UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Kepemimpinan (leadership) merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam konteks politik, gaya kepemimpinan merujuk pada cara seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi masyarakat agar mengikuti pemimpin tersebut. Gaya kepemimpinan politik seorang pemimpin dapat dilihat melalui cara komunikasinya pada masyarakat, keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, hingga kebijakan yang dihasilkan. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat . Metode penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, penyebaran angket/kuesioner, serta dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh di lapangan akan dianalisis dengan uji korelasi product moment, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS 22. Berdasarkan hasil analisis uji statistik yang telah peneliti lakukan, maka hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dan korelasi yang kuat antara kedua variabel yakni gaya kepemimpinan politik terhadap efektivitas program kerja dengan memperoleh thitung sebesar 5,2679. Maka dari itu berdasarkan hipotesis yang telah ditetapkan, thitung 5,2679 dengan ttabel 2,002 berdasarkan ketentuan uji dua arah taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian thitung 5,2679 ≥ ttabel 2,002 mengindikasikan bahwa hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan Politik terhadap Efektivitas Program Kerja. Pengaruh positif yang kuat ini didukung oleh dimensi kepemimpinan transformasional yakni kharisma, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual yang berfungsi sebagai katalisator (orang yang mempercepat perubahan atau kemajuan) inovasi dalam mengoptimalkan efektivitas program kerja oleh Bobby Nasution sebagai Walikota Medan.

Penelitian ini menemukan adanya hubungan korelasi yang kuat (r_hitung = 0,6013) dan pengaruh signifikan (t_hitung = 5,2679) antara gaya kepemimpinan politik dengan efektivitas program kerja Bobby Nasution sebagai Walikota Medan.Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, mengkonfirmasi pengaruh positif dan kausal dari gaya kepemimpinan terhadap efektivitas program.Pengaruh kuat ini didukung oleh dimensi kepemimpinan transformasional seperti kharisma, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual, yang mendorong komitmen dan inovasi untuk meningkatkan efektivitas program kerja.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus untuk mendalami bagaimana persepsi masyarakat Kota Medan mengenai keterlibatan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam konteks program-program prioritas. Penting untuk mengetahui apakah perbedaan antara harapan masyarakat dan pengalaman nyata mereka dalam berpartisipasi mempengaruhi tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Walikota. Studi kualitatif mendalam, mungkin melalui wawancara dan fokus grup di berbagai kecamatan, dapat mengungkap akar permasalahan mengapa masyarakat merasa kurang dilibatkan, meskipun gaya kepemimpinan cenderung transformasional. Selain itu, sebuah penelitian komprehensif diperlukan untuk menganalisis secara spesifik implementasi dan dampak jangka panjang dari program-program infrastruktur yang dianggap gagal atau belum optimal, seperti proyek lampu jalan atau penanganan banjir. Ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor penghambat keberhasilan dan merumuskan strategi perbaikan yang lebih tepat sasaran, bukan hanya dari sudut pandang pemerintah, tetapi juga dari perspektif warga yang merasakan langsung manfaat atau dampaknya. Terakhir, bagaimana peran komunikasi dan personal branding pemimpin politik, seperti yang dimiliki Bobby Nasution, berinteraksi dengan isu-isu nyata di lapangan, seperti kegagalan program atau kritik masyarakat, dalam membentuk opini publik dan mendorong partisipasi politik dapat menjadi area studi yang menarik. Memahami dinamika ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana pemimpin dapat menjaga relevansi dan legitimasi di mata publik di tengah tantangan dan ekspektasi yang tinggi.

  1. KAJIAN YURIDIS PERPANJANGAN JABATAN PRESIDEN DI INDONESIA | Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of... bureaucracy.gapenas-publisher.org/index.php/home/article/view/121KAJIAN YURIDIS PERPANJANGAN JABATAN PRESIDEN DI INDONESIA Bureaucracy Journal Indonesia Journal of bureaucracy gapenas publisher index php home article view 121
  2. Pengaruh Pengetahuan Politik Terhadap Partisipasi Mahasiswa PPKn Universitas Negeri Medan pada Pemilu... rayyanjurnal.com/index.php/motekar/article/view/4100Pengaruh Pengetahuan Politik Terhadap Partisipasi Mahasiswa PPKn Universitas Negeri Medan pada Pemilu rayyanjurnal index php motekar article view 4100
  3. Analisis Tingkat Pendidikan Dalam Menentukan Pilihan Politik pada Pemilihan Umum Presiden 2024 di Desa... rayyanjurnal.com/index.php/ar-rumman/article/view/4310Analisis Tingkat Pendidikan Dalam Menentukan Pilihan Politik pada Pemilihan Umum Presiden 2024 di Desa rayyanjurnal index php ar rumman article view 4310
  4. Gerakan Partai Keadilan Sejahtera dalam Menumbuhkan Partisipasi Politik Generasi Millenial Kota Kisaran... mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehss/article/view/136Gerakan Partai Keadilan Sejahtera dalam Menumbuhkan Partisipasi Politik Generasi Millenial Kota Kisaran mahesainstitute ojs2 index php jehss article view 136
Read online
File size495.76 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test