NURUL FIKRINURUL FIKRI

DBESTI: Journal of Digital Business and Technology InnovationDBESTI: Journal of Digital Business and Technology Innovation

Pertumbuhan penduduk di Jakarta yang semakin meningkat turut membuat permintaan akan kebutuhan tempat tinggal, termasuk kos-kosan menjadi melonjak. Lonjakan permintaan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan aplikasi dan situs web penyedia informasi dan layanan terkait kos-kosan dalam mengelola aktivitas user di dalam sistem. Oleh karenanya, peneliti mencoba untuk melakukan reengineering aplikasi kos yang telah ada dengan menggunakan model microservice. Penelitian ini membahas reengineering aplikasi kos backend dari model monolitik ke microservice dengan studi kasus pada Kos Jenggot. Metode pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Extreme Programming (XP) dengan metode pengujian yakni menggunakan blackbox testing dan performance testing. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih unggul menggunakan model microservice dibandingkan model monolitik, dengan hasil blackbox testing sebesar 100% fitur dapat berjalan baik melalui performa untuk scenario paling besar yakni beban akses 200 user dalam waktu 100 detik yang memiliki total eror 100% untuk model monolitik dan 40% untuk model microservice. Dari hasil tersebut diperoleh, bahwa efektifitas penggunaan model microservice pada reengineering aplikasi kos ini lebih unggul dibandingkan model monolitik.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa kesimpulan sebagai berikut.Melakukan reengineering backend web dari monolit ke microservice menggunakan Framework Laravel merupakan salah satu solusi yang memberikan dampak positif khususnya pada kinerja aplikasi yang telah dirancang sehingga memudahkan user tanpa harus menunggu terlalu lama ketika aplikasi hendak diakses oleh banyak user dan dapat dilihat dari hasil setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan locust tools pada scenario pertama mendapatkan 1.7 RPS (Request per-second) dengan stabil dengan tingkat failures 0%.Untuk beberapa perbedaan antara penggunaan arsitektur monolitik dan microservice pada penelitian ini yang terletak pada tingkat kinerja aplikasi yang dirancang, dimana aplikasi yang menggunakan arsitektur microservice memiliki performa lebih baik dibandingkan menerapkan arsitektur monolitik.Hal tersebut dibuktikan pada saat pengujian kinerja aplikasi menggunakan locust untuk melihat kekuatan aplikasi pada saat menerima beban yang tinggi ketika diakses oleh banyak user.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi model microservice dengan teknologi containerization seperti Docker dan Kubernetes untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi sumber daya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada implementasi strategi monitoring dan logging terpusat untuk memantau kesehatan dan kinerja setiap microservice secara real-time. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi penggunaan message queue seperti RabbitMQ atau Kafka untuk mengimplementasikan komunikasi asynchronous antar microservice, sehingga meningkatkan ketahanan dan responsivitas sistem secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan pengembangan aplikasi berbasis microservice dapat menjadi lebih terstruktur, efisien, dan mudah dikelola, serta mampu memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Read online
File size904.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test