IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI

IREELL: Indonesian Review of English Education, Linguistics, and LiteratureIREELL: Indonesian Review of English Education, Linguistics, and Literature

Platform digital secara signifikan memperluas akses terhadap input Bahasa Inggris autentik, namun potensi pedagogis fungsi ujaran dalam monolog motivasional YouTube masih belum banyak diteliti. Penelitian ini menyelidiki jenis dan distribusi fungsi ujaran pada video YouTube TheWizardLiz serta mengkaji implikasinya terhadap pengembangan keterampilan berbicara pada konteks EFL. Dengan desain kualitatif deskriptif, data diambil dari tiga video yang dipilih secara purposif dan dilengkapi dengan wawancara semi‑terstruktur terhadap empat mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Fungsi ujaran diklasifikasikan menggunakan kerangka Holmes (2013) dan dikaitkan dengan teori tindak tutur Austin (1962) serta Searle (1979). Sebanyak 166 ujaran teridentifikasi dalam empat kategori fungsional: direktif (81; 48,8 %), referensial (41; 24,7 %), ekspresif (36; 21,7 %), dan fatik (8; 4,8 %). Fungsi metalinguistik dan puitik tidak muncul. Dominasi fungsi direktif mencerminkan tujuan retoris genre motivasional untuk mengubah perilaku. Secara pedagogis, paparan terhadap fungsi-fungsi ujaran ini mendukung kesadaran pragmatik, pengembangan public speaking, dan peningkatan kepercayaan komunikatif siswa. Penelitian ini menawarkan aplikasi kelas konkret berupa tugas identifikasi fungsi ujaran, latihan imitasi, dan kegiatan role‑play berbasis pendekatan berbasis genre.

Penelitian ini menganalisis fungsi ujaran dalam tiga video YouTube TheWizardLiz dan mengidentifikasi empat kategori fungsional—direktif (48,8 %), referensial (24,7 %), ekspresif (21,7 %), dan fatik (4,8 %)—sementara fungsi metalinguistik dan puitik tidak ditemukan.Dominasi fungsi direktif mencerminkan tujuan retoris genre motivasional untuk mengubah perilaku, dan kehadiran fungsi ekspresif serta referensial memperkaya paparan belajar terhadap wacana Inggris yang emosional dan terstruktur.Secara pedagogis, monolog motivasional YouTube dapat dijadikan bahan autentik untuk meningkatkan kesadaran pragmatik, kemampuan berbicara publik, dan kepercayaan komunikatif melalui kegiatan berbasis genre seperti identifikasi fungsi ujaran, praktik imitasi, dan produksi monolog motivasional.penelitian selanjutnya perlu memperluas korpus, membandingkan genre, serta menguji efektivitas instruksi berbasis fungsi ujaran secara eksperimental.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi apakah variasi fungsi ujaran dalam video motivasional dari berbagai pembicara (bukan hanya TheWizardLiz) berpengaruh terhadap tingkat motivasi dan perubahan perilaku belajar mahasiswa EFL, dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang membandingkan dampak fungsi direktif versus fungsi ekspresif pada motivasi belajar. Selain itu, diperlukan desain eksperimen terkontrol yang membandingkan efek penggunaan video motivasional dengan distribusi fungsi ujaran yang berbeda (misalnya tinggi direktif vs tinggi ekspresif) terhadap peningkatan kemampuan berbicara publik, sehingga dapat mengukur secara kuantitatif kontribusi masing‑masing fungsi terhadap keterampilan berbicara. Selanjutnya, dapat dikembangkan platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang secara otomatis mengidentifikasi fungsi ujaran dalam video YouTube dan menyediakan latihan interaktif, untuk menilai dampaknya terhadap kesadaran pragmatik, kepercayaan diri, dan hasil belajar siswa dalam konteks EFL.

Read online
File size242.56 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test