UNRIUNRI
Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan SosialPenelitian ini bertujuan menganalisis proses lokalisasi norma perlindungan pengungsi di Jerman pada masa kepemimpinan Angela Merkel dengan menggunakan teori Norm Localization dari Amitav Acharya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan untuk mengkaji dokumen internasional, kebijakan regional Uni Eropa, serta respons domestik Jerman terhadap krisis pengungsi tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan norma perlindungan pengungsi tidak berlangsung secara linear, melainkan melalui proses negosiasi antara norma global dan nilai lokal. Hambatan utama muncul dari resistensi sosial, peningkatan xenofobia, serta tekanan politik dari kelompok populis. Selain itu, implementasi kebijakan suaka Uni Eropa ketidakseimbangan memperberat beban Jerman dalam menerima pengungsi. Meskipun demikian, aktor lokal seperti organisasi masyarakat sipil dan institusi keagamaan berperan penting dalam memperkuat penerimaan norma, sehingga Jerman tetap mampu melokalisasi norma tersebut melalui proses adaptasi dan pelembagaan kebijakan.
Proses lokalisasi norma perlindungan pengungsi di Jerman pada masa Angela Merkel merupakan negosiasi kompleks antara norma internasional, nilai lokal, dan dinamika politik domestik, menghadapi tantangan dari resistensi sosial, xenofobia, populisme, dan ketidakseimbangan implementasi sistem suaka Uni Eropa.Meskipun demikian, Jerman mampu menyesuaikan norma tersebut melalui adaptasi yang dibingkai sebagai bagian dari identitas nasional humanis, didukung oleh peran krusial aktor-aktor lokal seperti organisasi masyarakat sipil dan institusi keagamaan.Hal ini menghasilkan penerimaan norma secara parsial yang kuat, di mana norma global dilembagakan setelah disesuaikan dengan konteks lokal Jerman, namun tetap menyisakan ruang bagi resistensi politik dan sosial.
Penelitian ini telah memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana norma perlindungan pengungsi mengalami lokalisasi di Jerman pada masa kepemimpinan Angela Merkel, menunjukkan adanya proses negosiasi kompleks antara norma global dan nilai lokal. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang dapat dieksplorasi guna memperkaya pemahaman kita. Pertama, mengingat studi ini terfokus pada era Merkel, sebuah penelitian komparatif atau longitudinal yang meneliti dinamika lokalisasi norma pasca-kepemimpinan Merkel akan sangat berharga. Ini dapat mengkaji bagaimana perubahan pemerintahan dan iklim politik global memengaruhi penerimaan serta adaptasi norma perlindungan pengungsi di Jerman, terutama dalam menghadapi gelombang migrasi atau krisis baru. Kedua, karena peran vital aktor lokal seperti organisasi masyarakat sipil dan institusi keagamaan disorot, penelitian lebih lanjut dapat menganalisis secara spesifik mekanisme dan efektivitas intervensi mereka dalam jangka panjang. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah: bagaimana strategi aktor lokal ini berinteraksi dengan kebijakan pemerintah federal dan regional, dan seberapa besar kontribusi mereka terhadap integrasi sosial pengungsi serta mitigasi xenofobia secara berkelanjutan? Ketiga, dengan adanya tantangan dari ketidakseimbangan implementasi Common European Asylum System (CEAS) di Uni Eropa, riset mendatang dapat mengeksplorasi model-model reformasi kebijakan suaka di tingkat regional. Penelitian ini bisa menganalisis bagaimana sistem pembagian beban yang lebih proporsional dapat dirancang, serta dampaknya terhadap proses lokalisasi norma di negara-negara anggota yang mengalami tekanan serupa dengan Jerman. Ide-ide penelitian ini akan memperdalam pemahaman kita tentang kompleksitas lokalisasi norma dan implikasinya terhadap tata kelola migrasi internasional.
