POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG
Just a moment...Just a moment...Pemberian kode diagnosis dan tindakan harus dilakukan secara tepat agar terpenuhi mutu rekam medis. Yang sering terlupakan saat memberikan kode diagnosis adalah kode sekunder atau penyebab luar (external cause). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencatatan, pelaksanaan dan tingkat keakuratan kode external cause. Metode penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 berkas rekam medis cedera. Hasil penelitian menunjukkan informasi external cause didokumentasikan pada formulir triage, assessment gawat darurat, assessment awal keperawatan rawat inap dewasa, catatan perkembangan pasien terintegrasi, dan ringkasan pulang. Pengkodean eksternal cause dilakukan oleh coder berlatar belakang rekam medis sesuai SPO pelaksanaan coding menggunakan ICD-10 elektronik yang terdapat pada SIMRS. Tingkat ketepatan kode external cause hingga karakter ke-5 (Kategori A) sebesar 0%, karakter ke-4 (Kategori B) sebesar 38%, karakter ke-3 (Kategori C) sebesar 27%, dan karakter ke-1 (bab) (Kategori D) sebesar 35%. Penyebab ketidaktepatan karena SIMRS belum mengakomodir pengodean sampai karakter kelima dan SPO yang belum menunjukkan langkah kegiatan petugas untuk menentukan hingga sub kategori karakter ke-5. Dapat disimpulkan ketepatan pengodean external cause di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tergolong masuk ke kriteria Cukup dengan rentang ketepatan 20-40%.
Ketepatan pengodean external cause di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tergolong cukup, dengan rentang ketepatan 20-40%.Rendahnya ketepatan kode tersebut disebabkan karena SIMRS belum mengakomodir pengodean sampai karakter kelima dan SPO yang belum menunjukkan langkah kegiatan petugas untuk menentukan hingga sub kategori karakter ke-5.Pencatatan external cause dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang, yaitu DPJP, dan pelaksanaan pengodean oleh coder berlatar belakang pendidikan D3 rekam medis.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan SIMRS agar dapat mengakomodir pengodean external cause hingga karakter kelima, sehingga informasi yang lebih detail dapat dicatat dan dianalisis. Kedua, penting untuk menyusun SPO yang lebih komprehensif dan rinci, yang secara jelas menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti petugas dalam menentukan subkategori hingga karakter ke-5, termasuk panduan interpretasi dan sumber referensi yang relevan. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari ketidaktepatan pengodean external cause terhadap kualitas data morbiditas dan mortalitas, serta implikasinya terhadap perencanaan dan evaluasi program kesehatan di tingkat rumah sakit maupun nasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terukur untuk meningkatkan akurasi pengodean external cause dan kualitas rekam medis secara keseluruhan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan.
- Ketepatan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi di Klinik Jantung RSUD Wates | Hernawan | Jurnal Kesehatan... journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/30328Ketepatan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi di Klinik Jantung RSUD Wates Hernawan Jurnal Kesehatan journal ugm ac jkesvo article view 30328
- Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul... doi.org/10.31983/jrmik.v6i2.10666Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul doi 10 31983 jrmik v6i2 10666
| File size | 519.21 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG 16-3. 21). Variabel lain seperti pendidikan, pekerjaan, hari kunjungan, dan metode pendaftaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari16-3. 21). Variabel lain seperti pendidikan, pekerjaan, hari kunjungan, dan metode pendaftaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan dari
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Hasil tersebut menunjukkan bahwa RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME. Variabel yang memiliki kesiapan tertinggi yaitu tata kelola kepemimpinanHasil tersebut menunjukkan bahwa RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME. Variabel yang memiliki kesiapan tertinggi yaitu tata kelola kepemimpinan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional mengharuskan manajemen rumah sakit siap menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang terjadi secara signifikan.Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional mengharuskan manajemen rumah sakit siap menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang terjadi secara signifikan.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Untuk menguranginya, koder perlu lebih teliti dalam menentukan kode diagnosis dengan memperhatikan bukti pendukung, asesmen awal, dan laporan operasi.Untuk menguranginya, koder perlu lebih teliti dalam menentukan kode diagnosis dengan memperhatikan bukti pendukung, asesmen awal, dan laporan operasi.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Kejelasan penulisan diagnosis pada berkas pending klaim menunjukkan 32,3% tidak jelas dan 67,7% jelas. Kelengkapan penulisan diagnosis menunjukkan 32,3%Kejelasan penulisan diagnosis pada berkas pending klaim menunjukkan 32,3% tidak jelas dan 67,7% jelas. Kelengkapan penulisan diagnosis menunjukkan 32,3%
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Secara keseluruhan gambaran metode HOT-FIT dalam evaluasi e-Puskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan dapat dikatakan sudah berjalan baik, namun dalamSecara keseluruhan gambaran metode HOT-FIT dalam evaluasi e-Puskesmas di UPTD Puskesmas I Denpasar Selatan dapat dikatakan sudah berjalan baik, namun dalam
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Dari 191 artikel yang diidentifikasi, akhirnya hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa pending klaim disebabkan oleh ketidaktepatanDari 191 artikel yang diidentifikasi, akhirnya hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa pending klaim disebabkan oleh ketidaktepatan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG 0 tiap individu PMIK harus memiliki knowledge dan skills seperti leadership skills. Pada area kompetensi ini, seorang PMIK diharapkan mampu mengembangkan0 tiap individu PMIK harus memiliki knowledge dan skills seperti leadership skills. Pada area kompetensi ini, seorang PMIK diharapkan mampu mengembangkan
Useful /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya atau anggaran dalam menggunakan RME agar semua unit dapat menerapkannya. Jenis penelitian yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya atau anggaran dalam menggunakan RME agar semua unit dapat menerapkannya. Jenis penelitian yang digunakan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Akibatnya, penggunaan tracer manual telah dihentikan, namun hal ini mengakibatkan kesulitan dalam melacak keberadaan berkas, memperlambat pencarian dokumenAkibatnya, penggunaan tracer manual telah dihentikan, namun hal ini mengakibatkan kesulitan dalam melacak keberadaan berkas, memperlambat pencarian dokumen
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap struktur organisasi (P-Values 0,021), struktur organisasi terhadap penggunaan sistem (P-Values 0,037)Terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap struktur organisasi (P-Values 0,021), struktur organisasi terhadap penggunaan sistem (P-Values 0,037)
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Kebijakan kepemimpinan difokuskan pada pertemuan kerja tim, penetapan rencana tindakan, dan penunjukan peran dalam pelaksanaan karakter. Pelaksanaan programKebijakan kepemimpinan difokuskan pada pertemuan kerja tim, penetapan rencana tindakan, dan penunjukan peran dalam pelaksanaan karakter. Pelaksanaan program