UNUSIAUNUSIA

PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatPRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Tingginya angka backlog perumahan dan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di DKI Jakarta menjadi tantangan serius yang diperumit oleh ketiadaan data terintegrasi by-name-by-address sebagai dasar kebijakan. Menjawab temuan BPK dan amanat Rapergub RP3KP, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan pemetaan RTLH serta mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat. Kegiatan ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif di 16 RW se-Kelurahan Kapuk. Hasil kegiatan berhasil memetakan 12.355 bangunan yang dihuni oleh 24.316 Kepala Keluarga (82.257 jiwa). Selain itu, teridentifikasi dua masalah infrastruktur krusial: (1) sistem drainase yang tidak memadai akibat penyumbatan dan kapasitas yang kecil sehingga menyebabkan banjir lokal, dan (2) tidak adanya Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang aman. Data hasil kegiatan ini menyediakan basis data terpadu bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai landasan empiris untuk merumuskan kebijakan penanganan RTLH dan program perbaikan lingkungan yang tepat sasaran di Kelurahan Kapuk.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui survei pendataan di 16 RW Kelurahan Kapuk telah berhasil mencapai tujuannya secara efektif.Kegiatan ini berhasil menghasilkan basis data kuantitatif yang komprehensif, terperinci, dan terintegrasi by-name-by-address, dengan total 24.Selain itu, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi dua permasalahan infrastruktur vital yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.(1) sistem drainase yang tidak memadai, menjadi penyebab utama banjir lokal yang rutin terjadi.dan (2) defisiensi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), yang mengancam keselamatan dan menghambat perkembangan sosial anak-anak.

Berdasarkan temuan dan kesimpulan di atas, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model intervensi penanganan RTLH yang telah diterapkan di wilayah lain, dengan mempertimbangkan karakteristik unik Kelurahan Kapuk. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan indikator keberlanjutan lingkungan permukiman yang terintegrasi, mencakup aspek fisik, sosial, dan ekonomi, untuk memantau dampak program penanganan RTLH secara holistik. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi proses pendataan dan pengelolaan data RTLH, misalnya melalui pengembangan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan sistem informasi geografis (SIG).

Read online
File size610.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test