POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR

Masip: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik TerapanMasip: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik Terapan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika kemiskinan dan kesenjangan pendapatan sebagai indikator utama kesejahteraan masyarakat dalam proses pembangunan ekonomi daerah. Kota Medan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di wilayah barat Indonesia mengalami proses pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 yang berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan serta pola tren tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio di Kota Medan selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif melalui analisis tren terhadap data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Medan cenderung mengalami penurunan secara bertahap dari 8,34 persen pada tahun 2021 menjadi 7,25 persen pada tahun 2025. Pada periode yang sama, nilai Gini Ratio juga mengalami penurunan dari 0,402 menjadi 0,305 yang menunjukkan adanya perbaikan dalam pemerataan distribusi pendapatan masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa proses pemulihan ekonomi di Kota Medan tidak hanya berdampak pada penurunan kemiskinan, tetapi juga diikuti dengan penurunan tingkat ketimpangan pendapatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi daerah mulai mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Berdasarkan hasil analisis tren terhadap data Badan Pusat Statistik Kota Medan periode 2021–2025, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Medan cenderung mengalami penurunan secara bertahap setelah mengalami peningkatan pada tahun 2021 akibat dampak pandemi COVID-19.Persentase kemiskinan menurun dari 8,34 persen pada tahun 2021 menjadi 7,25 persen pada tahun 2025.Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio mengalami tren penurunan dari 0,402 pada tahun 2021 menjadi 0,305 pada tahun 2025.Secara keseluruhan, dinamika data menunjukkan bahwa setelah tahun 2021 penurunan tingkat kemiskinan diikuti oleh penurunan ketimpangan pendapatan, yang mengindikasikan bahwa proses pemulihan ekonomi di Kota Medan mulai mengarah pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.

Berdasarkan temuan penelitian ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, seperti peningkatan kesempatan kerja, pengembangan UMKM, serta optimalisasi program perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan periode data yang lebih panjang serta metode analisis yang lebih komprehensif, seperti analisis ekonometrika atau regresi, sehingga hubungan antara kesenjangan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat kemiskinan dapat dianalisis secara lebih mendalam dan akurat. Lebih lanjut, penelitian dapat mengkaji dampak kebijakan upah minimum terhadap distribusi pendapatan dan kemiskinan, dengan mempertimbangkan sektor-sektor ekonomi yang berbeda dan karakteristik tenaga kerja yang beragam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran inovasi teknologi dan digitalisasi dalam meningkatkan produktivitas UMKM dan menciptakan lapangan kerja baru, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  1. Dinamika Kesenjangan Pendapatan dan Tingkat Kemiskinanan di Kota Medan: Analisis Trend Periode 2021 -... doi.org/10.59061/masip.v4i1.1389Dinamika Kesenjangan Pendapatan dan Tingkat Kemiskinanan di Kota Medan Analisis Trend Periode 2021 doi 10 59061 masip v4i1 1389
Read online
File size563.29 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test