STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Paparan sinar matahari yang mengandung sinar radiasi UV B tanpa perlindungan dapat menyebabkan terjadinya sunburn baik akut maupun kronis. Senyawa polifenol yang terkandung di dalam ekstrak bunga rosella merah (ER1), rosella ungu (ER2) dan telang (ET) memiliki aktifitas fotoprotektor terhadap sinar UV termasuk UV B. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai SPF dan kandungan senyawa fenolik (TPC) dan flavonoid total (TFC) pada masing-masing ekstrak secara in vitro serta menganalisis korelasi ketiganya. Uji in vitro dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan analisis korelasinya mengguankan statistik metode two-tailed pearson, pengeplotan grafik dan analisis nilai r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,8% ER1 dan ER2 memiliki nilai SPF maksimal, sedangkan ET memiliki nilai SPF ultra. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara nilai SPF dengan TPC dan TFC pada ekstrak dan ketiganya sebanding dengan konsentrasinya. Semakin tinggi konsentrasi masing-masing ekstrak yang digunakan maka akan semakin tinggi pula jumlah TPC dan TFCnya, sehingga semakin meningkatkan nilai SPFnya. Kandungan senyawa fenolik yang terkandung dalam ER1 dan ER2 kemungkinan lebih berkontribusi sebagai agen fotoprotektor terhadap sinar UV B dibanding senyawa flavonoidnya. Sedangkan pada ET senyawa yang berkontribusi kemungkinan adalah keduanya.

Ekstrak rosella merah dan ungu (ER1 dan ER2) memiliki nilai SPF sebesar 10,795 ± 0,003 dan 14,794 ± 0,018 pada konsentrasi 0,80% yang masuk dalam kategori maksimal.Sedangkan ekstrak telang (ET) pada akonsentrasi yang sama memiliki nilai SPF sebesar 17,183 ± 0,015 yang masuk dalam kategori ultra.Terdapat korelasi positif yang kuat antara nilai SPF dengan kandungan senyawa polifenol totalnya yaitu senyawa fenolik (TPC) dan flavonoidnya (TFC) pada ketiga ekstrak.Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka akan semakin tinggi pula kandungan senyawa polifenolnya sehingga meningkatkan nilai SPFnya.Senyawa fenolik dalam ER1 dan ER2 kemungkinan lebih berkontribusi sebagai agen fotoprotektor UV B, sedangkan pada ET kontribusi senyawa fenolik dan flavonoidnya sama besar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menguji potensi ekstrak rosella dan telang sebagai agen fotoprotektor UV B dengan metode lain untuk range sinar UV yang lebih luas, sehingga dapat diperoleh gambaran potensi dan keamanannya yang lebih baik dan lengkap untuk dikembangkan sebagai sediaan tabir surya. 2. Melakukan kajian lebih lanjut terkait aktifitas ekstrak rosella sebagai fotoprotektor, terutama pada mekanisme pertahanan pertama yaitu penyerapan sinar UV dan pelepasannya pada energi yang lebih rendah. 3. Meneliti lebih lanjut tentang kontribusi senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak telang sebagai agen fotoprotektor UV B, mengingat kandungan TPC dan TFC dalam ekstrak hampir sama, namun jumlahnya lebih banyak sehingga memiliki peran yang besar dalam penyerapan sinar UV B.

  1. ANALISIS KORELASI NILAI SPF DAN KANDUNGAN SENYAWA POLIFENOL TOTAL EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscuss sabdariffa... e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIIS/article/view/2300ANALISIS KORELASI NILAI SPF DAN KANDUNGAN SENYAWA POLIFENOL TOTAL EKSTRAK BUNGA ROSELLA Hibiscuss sabdariffa e jurnal stikes isfi ac index php JIIS article view 2300
  2. ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF TELANG FLOWER (Clitoria ternatea L.) IN SERUM PREPARATION WITH DPPH METHOD... journal-jps.com/jps_backup/salmanjps/index.php/jps/article/view/131ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF TELANG FLOWER Clitoria ternatea L IN SERUM PREPARATION WITH DPPH METHOD journal jps jps backup salmanjps index php jps article view 131
Read online
File size436.95 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test