JRA) yang sesuai dengan Undang-Undang Kearsipan. Microsoft Excel terbukti efektif sebagai alat bantu yang cepat dan mudah digunakan untuk temu kembali arsip inaktif, tetapi tidak memadai sebagai sistem kearsipan permanen. Rekomendasi mendesak adalah transisi penuh ke SIKD dengan tetap menjadikan Excel sebagai buffer data sementara yang terstandardisasi.

Proses penataan arsip dinamis inaktif di Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan Microsoft Excel sebagai alat bantu pencatatan metadata lokasi fisik arsip (nomor rak/boks).Proses ini melibatkan input data manual yang sistematis dan pelabelan fisik yang sinkron dengan database Excel.Kemudahan penggunaan Microsoft Excel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi proses temu kembali arsip.Fitur Filter dan Search memfasilitasi penemuan lokasi arsip fisik secara cepat, mengurangi waktu tunggu pengguna arsip dan meningkatkan kinerja staf.Meskipun efisien, Excel memiliki keterbatasan mendasar yang mengancam keamanan data, integritas arsip, dan tidak mendukung fungsi wajib kearsipan formal (JRA).Penggunaan Excel harus diakui sebagai solusi sementara (interim solution) yang berpotensi menjadi bumerang jika tidak segera digantikan dengan sistem yang sesuai standar nasional.

Untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses temu kembali arsip, perlu dilakukan pengembangan sistem yang terintegrasi dengan Microsoft Excel. Sistem ini dapat memanfaatkan fitur-fitur Excel yang sudah ada, seperti Filter dan Search, serta menambahkan fungsi-fungsi khusus untuk kearsipan, seperti Jadwal Retensi Arsip (JRA) dan kontrol kualitas data. Selain itu, penting untuk memastikan keamanan dan integritas data dengan menerapkan sistem backup dan pengamanan file yang kuat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem kearsipan berbasis Excel yang terintegrasi dengan sistem informasi lain di Setda Provinsi Jawa Tengah, serta mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi cloud untuk meningkatkan skalabilitas dan keamanan data.

Read online
File size428.03 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test