USMUSM
Information Science and LibraryInformation Science and LibraryNaskah kuno menghadapi berbagai ancaman yang berasal dari alam atau manusia membuat naskah kuno cepat rusak. Berkat kemajuan teknologi, kini pelestarian naskah kuno dapat dilaksanakan dengan melakukan alih media digital (digitalisasi). Tujuan dilakukannya penelitian ialah untuk 1) menganalisis penerapan pelestarian naskah kuno melalui digitalisasi yang telah dilakukan, 2) mendeskripsikan peran perpustakaan dalam pelestarian budaya melalui naskah kuno, serta 3) mendeskripsikan peluang dan tantangan digitalisasi naskah kuno. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil dari kajian literatur diketahui bahwa secara umum terdapat tiga tahapan utama yang dilakukan oleh instansi-instansi yang telah menyelenggarakan digitalisasi yaitu: 1) tahap pra-digitalisasi, berupa persiapan naskah dan peralatan; 2) tahap digitalisasi, berupa pemotretan naskah, pengecekan hasil, dan editing; dan 3) tahap pasca digitalisasi, berfokus pada aksesibilitas dan penyajian file digital. Dalam melaksanakan fungsi simpan karya dan fungsi kultural perpustakaan berperan dalam pelestarian naskah kuno dengan 1) membentuk unit Pusat Preservasi dan Alih Media, 2) membuat pedoman standar alih media, dan 3) membantu melakukan digitalisasi di seluruh Indonesia. Digitalisasi membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan pelestarian serta promosi budaya. Di sisi lain, digitalisasi juga memberi tantangan terkait anggaran, SDM, kebijakan, aksesibilitas, serta keusangan teknologi.
Sebagai salah satu bentuk warisan budaya yang dimiliki Indonesia, naskah kuno menyimpan nilai-nilai luhur penting dari masa lampau.Di dalamnya tersimpan beragam informasi dan pengetahuan lainnya yang membuat naskah kuno menjadi warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.Seiring dengan usianya yang sudah sangat tua, fisik sebuah manuskrip menjadi rapuh dan semakin rentan rusak.Oleh karenanya, melestarikan naskah kuno agar informasi yang terkandung di dalamnya dapat sampai kepada generasi perlu dilakukan pelestarian.Salah satu bentuk pelestarian yang dapat dilakukan sebuah perpustakaan di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang adalah pelestarian melalui proses alih media dari bentuk cetak ke bentuk digital atau biasa disebut sebagai digitalisasi.Terdapat tiga tahapan utama dilakukan saat melakukan digitalisasi yaitu.tahap pra (sebelum) digitalisasi yang fokus pada persiapan naskah serta peralatan yang dibutuhkan.tahap digitalisasi yang merupakan pengalihan format suatu media ke format digital juga mencakup pengecekan serta editing hasil dokumentasi, serta tahap pasca (setelah) digitalisasi yang berfokus pada penyajian serta aksesibilitas hasil file digitalisasi untuk para pemustaka.Digitalisasi ini dilakukan untuk mengurangi akses terhadap naskah kuno dalam bentuk fisik agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode digitalisasi terhadap jenis naskah yang berbeda-beda, misalnya naskah dengan tinta yang pudar atau kertas yang sangat rapuh. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proses digitalisasi tidak merusak naskah asli dan menghasilkan citra digital yang berkualitas tinggi. Kedua, penelitian tentang peran partisipasi masyarakat dalam pelestarian naskah kuno melalui digitalisasi dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana masyarakat dapat dilibatkan dalam proses identifikasi, pendokumentasian, dan penyebaran informasi tentang naskah kuno, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap warisan budaya. Ketiga, penelitian mengenai pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk digitalisasi naskah kuno perlu dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proyek digitalisasi dapat terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, misalnya melalui pengembangan platform digital yang menyediakan akses ke naskah kuno dan layanan terkait lainnya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem pelestarian naskah kuno yang lebih kuat dan berkelanjutan, melibatkan berbagai pihak dan memanfaatkan teknologi untuk melestarikan warisan budaya bangsa.
- Digitalisasi Naskah Kuno di Museum Sejarah Al Qur’an Sumatera Utara | Ranah Research : Journal... doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1129Digitalisasi Naskah Kuno di Museum Sejarah Al QurAoan Sumatera Utara Ranah Research Journal doi 10 38035 rrj v6i6 1129
- STRATEGI DAN TANTANGAN PELESTARIAN MANUSKRIP DI PERPUSTAKAAN RUMOH MANUSKRIP ACEH | Shaut Al-Maktabah... rjfahuinib.org/index.php/shaut/article/view/998STRATEGI DAN TANTANGAN PELESTARIAN MANUSKRIP DI PERPUSTAKAAN RUMOH MANUSKRIP ACEH Shaut Al Maktabah rjfahuinib index php shaut article view 998
| File size | 349.81 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan bencana pada kelompok masyarakat melalui media edukasi inovatif berbasisProgram pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan bencana pada kelompok masyarakat melalui media edukasi inovatif berbasis
STAIAT TAHDZIBSTAIAT TAHDZIB Through this funding, pesantren are expected to continuously improve the quality of their education, broaden access, and strengthen their contributionsThrough this funding, pesantren are expected to continuously improve the quality of their education, broaden access, and strengthen their contributions
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Metode yang digunakan adalah pendekatan filologi deskriptif dengan analisis kodikologi untuk menelaah bahan, bentuk tulisan, serta kondisi fisik naskah,Metode yang digunakan adalah pendekatan filologi deskriptif dengan analisis kodikologi untuk menelaah bahan, bentuk tulisan, serta kondisi fisik naskah,
USMUSM Terdapat enam belas daerah yang sudah memiliki kebijakan program TBIS atau sekitar 42%. Untuk penelitian berikutnya dapat mengkaji kebijakan TBIS di tingkatTerdapat enam belas daerah yang sudah memiliki kebijakan program TBIS atau sekitar 42%. Untuk penelitian berikutnya dapat mengkaji kebijakan TBIS di tingkat
169169 Tradisi Mekepung di Jembrana, Bali, khususnya dalam bentuk balapan kerbau, adalah sebuah pertunjukan budaya yang mendalam yang mewakili kegembiraan danTradisi Mekepung di Jembrana, Bali, khususnya dalam bentuk balapan kerbau, adalah sebuah pertunjukan budaya yang mendalam yang mewakili kegembiraan dan
169169 This study uses Jakob Sumardjos paradoxical aesthetic approach, namely the tritangtu pattern. Cibulan has the necessary signs such as Well 7 as a symbolThis study uses Jakob Sumardjos paradoxical aesthetic approach, namely the tritangtu pattern. Cibulan has the necessary signs such as Well 7 as a symbol
UMCUMC Sebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung (ayam panggang) dan tidakSebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung (ayam panggang) dan tidak
IDID Kegiatan ini merupakan hasil dari pengabdian masyarakat di desa Kuala Idi Cut yang terletak di Kec. Darul Aman Kab. Aceh Timur Provinsi Aceh. Desa KualaKegiatan ini merupakan hasil dari pengabdian masyarakat di desa Kuala Idi Cut yang terletak di Kec. Darul Aman Kab. Aceh Timur Provinsi Aceh. Desa Kuala
Useful /
USMUSM Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian indeks walkability dengan metode Global Walkability Index (GWI), Customer SatisfactionTeknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian indeks walkability dengan metode Global Walkability Index (GWI), Customer Satisfaction
USMUSM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah memiliki dua Records Center yang berfungsi secara terpisah, yaitu Records Center pertama yang berada di luar lingkunganSekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah memiliki dua Records Center yang berfungsi secara terpisah, yaitu Records Center pertama yang berada di luar lingkungan
UMSUMS Medium- to high-risk patterns are mainly along the main river corridors and peri-urban areas, while rural non-built zones are mostly low- to medium-risk.Medium- to high-risk patterns are mainly along the main river corridors and peri-urban areas, while rural non-built zones are mostly low- to medium-risk.
USMUSM Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, danPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan