UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Alat Pelindung Diri (APD) mempunyai peranan yang sangat penting bagi tenaga kesehatan. Salah satunya di Puskesmas Maiwa tenaga kesehatan masih belum patuh dalam penggunaan APD tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan APD pada tenaga kesehatan di Puskesmas Maiwa dan juga mengetahui faktor - faktor apa yang mempengaruhi ketidakpatuhan dalam penggunaan APD pada tenaga kesehatan di Puskesmas Maiwa. Dalam penelitian ini, tenaga kesehatan menjadi sasaran penelitian yang berjumlah 63 orang dengan teknik pengumpulan sampel yaitu total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, kuesioner, dan observasi. Serta teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan realibilitas, uji bivariat dan univariat, dan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan tenaga kesehatan, terbukti Nilai signifikasi 0,001 (p-<0,05). Pengaruh kenyamanan dan kepatuhan dibuktikan dengan nilai signifikasi 0,005 (p<0,05), pengaruh pengawasan dengan kepatuhan dibuktikan dengan nilai 0,001 (p<0,05).

Semua ketiga faktor yang dievaluasi (pengetahuan, kenyamanan, dan pengawasan) berkorelasi positif dengan kepatuhan tenaga kesehatan.Intervensi yang menyeluruh, termasuk peningkatan pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung, dan memastikan adanya pengawasan yang efektif dan konstruktif, diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan.Orang yang bekerja di bidang kesehatan yang memiliki pengetahuan yang baik, merasa nyaman di tempat kerja mereka, dan menerima pengawasan yang memadai cenderung lebih patuh.

Untuk memperkaya pemahaman tentang kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada tenaga kesehatan, penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan geografis. Alih-alih hanya berfokus pada satu puskesmas, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi perbandingan di berbagai jenis fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik swasta, serta di wilayah yang berbeda untuk melihat apakah faktor pengetahuan, kenyamanan, dan pengawasan memiliki pengaruh yang sama atau bervariasi. Penelitian lanjutan juga dapat menggali lebih dalam aspek kualitatif, misalnya melalui wawancara mendalam, untuk memahami alasan-alasan di balik ketidakpatuhan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan baik, atau mengapa sebagian orang tetap patuh meskipun pengawasan kurang. Ini bisa mengungkap faktor psikologis atau motivasi intrinsik yang belum teridentifikasi. Selain itu, mengingat isu kenyamanan APD yang sering disebut sebagai penghambat kepatuhan, studi tentang inovasi desain APD yang lebih ergonomis dan sesuai dengan kondisi iklim Indonesia akan sangat relevan. Penelitian ini dapat menguji prototipe APD baru dan mengevaluasi dampaknya terhadap persepsi kenyamanan serta tingkat kepatuhan jangka panjang dari para tenaga kesehatan, dengan tujuan akhir menciptakan APD yang tidak hanya protektif tetapi juga nyaman digunakan sehari-hari. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh dan solusi yang lebih aplikatif.

  1. Compliance with standard safety precautions and associated factors among health care workers in Hawassa... doi.org/10.1371/journal.pone.0239744Compliance with standard safety precautions and associated factors among health care workers in Hawassa doi 10 1371 journal pone 0239744
  2. Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Keselamatan Kerja pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas... doi.org/10.46730/japs.v6i1.167Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri APD Terhadap Keselamatan Kerja pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas doi 10 46730 japs v6i1 167
Read online
File size216.22 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test