UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada remaja khususnya di SMP Cita Hati Surabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampel acak proporsional sederhana. Peneliti menentukan sampel dengan cara pengundian mengambil 2 kelas di setiap level (2 kelas dari kelas 7 dan 2 kelas dari kelas 8) dan diperoleh jumlah siswa 96. Hasil penelitian dengan analisa regresi menggunakan SPSS 20 menunjukkan harga koefisien F = 111,993 pada p = 0,000 (p < 0,01). Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel pola asuh demokratis dan kecerdasan emosional berkorelasi sangat signifikan dengan variabel perilaku prososial. Sumbangan efektif kedua variabel X terhadap Y ditunjukkan dari harga R2= 0,707 yang berarti variabel pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 70,7% terhadap perilaku prososial. Secara parsial, hasil perhitungan statistik menunjukkan harga t = 5,965 pada p = 0,000 (p < 0,05) untuk korelasi antara variabel pola asuh demokratis dengan perilaku prososial. Harga t = 2,961 pada p = 0,008 (p < 0,05) untuk korelasi antara variabel kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, artinya, secara parsial variabel pola asuh demokratis berkorelasi dan variabel kecerdasan emosi juga berkorelasi sangat signifikan dengan perilaku prososial.

Penelitian ini membuktikan bahwa pola asuh demokratis orang tua dan tingkat kecerdasan emosional secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap perilaku prososial remaja, dengan nilai determinasi sebesar 0,707 yang menunjukkan bahwa 70,7 % varians perilaku prososial dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut.Analisis parsial memperlihatkan bahwa masing‑masing variabel juga berpengaruh positif dan signifikan, dimana pola asuh demokratis menghasilkan koefisien t = 5,965 (p < 0,05) dan kecerdasan emosional menghasilkan koefisien t = 2,961 (p < 0,05) terhadap perilaku prososial.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya interaksi antara gaya pengasuhan yang mengedepakan dialog dan kebebasan dengan kemampuan regulasi emosional dalam membentuk sikap membantu, kerjasama, dan empati pada remaja.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran mediasi empati sebagai mekanisme yang menjembatani pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial pada remaja, dengan menguji apakah tingkat empati memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut. Selain itu, desain longitudinal yang melacak perubahan pola asuh demokratis, kecerdasan emosional, dan perilaku prososial selama periode tiga hingga lima tahun dapat memberikan wawasan tentang dinamika perkembangan dan kemungkinan efek kumulatif dari interaksi kedua variabel sepanjang masa remaja. Selanjutnya, dampak penggunaan media digital, khususnya platform media sosial, terhadap hubungan antara gaya pengasuhan demokratis, regulasi emosional, dan tindakan prososial perlu diinvestigasi, mengingat perubahan pola interaksi sosial remaja di era teknologi. Penelitian juga dapat memperluas sampel ke sekolah-sekolah di wilayah geografis berbeda serta mempertimbangkan faktor budaya lokal untuk menilai generalisasi temuan. Akhirnya, pendekatan campuran yang menggabungkan metode kuantitatif dengan wawancara mendalam dapat mengungkap konteks psikososial yang melatarbelakangi variasi perilaku prososial di antara remaja.

Read online
File size78.32 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test