- Serving the same masters while competing: Common ownership of listed companies in Iceland | Icelandic... doi.org/10.13177/irpa.a.2017.13.1.2Serving the same masters while competing Common ownership of listed companies in Iceland Icelandic doi 10 13177 irpa a 2017 13 1 2
- What Is Qualitative Research? An Overview and Guidelines - Weng Marc Lim, 2025. qualitative research... journals.sagepub.com/doi/10.1177/14413582241264619What Is Qualitative Research An Overview and Guidelines Weng Marc Lim 2025 qualitative research journals sagepub doi 10 1177 14413582241264619
| File size | 333.52 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRIUNRI Implikasi praktisnya adalah perlunya penguatan regulasi bukti digital, peningkatan kapasitas SDM, serta pemerataan infrastruktur agar e-Court benar-benarImplikasi praktisnya adalah perlunya penguatan regulasi bukti digital, peningkatan kapasitas SDM, serta pemerataan infrastruktur agar e-Court benar-benar
UNRIUNRI Dengan upaya yang berkelanjutan, seperti tambahan pelatihan dan bimbingan di masa depan, program ini memiliki potensi untuk terus memperkuat pembentukanDengan upaya yang berkelanjutan, seperti tambahan pelatihan dan bimbingan di masa depan, program ini memiliki potensi untuk terus memperkuat pembentukan
UNRIUNRI Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan metode library research, penelitian ini menganalisis proses terbentuknya, karakteristik, keunggulan,Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan metode library research, penelitian ini menganalisis proses terbentuknya, karakteristik, keunggulan,
UNRIUNRI Faktor media sosial juga memperkuat polarisasi antara masyarakat lokal dan pengungsi melalui penyebaran stigma dan ujaran kebencian. Oleh karena itu, dibutuhkanFaktor media sosial juga memperkuat polarisasi antara masyarakat lokal dan pengungsi melalui penyebaran stigma dan ujaran kebencian. Oleh karena itu, dibutuhkan
UNRIUNRI Dari delapan jenis pajak daerah yang dipungut, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Pajak ReklameDari delapan jenis pajak daerah yang dipungut, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Pajak Reklame
UNRIUNRI Dengan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dari analisis lima indikator yang peneliti lakukanDengan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dari analisis lima indikator yang peneliti lakukan
UNRIUNRI Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan lapangan yang dilakukan dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya data dilapangan melalui metode wawancara,Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan lapangan yang dilakukan dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya data dilapangan melalui metode wawancara,
UNRIUNRI Strategi Pemerintah dalam pencegahan stunting terbagi tiga, yang pertama tujuan, kedua lingkungan dan ketiga aksi. Strategi Pemerintah Kabupaten BengkalisStrategi Pemerintah dalam pencegahan stunting terbagi tiga, yang pertama tujuan, kedua lingkungan dan ketiga aksi. Strategi Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Useful /
UNRIUNRI Pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan keikutsertaan pada program imunisasi, sedangkan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatanPengetahuan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan keikutsertaan pada program imunisasi, sedangkan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan
STIABENGKULUSTIABENGKULU Keberhasilan kegiatan ini ditandai dengan kemampuan pemilik kue tat bu Rika dalam memasarkan produk, mengambil gambar produk yang menarik, dan mengoperasikanKeberhasilan kegiatan ini ditandai dengan kemampuan pemilik kue tat bu Rika dalam memasarkan produk, mengambil gambar produk yang menarik, dan mengoperasikan
UNRIUNRI Selain itu, untuk memastikan penerapan budaya kerja dalam pekerjaan sehari-hari, komitmen manajemen sangat penting. Secara keseluruhan, penelitian iniSelain itu, untuk memastikan penerapan budaya kerja dalam pekerjaan sehari-hari, komitmen manajemen sangat penting. Secara keseluruhan, penelitian ini
UNRIUNRI Akuntabilitas yang ketat, melalui batasan sumbangan dan kewajiban pelaporan, juga mengurangi pengaruh uang dalam politik, mendorong persaingan yang adilAkuntabilitas yang ketat, melalui batasan sumbangan dan kewajiban pelaporan, juga mengurangi pengaruh uang dalam politik, mendorong persaingan yang adil