UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana peran kepala dusun dalam mendukung tugas penghulu di Kampung Belutu, Kecamatan Kandis. Dalam penelitian ini, digunakan teori Pratina (Salsabila, 2023:28) yang mencakup empat indikator peran, yaitu otoritas, tanggung jawab, kejelasan tujuan, serta lingkup pekerjaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan didapat bahwa kepala dusun kandista tidak pernah datang ke kantor dan belum melaksanakan tugasnya dengan baik seperti melakukan gotong royong dan musyawarah ditingkat dusun yang dipimpin. Oleh karena itu, peran kepada dusun dalam membantu tugas penghulu belum dilaksanakan dengan baik atau belum optimal.

Hal ini ditandai dengan analisis terhadap empat indikator yaitu, indikator wewenang, indikator tanggung jawab, indikator kejelasan tujuan, dan indikator cakupan pekerjaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor struktural, sosial, dan budaya yang memengaruhi efektivitas kepala dusun dalam mengkoordinasikan kegiatan gotong‑royong serta musyawarah di tingkat dusun, dengan menggunakan pendekatan mixed‑methods untuk memperoleh gambaran menyeluruh. Studi kuantitatif yang menguji keberhasilan program pelatihan kepemimpinan bagi kepala dusun dapat menilai sejauh mana peningkatan kompetensi administratif dan komunikatif berkontribusi pada peningkatan kinerja mereka dalam mendukung tugas penghulu, serta mengidentifikasi elemen pelatihan yang paling berpengaruh. Penelitian kualitatif longitudinal dapat menelusuri dampak penggunaan teknologi informasi, seperti aplikasi mobile atau platform digital, dalam memperlancar pertukaran informasi antara kepala dusun, penghulu, dan warga, serta mengukur pengaruhnya terhadap partisipasi masyarakat dan efektivitas pelayanan publik. Selain itu, analisis komparatif antara dusun yang telah mengimplementasikan mekanisme koordinasi formal dengan dusun yang masih mengandalkan pendekatan informal dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi secara lebih luas oleh pemerintah desa. Dengan mengintegrasikan temuan dari keempat studi tersebut, peneliti dapat merumuskan model operasional yang optimal bagi kepala dusun dalam melaksanakan peran penghubung, fasilitator, dan motivator, sehingga kontribusi mereka terhadap tugas penghulu dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Read online
File size326.57 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test