UNUSIAUNUSIA
AL WASATH Jurnal Ilmu HukumAL WASATH Jurnal Ilmu HukumBuku : A Comparative Analysis of Judicial Transparency and Legitimacy (2004) karya Mitchel de S.-O.-lE. Lasser merupakan telaah kritis dan mendalam terhadap dinamika deliberasi yudisial dalam tiga sistem hukum utama dunia: Amerika Serikat, Prancis, dan European Court of Justice (ECJ). Lasser mengeksplorasi bagaimana masing-masing sistem membentuk, menyembunyikan, atau mengekspresikan proses internal deliberasi hakim, serta bagaimana praktik tersebut berdampak pada legitimasi institusi peradilan di mata publik. Melalui pendekatan naratif dan analisis diskursif, Lasser menunjukkan bahwa deliberasi tidak hanya merupakan mekanisme pengambilan keputusan hakim, tetapi juga strategi institusional untuk mengelola kekuasaan, otoritas, dan transparansi. Buku ini membuka ruang refleksi baru tentang hubungan antara bentuk deliberasi, budaya hukum, dan kepercayaan publik terhadap pengadilan dalam konteks demokrasi modern dan integrasi supranasional. Review ini mengulas gagasan utama Lasser, membandingkan praktik deliberatif di ketiga yurisdiksi serta menyoroti implikasinya bagi wacana reformasi dan legitimasi peradilan kontemporer.
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah keberaniannya untuk menantang asumsi universal tentang transparansi dalam peradilan.Lasser menunjukkan bahwa transparansi bukanlah nilai netral yang selalu memperkuat legitimasi.Dalam beberapa konteks, seperti sistem peradilan Perancis, kerahasiaan deliberasi justru membantu mempertahankan wibawa pengadilan dan menghindari politisasi putusan.Ia mengajukan pertanyaan yang provokatif namun mendalam.apakah terlalu banyak transparansi bisa merusak kepercayaan publik karena memperlihatkan konflik dan ketidaksepakatan antar hakim.Dengan kata lain, Lasser tidak sekadar membandingkan praktik pengambilan putusan hakim, tetapi mengajak pembaca mengevaluasi kembali nilai-nilai dasar dalam sistem peradilan.
Berdasarkan analisis yang mendalam mengenai praktik deliberasi di berbagai sistem hukum, penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana teknologi digital, seperti sistem pemungutan suara elektronik dan platform diskusi online, dapat memengaruhi proses deliberasi yudisial dan dampaknya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor budaya dan sosial, seperti tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan norma-norma komunikasi, memengaruhi preferensi masyarakat terhadap tingkat transparansi dalam proses pengambilan keputusan peradilan. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki bagaimana praktik deliberasi yudisial yang adaptif dan responsif terhadap perubahan sosial dapat berkontribusi pada peningkatan legitimasi dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di era digital.
| File size | 1.48 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana bukan hanya elemen pendukung fisik, melainkan komponen fundamental dalam mewujudkanSecara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana bukan hanya elemen pendukung fisik, melainkan komponen fundamental dalam mewujudkan
YAYASANBHZYAYASANBHZ Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai PAI dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah dapat dilakukan melalui penetapan tujuanHasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai PAI dalam desain materi dan kurikulum dakwah Islamiyah dapat dilakukan melalui penetapan tujuan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pengembangan kesadaran diri secara mendalam ke dalam kurikulum, agar tidak hanya menghasilkan pemahaman kognitif,Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pengembangan kesadaran diri secara mendalam ke dalam kurikulum, agar tidak hanya menghasilkan pemahaman kognitif,
UNESAUNESA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya group decision making skills siswa yang disebabkan oleh penggunaan model, metode, dan media pembelajaranPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya group decision making skills siswa yang disebabkan oleh penggunaan model, metode, dan media pembelajaran
JURNALP4IJURNALP4I Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif berbagai komponen dan model pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yangPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif berbagai komponen dan model pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang
UNESAUNESA Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D oleh (Thiagarajan 1974), meliputi tahapan define, design, develop, disseminate. Teknik pengambilan data melaluiModel pengembangan yang digunakan adalah 4-D oleh (Thiagarajan 1974), meliputi tahapan define, design, develop, disseminate. Teknik pengambilan data melalui
UNESAUNESA Teknik analisis data menggunakan Uji-T Sampel berpasangan dan Uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji normalitas menunjukkan bahwa dataTeknik analisis data menggunakan Uji-T Sampel berpasangan dan Uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data
UACUAC Temuan penelitian ini sejalan dengan teori internalisasi nilai dan penelitian sebelumnya, yang menekankan pentingnya metode pengajaran yang melibatkanTemuan penelitian ini sejalan dengan teori internalisasi nilai dan penelitian sebelumnya, yang menekankan pentingnya metode pengajaran yang melibatkan
Useful /
UnijoyoUnijoyo Pembelajaran matematika sangat bergantung pada cara guru mengajar siswa. Guru perlu menggunakan strategi, metode, dan media yang tepat agar siswa merasaPembelajaran matematika sangat bergantung pada cara guru mengajar siswa. Guru perlu menggunakan strategi, metode, dan media yang tepat agar siswa merasa
UnijoyoUnijoyo Hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan untuk tujuan penelitian. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa kecemasanHasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan untuk tujuan penelitian. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa kecemasan
UnijoyoUnijoyo From the WHO study estimated 20-60 percent of abortions in Indonesia is intentional abortion (induced abortion), because some of the underlying reasons.From the WHO study estimated 20-60 percent of abortions in Indonesia is intentional abortion (induced abortion), because some of the underlying reasons.
YAYASANBHZYAYASANBHZ Penggunaan media ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi.Penggunaan media ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi.