POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO

JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASESJOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES

Stunting merupakan salah satu masalah yang dapat menghambat perkembangan manusia secara nasional ataupun global. Stunting merupakan manifestasi jangka panjang faktor konsumsi diet berkualitas rendah, penyakit infeksi berulang, dan lingkungan. Penelitian ini untuk membuktikan teori tentang hubungan riwayat KEK dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Kabupaten Pasaman Tahun 2020. Penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 20-60 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Langsek Kadok Pasangan sejumlah 168 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem random sampling dengan jumlah sampel adalah 63 orang. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner untuk pengumpulan data riwayat pemberian ASI ekslusif, paritas, riwayat KEK, dan infeksi pada ibu. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa riwayat pemberian ASI ekslusif pada penelitian ini mencapai 52,38%, riwayat KEK selama masa kehamilan mencapai 73,01%, dan mayoritas anak pada penelitian ini cenderung tidak mengalami stunting yaitu 61,90%. Hasil uji chi square didapatkan nilai p = 0,000 pada variabel pemberian ASI ekslusif maupun riwayat KEK. Ada hubungan pemberian ASI ekslusif dan riwayat KEK selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Kabupaten Pasaman Tahun 2020.

Keterkaitan antara riwayat status gizi ibu (KEK) saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 24-60 bulan telah terbukti.Anak yang tidak menerima ASI eksklusif atau memiliki ibu dengan riwayat KEK semakin tinggi risiko mengalami stunting.Stunting ini perlu diantisipasi dengan campur rekayasa perawatan gizi yang optimal di masa kehamilan dan mengingatkan ibu untuk memberikan pemberian makanan tambahan sulit bagi anak setelah menyelesaikan ASI.Peningkatan pengetahuan dan perilaku pencipta perubahan intervensi dapat memperbaiki kesempatan stunting.

Saran penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti dampak program pemberian makanan tambahan (PMT) pada wanita hamil yang memiliki riwayat KEK terhadap rendahnya stunting setelah persalinan. Penelitian ini juga perlu mengeksplorasi faktor lain yang mencakup pendidikan ibu, pemahaman, sikap, dan faktor kualitas MP-ASI dalam penanggulangan stunting. Selain itu, kita dapat mengembangkan programasons motif dalam dapak penghematan sistem pengetahuan dan pengetahuan masyarakat secara umum dan petugas kesehatan tentang pemahaman yang tepat, pengawasan dan intervensi pencegahan stunting di masa kehamilan.

  1. Hubungan Riwayat KEK dan Pemberian ASI Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-60 Bulan... doi.org/10.52365/jond.v1i2.356Hubungan Riwayat KEK dan Pemberian ASI Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24 60 Bulan doi 10 52365 jond v1i2 356
Read online
File size838.22 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test