STAIN TDMSTAIN TDM

MAQASIDI: Jurnal Syariah dan HukumMAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum

Penelitian ini mengkaji efektivitas penegakan hukum terhadap perdagangan manusia oleh Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh melalui pendekatan preventif multidimensi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif‑empiris, penelitian menemukan bahwa kasus TPPO yang dicurigai di Aceh meningkat dari 3 kasus pada tahun 2023 menjadi 10 kasus pada Agustus 2025, dipicu oleh faktor kemiskinan, rendahnya literasi migrasi, dan janji upah tinggi melalui media sosial. Strategi penegakan hukum utama yang diterapkan meliputi verifikasi ketat dokumen perjalanan, yang berhasil mencegah penerbitan 473 paspor terkait potensi perdagangan manusia selama 2025, serta pembentukan 21 Desa Binaan Imigrasi dan Tim PORA untuk memantau warga asing. Meskipun langkah perlindungan telah diberikan melalui restitusi dan rehabilitasi sesuai standar hak asasi manusia, pelaksanaannya terhambat oleh kurangnya koordinasi antarlembaga, praktik suap dalam proses paspor, dan keterbatasan teknologi di daerah terpencil. Penelitian ini merekomendasikan transformasi metode kerja menuju prediksi dini dengan mengintegrasikan teknologi biometrik pengenalan wajah dan sidik jari, memperkuat koordinasi lintas sektoral, serta menerapkan kebijakan komprehensif untuk mengatasi penyebab kemiskinan dasar di pedesaan Aceh demi perlindungan berkelanjutan bagi pekerja migran potensial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh, telah menerapkan strategi multidimensi yang semakin efektif dalam pencegahan perdagangan orang melalui verifikasi dokumen perjalanan yang ketat, pembentukan Desa Binaan Imigrasi, dan Tim PORA, yang secara signifikan mengurangi migrasi tidak resmi.Namun, tantangan struktural seperti kemiskinan, pengaruh sosial, rekrutmen penipuan melalui media sosial, rendahnya literasi migrasi, serta koordinasi antarlembaga yang lemah dan korupsi dalam proses paspor masih menjadi faktor utama kerentanan terhadap perdagangan manusia.Oleh karena itu, diperlukan pergeseran dari pendekatan reaktif ke strategi preventif yang meliputi adopsi luas teknologi biometrik serta kebijakan sosioekonomi terintegrasi untuk mengurangi kemiskinan pedesaan di Aceh.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji sejauh mana teknologi biometrik seperti pengenalan wajah dan sidik jari dapat meningkatkan deteksi dini kasus perdagangan manusia pada pos pemeriksaan imigrasi di Aceh, dengan merancang studi eksperimen yang membandingkan tingkat keberhasilan sebelum dan sesudah penerapan teknologi tersebut. Selain itu, penting untuk menyelidiki efektivitas mekanisme koordinasi antarlembaga, misalnya pembentukan tim kerja bersama antara Imigrasi, Kepolisian, dan Kementerian Ketenagakerjaan, dalam mengurangi praktik korupsi dan meningkatkan integritas proses paspor, melalui analisis kualitatif wawancara dan survei terhadap petugas dan pengguna layanan. Selanjutnya, penelitian dapat menilai dampak program pembangunan ekonomi terintegrasi, seperti pemberian mikrokrédit, pelatihan keterampilan, dan peningkatan literasi migrasi, terhadap penurunan kerentanan komunitas pedesaan di Aceh terhadap perekrutan ilegal, dengan menggunakan metode survei longitudinal dan analisis statistik untuk mengidentifikasi perubahan tingkat kejadian perdagangan manusia selama periode intervensi.

Read online
File size241.24 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test