UNMUNM

Jurnal Psikologi Pendidikan dan KonselingJurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling

Coping skills merupakan kemampuan penting yang membantu mahasiswa menghadapi berbagai tantangan akademik selama proses perkuliahan. Tingginya tuntutan akademik, tekanan tugas, dan beragam permasalahan di perguruan tinggi menjadikan pemahaman mengenai coping skills mahasiswa penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat coping skills mahasiswa Bimbingan dan Konseling dalam menghadapi tantangan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 239 mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar. Instrumen yang digunakan adalah skala Brief-COPE yang dikembangkan oleh Carver (1997), diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Instrumen menunjukkan validitas konstruk yang memadai melalui analisis korelasi item–total (r ≥ 0,30) serta reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbachs Alpha sebesar 0,85. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi problem-focused coping, 45,0% mahasiswa berada pada kategori sedang, 30,0% tinggi, dan 25,0% rendah. Pada dimensi emotion-focused coping dimensi yang paling dominan 52,5% berada pada kategori tinggi, 32,5% sedang, dan 15,0% rendah. Pada dimensi less useful coping, 42,5% berada pada kategori sedang, 37,5% rendah, dan 20,0% tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa lebih banyak menggunakan strategi emotion-focused coping dibandingkan problem-focused coping dalam menghadapi tantangan akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan akademik dan psikologis di perguruan tinggi untuk memperkuat kemampuan coping mahasiswa. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi berbasis kampus yang berfokus pada penguatan coping skills, pengelolaan stres akademik, dan peningkatan resiliensi mahasiswa.

Penelitian terhadap 239 mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar menunjukkan profil yang kontras.sebagian besar mahasiswa menunjukkan regulasi emosional yang kuat (52,5% tinggi), namun kemampuan pemecahan masalah masih tidak konsisten (45% sedang).Selain itu, 62,5% mahasiswa masih menggunakan strategi coping yang tidak adaptif.Temuan ini menekankan perlunya mengalihkan fokus mahasiswa dari sekadar mengelola emosi menuju pengembangan perilaku pemecahan masalah yang aktif dan adaptif untuk meningkatkan kesiapan profesional mereka sebagai konselor.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk melacak perkembangan coping skills mahasiswa Bimbingan dan Konseling selama empat tahun studi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan strategi coping seiring waktu. Selanjutnya, diperlukan uji coba intervensi pelatihan coping berbasis blended learning yang menggabungkan modul daring dan lokakarya tatap muka, untuk menilai efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan kemampuan problem-focused coping serta mengurangi penggunaan strategi maladaptif. Terakhir, penelitian komparatif antar wilayah Indonesia diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor budaya regional terhadap pola coping mahasiswa Bimbingan dan Konseling, sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan konteks budaya yang spesifik.

Read online
File size438.71 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test