AKESRUSTIDAAKESRUSTIDA

Jurnal Ilmiah Kesehatan RustidaJurnal Ilmiah Kesehatan Rustida

Pemberian ASI ekslusif dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain kurang atau salah informasi banyak ibu yang merasa bahwa susu permula itu sama baiknya, ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari. Usaha untuk memperlancar pengeluaran ASI bisa dilakukan dengan pendekatan farmakologi atau non-farmakologi. Contohnya termasuk memijat punggung, menggunakan kompres hangat, merawat payudara, menyusui setiap 2-3 jam, banyak minum air putih, serta menggunakan ramuan herbal dengan makan makanan yang bergizi seperti jinten hitam dan daun kelor. Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbedaan konsumsi jinten hitam dan daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian menggunakan Randomized Control Trial (RCT) dengan total sampling 34 responden (17 kelompok jinten hitam, 17 kelompok daun kelor). Analisis data univariat dan bivariat dengan uji Mann‑Whitney menunjukkan Asymp.Sig. (2‑tailed) sebesar 0,373 > 0,05, sehingga hipotesis ditolak dan dapat dikatakan kedua kelompok sama‑sama berkontribusi dalam melancarkan ASI. Kesimpulan: kelancaran produksi ASI meningkat pada kedua kelompok selama tujuh hari.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok jinten hitam atau kelompok pemberian jinten hitam selama tujuh hari dan kelompok daun kelor atau kelompok pemberian daun kelor selama tujuh hari dalam melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki apakah memperpanjang durasi konsumsi jinten hitam atau daun kelor menjadi satu sampai dua bulan menghasilkan peningkatan signifikan pada volume produksi ASI dibandingkan dengan periode tujuh hari yang telah diuji pada penelitian ini, dengan mengukur secara kuantitatif jumlah ASI yang diproduksi setiap hari. Selain itu, studi selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel psikososial seperti tingkat stres ibu, dukungan keluarga, serta pengetahuan dan sikap terhadap menyusui, untuk mengevaluasi bagaimana faktor‑faktor tersebut berinteraksi dan mungkin memodifikasi efek jinten hitam dan daun kelor terhadap kelancaran laktasi. Penelitian juga dapat membandingkan efektivitas kombinasi jinten hitam dan daun kelor versus masing‑masing bahan secara terpisah, sehingga dapat menentukan apakah terdapat sinergi yang memberikan manfaat tambahan bagi ibu menyusui dalam memperlancar produksi ASI. Semua rancangan tersebut hendaknya menggunakan metode randomized controlled trial dengan kelompok kontrol placebo, melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam secara geografis, serta menambahkan pemantauan keamanan jangka panjang konsumsi herbal pada ibu dan bayi baru lahir.

Read online
File size346.13 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test