UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Penerapan Digital Governance melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Pekanbaru bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam layanan administrasi kependudukan. Penelitian ini mengidentifikasi pelaksanaan IKD dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, sebagian masyarakat masih kurang memahami urgensi penggunaan IKD karena ketergantungan pada KTP fisik. Diperlukan sosialisasi yang lebih baik dan pengembangan regulasi untuk mendukung penerapan IKD.

Pelaksanaan Digital Governance melalui implementasi Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Pekanbaru menunjukkan perkembangan yang signifikan namun masih menghadapi berbagai tantangan substansial.Sejak diluncurkan pada Desember 2022, jumlah pengguna IKD telah mencapai 103.697 jiwa atau 12,99% dari total wajib KTP, masih di bawah target nasional sebesar 25%.Penelitian mengungkapkan bahwa efektivitas implementasi IKD terhambat oleh keterbatasan sosialisasi komprehensif, kesenjangan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital masyarakat, dan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi.Meskipun sistem telah menerapkan enkripsi lanjutan dan autentikasi berbasis QR Code dinamis, kepercayaan publik terhadap keamanan data masih rendah.Integrasi dengan layanan lain masih dalam tahap awal, dengan Bank BNI sebagai pionir yang telah mengadopsi IKD untuk verifikasi identitas nasabah.Strategi peningkatan implementasi memerlukan pendekatan komprehensif yang meliputi penguatan sosialisasi di seluruh kelurahan, peningkatan infrastruktur teknologi khususnya di wilayah dengan penetrasi internet rendah, memperluas integrasi dengan berbagai layanan publik dan swasta, serta memperkuat keamanan dan privasi data melalui regulasi yang lebih ketat dan teknologi mutakhir.Keberhasilan IKD di Kota Pekanbaru bergantung pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengadopsi transformasi digital pada layanan administrasi kependudukan, yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya digital governance yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efektivitas implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Pekanbaru, diperlukan strategi sosialisasi yang lebih intensif dan terarah. Sosialisasi dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti media massa, sosial media, dan juga melalui kegiatan-kegiatan komunitas di tingkat kelurahan. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan teknologi. Pemerintah dapat bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan komunitas teknologi untuk menyelenggarakan pelatihan dan workshop tentang penggunaan IKD. Selain itu, penting juga untuk memperkuat infrastruktur teknologi, terutama di wilayah dengan akses internet terbatas. Pemerintah dapat bekerja sama dengan provider internet untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas koneksi internet di seluruh kota. Terakhir, perlu ada upaya untuk memperluas integrasi IKD dengan berbagai layanan publik dan swasta, seperti perbankan, transportasi, dan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari penggunaan IKD dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

  1. Why is the Application Programming Interface the backbone of a Smart City? - IOPscience. application... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1783/1/012029Why is the Application Programming Interface the backbone of a Smart City IOPscience application iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1783 1 012029
Read online
File size386.11 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test