USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Kecamatan Pringapus, terletak di Kabupaten Semarang, mengalami perubahan signifikan akibat alih fungsi lahan dari pertanian menjadi kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari perubahan tersebut dan menggunakan metode analisis kuantitatif dan spasial untuk memberikan gambaran yang jelas tentang perubahan yang terjadi. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya alih fungsi lahan ini berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Kecamatan Pringapus. Yaitu peningkatan komersial, yang dimanfaatkan warga untuk membuka usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan industri. Serta dampak positif dari keberadaan industri adalah terciptanya lapangan kerja baru yang meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus ini memberikan perubahan sosial di Kecamatan Pringapus. Hal ini di sebabkan perkembangan ekonomi yang baik di kecamatan Pringapus sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan dan keinginan yang lebih baik yaitu faktor urbanisasi. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus tidak memberikan perubahan lingkungan bagi masyarakat Pringapus. Hal ini dapat dilihat dari cara mengelola persampahan di kecamatan Pringapus yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kondisi lingkungan sekitar. Namun, terdapat dampak negatif, yaitu berkurangnya lahan pertanian yang mengakibatkan petani kecil tersisih.

Kecamatan Pringapus mengalami perubahan penggunaan lahan pada tahun 2014 - 2024.Perubahan ekonomi di Kecamatan Pringapus setelah mengalami perubahan alih fungsi lahan mengalami peningkatan dengan total skor rata – rata 254 yang mengindikasikan interval kelas meningkat.Perubahan lingkungan di kecamatan Pringapus setelah adanya alih fungsi lahan tidak mengalami perubahan dengan total skor Rata-rata 191,8 yang mengindikasikan interval kelas tetap.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak alih fungsi lahan terhadap ketahanan pangan lokal, dengan fokus pada identifikasi jenis-jenis tanaman pangan yang paling terdampak dan strategi adaptasi yang dapat dilakukan oleh petani. Kedua, penelitian dapat mengkaji lebih lanjut mengenai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Pringapus, khususnya terkait dengan mobilitas penduduk dan perubahan gaya hidup, serta dampaknya terhadap identitas budaya lokal. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas program-program pemerintah dalam mengurangi dampak negatif alih fungsi lahan, seperti program relokasi petani atau pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan di sektor pertanian, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Read online
File size591.23 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test