UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self‑efficacy dan kecerdasan emosional dengan kemandirian remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X‑XI MA Bahr Ulum Kupang Jetis Mojokerto tahun ajaran 2012‑2013. Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan model skala Likert dengan variabel self‑efficacy dan kecerdasan emosional. Analisis data menggunakan regresi dan parsial. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara self‑efficacy dan kecerdasan emosional dengan kemandirian (nilai F = 6,856, p = 0,002), ada hubungan antara self‑efficacy dan kemandirian (t = 3,312, p = 0,002), namun tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan kemandirian (t = -1,885, p = 0,064). Koefisien β₀ = 135,057, β₁ = 0,374, β₂ = -0,213 dengan kontribusi efektif sebesar 17,4%.

Terdapat hubungan antara self‑efficacy dan kecerdasan emosional dengan kemandirian remaja.Tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemandirian.

Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh variabel mediasi seperti motivasi intrinsik dan regulasi emosional terhadap hubungan antara self‑efficacy dan kemandirian remaja. Penelitian dapat memperluas populasi dengan melibatkan siswa dari berbagai jenis sekolah (negeri, swasta) dan jurusan berbeda untuk melihat perbedaan faktor‑faktor tersebut. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan self‑efficacy, kecerdasan emosional, dan kemandirian selama tiga sampai lima tahun masa remaja. Pendekatan campuran (mixed‑methods) dapat ditambahkan dengan wawancara mendalam untuk memahami mekanisme psikologis di balik temuan kuantitatif. Analisis multilevel dapat dipakai untuk menguji peran faktor kontekstual sekolah dan keluarga sebagai moderator hubungan variabel‑variabel utama. Penelitian dapat menyertakan variabel tambahan seperti kepribadian, kematangan sosial, dan strategi belajar untuk mengevaluasi kontribusi relatifnya terhadap kemandirian. Eksperimen intervensi berbasis pelatihan self‑efficacy dan program pengembangan kecerdasan emosional dapat diujicobakan untuk melihat dampaknya pada peningkatan kemandirian. Penggunaan instrumen yang terstandarisasi dan validasi skala kemandirian pada populasi remaja Indonesia dapat meningkatkan keakuratan hasil. Hasil‑hasil tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor‑faktor yang mempengaruhi kemandirian remaja serta rekomendasi kebijakan pendidikan.

Read online
File size149.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test