STIPASSTIPAS
Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral KateketikPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bagaimana tradisi “Maragat Tuak Bagot (menyadap nira aren) pada masyarakat Batak di wilayah Tapanuli Tengah mencerminkan imajinasi ekologis yang selaras dengan prinsip-prinsip Eko-Teologi Katolik (Laudato Si). Tradisi ini merupakan salah satu praktik kultural yang mengandung makna ekologis dan spiritual, di mana masyarakat Batak di Tapanuli Tengah memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan dan penuh hormat terhadap lingkungan. Melalui pendekatan Eko-Teologi Katolik, penelitian ini berupaya menggali nilai-nilai teologis yang terdapat dalam tradisi tersebut dan bagaimana nilai-nilai tersebut dihidupi oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi “Maragat Tuak Bagot tidak hanya memiliki fungsi sosial budaya tetapi juga memuat pesan-pesan ekologi yang mendalam. Praktik ini memuat refleksi tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, menghormati ciptaan, dan melibatkan dimensi spiritual. Selain itu, tradisi “Maragat Tuak Bagot juga merepresentasikan hubungan antara manusia dengan alam yang selaras dengan ajaran Eko-Teologi Katolik tentang tanggung jawab moral manusia untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya diskursus tentang ekologi dan teologi di Indonesia, serta menawarkan perspektif baru dalam upaya pelestarian lingkungan yang berbasis pada kearifan lokal dan nilai-nilai religius.
Dalam menggali makna ekologis dari tradisi maragat tuak bagot masyarakat Tapanuli Tengah, refleksi ini menemukan bahwa alam bukan sekadar latar pasif bagi kehidupan manusia, melainkan subjek spiritual yang hidup, yang darinya manusia belajar tentang batas, kesalingterhubungan, dan syukur.Di balik ritual penyadapan tuak, tersimpan narasi panjang mengenai penghormatan terhadap pohon bagot sebagai “tubuh alam yang memberi tanpa pamrih, sebagai simbol kehadiran Ilahi yang menyatu dalam setiap tetes kehidupan.Imajinasi ekologis dalam praktik ini bukanlah imajinasi yang abstrak, tetapi konkret dalam tindakan dan relasi sosial-komunal.Hal ini memperlihatkan bahwa tradisi lokal tidak sekadar menyimpan nilai-nilai ekologis, melainkan juga mengandung spiritualitas ekologis yang sejati, yakni sebuah iman yang bertubuh dalam tanah dan hidup dalam jaringan kehidupan.Tradisi maragat tuak bagot menawarkan lensa baru dalam memandang sakramentalitas ciptaan.Dalam perspektif ini, seluruh alam semesta tidak sekadar dianggap sebagai ciptaan Tuhan yang baik, melainkan sebagai ruang partisipatif di mana manusia, alam, dan Tuhan berdialog dalam keheningan dan tindakan.Hal ini mengarah pada pembentukan paradigma kosmoteandrik, yaitu kesadaran bahwa hidup sejatinya adalah relasi yang terus-menerus antara kosmos, manusia, dan Sang Ilahi.Dalam konteks krisis ekologis global, paradigma ini menjadi penting sebagai bentuk resistensi terhadap cara pandang antroposentris yang mengalienasi alam dari dimensi spiritualnya.Secara praktis, refleksi ini menekankan bahwa warisan kultural seperti maragat tuak bagot bukanlah peninggalan masa lalu yang perlu disakralkan dalam museum budaya, melainkan praktik hidup yang harus terus dihidupi dan dijaga.Nilai-nilai ekologis yang terkandung di dalamnya, pengelolaan sumber daya alam secara bijak, penghormatan terhadap ritme alam, serta penghargaan terhadap relasi komunal dapat dijadikan model alternatif pembangunan berkelanjutan yang lebih etis dan berakar pada nilai lokal.Lebih dari itu, praktik-praktik semacam ini dapat menjadi jalan konkret untuk mengintegrasikan iman dan ekologi dalam kehidupan sehari-hari umat Katolik, sekaligus membuka ruang bagi spiritualitas yang lebih bersahaja, membumi, dan inklusif.
Berdasarkan hasil penelitian dan refleksi yang telah dilakukan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Melakukan penelitian komprehensif tentang tradisi-tradisi ekologis lainnya di Nusantara, dengan menerapkan pendekatan eko-teologis Katolik dan epistemologi lokal. Masing-masing tradisi menyimpan kearifan spiritual dalam memperlakukan alam, sehingga penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman tentang hubungan antara iman, budaya, dan ekologi.. . 2. Menggali perbandingan antara ritus lokal seperti maragat tuak bagot dengan praktik-praktik sakramentali dalam Gereja Katolik. Perbandingan ini dapat memperdalam refleksi tentang materialitas yang disucikan dan spiritualitas yang membumi, serta memperkuat basis praksis dari teologi kontekstual.. . 3. Mengintegrasikan dimensi ekologi spiritual dalam kurikulum lembaga pendidikan, mengajarkan kepada generasi muda bahwa alam bukan objek eksploitasi, melainkan sesama ciptaan yang harus dihormati dan diajak bekerjasama dalam membangun masa depan yang adil dan lestari. Hal ini dapat menjadi dasar pendidikan lingkungan yang transformatif dan kontekstual.. . Dengan menggabungkan pendekatan eko-teologis Katolik, epistemologi lokal, dan studi komparatif, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memperkaya diskursus tentang ekologi dan teologi di Indonesia, serta menawarkan solusi yang lebih holistik dalam upaya pelestarian lingkungan yang berbasis pada kearifan lokal dan nilai-nilai religius.
- Dimensi Ekoteologis Ritual Roko Molas Poco dalam Tradisi Pembuatan Rumah Adat Masyarakat Manggarai –... doi.org/10.30631/35.01.1-24Dimensi Ekoteologis Ritual Roko Molas Poco dalam Tradisi Pembuatan Rumah Adat Masyarakat Manggarai Ae doi 10 30631 35 01 1 24
- Human’s and Nonhuman’s Negotiations after the Conversion of the Function of Mangrove Forests... doi.org/10.24071/ret.v12i1.7501HumanAos and NonhumanAos Negotiations after the Conversion of the Function of Mangrove Forests doi 10 24071 ret v12i1 7501
- KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA | Aceh... ojs.unimal.ac.id/AAJ/article/view/3121KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA Aceh ojs unimal ac AAJ article view 3121
| File size | 722.84 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
INAISINAIS Penelitian ini menunjukkan bahwa dualisme pengelolaan pendidikan Islam antara Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Rancajaya dan Sekolah Dasar Negeri (SDN)Penelitian ini menunjukkan bahwa dualisme pengelolaan pendidikan Islam antara Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Rancajaya dan Sekolah Dasar Negeri (SDN)
LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA (3) keterlibatan kiai kampung dalam medan sosial-politik lokal bersifat ambivalen: di satu sisi memperkuat harmoni dan etika publik melalui fungsi broker(3) keterlibatan kiai kampung dalam medan sosial-politik lokal bersifat ambivalen: di satu sisi memperkuat harmoni dan etika publik melalui fungsi broker
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Temuan ini menekankan pentingnya menjadikan PAI lebih menarik dan relevan serta melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat dalam pembentukan karakter siswa.Temuan ini menekankan pentingnya menjadikan PAI lebih menarik dan relevan serta melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat dalam pembentukan karakter siswa.
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Namun, faktanya, banyak siswa yang mengabaikan aturan dan aturan yang ada di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: 1) disiplinNamun, faktanya, banyak siswa yang mengabaikan aturan dan aturan yang ada di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: 1) disiplin
PRINPRIN Berdasarkan keseluruhan proses penulisan naskah dan produksi video feature “Melodi Bambu.menghidupkan Kembali Simfoni Tradisional, dapat disimpulkanBerdasarkan keseluruhan proses penulisan naskah dan produksi video feature “Melodi Bambu.menghidupkan Kembali Simfoni Tradisional, dapat disimpulkan
JURNALP4IJURNALP4I Dengan mengintegrasikan nilai-nilai inklusif seperti toleransi, keadilan, humanisme, dan penghargaan terhadap keberagaman, kurikulum PAI dapat menjadiDengan mengintegrasikan nilai-nilai inklusif seperti toleransi, keadilan, humanisme, dan penghargaan terhadap keberagaman, kurikulum PAI dapat menjadi
UMSUMS Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya mempertahankan hukum adat di era globalisasi, khususnya untuk memastikan bahwaTujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya mempertahankan hukum adat di era globalisasi, khususnya untuk memastikan bahwa
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan strategi efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak segala bentuk intoleransi sertaHasil penelitian diharapkan dapat menemukan strategi efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak segala bentuk intoleransi serta
Useful /
STIPASSTIPAS Pola relasi yang dibentuk oleh Yesus ini ialah relasi di dalam kasih. Dengan demikian tepatlah bila mana wajah Gereja di zaman sekarang menampilkan wajahPola relasi yang dibentuk oleh Yesus ini ialah relasi di dalam kasih. Dengan demikian tepatlah bila mana wajah Gereja di zaman sekarang menampilkan wajah
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Strategi yang efektif diperlukan adalah kepemimpinan visioner, pelatihan, dan pengembangan profesionalisme guru, serta penyediaan sarana dan prasaranaStrategi yang efektif diperlukan adalah kepemimpinan visioner, pelatihan, dan pengembangan profesionalisme guru, serta penyediaan sarana dan prasarana
INTELEKTUALINTELEKTUAL This study employs a quantitative approach, using surveys conducted at vocational high schools in Jakarta. A sample of 247 students was collected throughThis study employs a quantitative approach, using surveys conducted at vocational high schools in Jakarta. A sample of 247 students was collected through
STIPASSTIPAS Keluarga, melalui peran aktif orang tua, memainkan peranan penting dalam melindungi Generasi Z dari pengaruh paham agnostik. Paparan ideologi meragukanKeluarga, melalui peran aktif orang tua, memainkan peranan penting dalam melindungi Generasi Z dari pengaruh paham agnostik. Paparan ideologi meragukan