DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesEra digital telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan mengekspresikan eksistensinya. Media sosial seperti TikTok dan YouTube menjadi ruang utama bagi individu untuk membangun identitas digital mereka, sering kali mengutamakan engagement dan keuntungan ekonomi dibandingkan pertimbangan etis. Berdasarkan perspektif filsafat Budi Hardiman, tulisan ini mengkaji bagaimana eksistensi digital tidak hanya memengaruhi identitas manusia, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku mereka secara fundamental. Konsep Homo Digitalis menunjukkan bagaimana manusia kini semakin dikendalikan oleh teknologi, bukan sekadar menggunakannya. Fenomena “apapun demi konten dalam kasus tren mengemis online & eksploitasi anak mencerminkan ketergantungan berlebihan pada teknologi digital untuk meraih popularitas dan keuntungan, yang seringkali tanpa disadari mengabaikan aspek etis dan sosial. Melalui empat strategi penataan komunikasi digital oleh Budi Hardiman, diharapkan media sosial tidak hanya menjadi alat hiburan dan monetisasi, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih baik.
Perkembangan digital, dengan konsep Homo Digitalis Budi Hardiman, telah melahirkan fenomena apapun demi konten yang mengikis etika demi popularitas dan keuntungan, seperti terlihat pada kasus eksploitasi anak dan mengemis online.Kondisi ini menuntut kesadaran etis dan reflektif dalam berteknologi, sebagaimana ditekankan oleh Aristoteles tentang keputusan moral dan Heidegger mengenai bahaya pemikiran mekanis.Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup regulasi hukum, moralisasi etika digital, solidaritas masyarakat, dan kepemimpinan pluralis untuk menciptakan ruang digital yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab.
Untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan etika di era digital, penelitian lanjutan dapat menyoroti beberapa aspek krusial yang belum dieksplorasi secara empiris atau mendalam dalam kajian ini. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi empiris yang mengkaji secara spesifik efektivitas implementasi empat strategi penataan komunikasi digital yang diusulkan oleh Budi Hardiman, yaitu juridifikasi, moralisasi, solidarisasi, dan kepemimpinan pluralis, dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini dapat mengukur bagaimana penerapan strategi-strategi tersebut secara konkret berkontribusi pada perubahan perilaku kreator dan konsumen konten, serta sejauh mana dampaknya dalam mengurangi tren apapun demi konten yang tidak etis di berbagai platform media sosial. Kedua, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai dampak psikologis dan sosiologis jangka panjang terhadap individu yang menjadi Homo Digitalis atau Homo Brutalis. Studi ini bisa fokus pada perubahan pola pikir, identitas diri, dan kapasitas penalaran moral yang terjadi akibat ketergantungan berlebihan pada algoritma dan dorongan untuk selalu eksis melalui interaksi digital. Dengan demikian, kita dapat memahami lebih baik bagaimana transformasi ini memengaruhi kesejahteraan mental dan perkembangan etika personal. Ketiga, mengingat bahwa fenomena apapun demi konten juga didorong oleh motivasi ekonomi dan sosial, penelitian selanjutnya dapat menggali faktor-faktor sosio-ekonomi dan budaya yang lebih spesifik di Indonesia. Misalnya, bagaimana tekanan ekonomi, norma sosial, atau aspirasi terhadap popularitas digital memengaruhi keputusan individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam praktik konten yang kontroversial. Analisis ini dapat memberikan wawasan mengenai akar masalah yang lebih dalam, sehingga solusi yang dirumuskan menjadi lebih kontekstual dan berkelanjutan. Melalui pendekatan-pendekatan ini, diharapkan dapat terbentuk kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, etis, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
| File size | 302.16 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIQHIAIQH Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak isu globalisasi terhadap bangsa dan karakter Indonesia, serta peran pendidikan kewarganegaraan. PenelitianArtikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak isu globalisasi terhadap bangsa dan karakter Indonesia, serta peran pendidikan kewarganegaraan. Penelitian
UNDIKSHAUNDIKSHA Adab publik di Indonesia mengalami dekadensi seiring dengan pengaruh globalisasi terhadap berbagai aspek kehidupan, yang menyebabkan krisis kedirian publikAdab publik di Indonesia mengalami dekadensi seiring dengan pengaruh globalisasi terhadap berbagai aspek kehidupan, yang menyebabkan krisis kedirian publik
UNDIKSHAUNDIKSHA Teori belajar yang relevan diterapkan dalam pembelajaran PKn MI, yaitu: teori belajar behaviorisme, konstruktivisme, kognitivisme dan humanisme. PendidikanTeori belajar yang relevan diterapkan dalam pembelajaran PKn MI, yaitu: teori belajar behaviorisme, konstruktivisme, kognitivisme dan humanisme. Pendidikan
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian ini menganalisis penyebab munculnya permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terkait pudarnya rasa cinta tanah air, dengan harapanPenelitian ini menganalisis penyebab munculnya permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terkait pudarnya rasa cinta tanah air, dengan harapan
UNDIKSHAUNDIKSHA Ide dasar perkembangan moral ditinjau dari tingkah laku meliputi bagaimana seharusnya siswa berperilaku dalam situasi moral. Melalui pendidikan kewarganegaraan,Ide dasar perkembangan moral ditinjau dari tingkah laku meliputi bagaimana seharusnya siswa berperilaku dalam situasi moral. Melalui pendidikan kewarganegaraan,
UNDIKSHAUNDIKSHA 2) sarana tradisi ini adalah pajegan, telur, batang pohon pisang, dan bambu. Sedangkan prasarananya diselenggarakan di luar atau di dalam masjid/mushalla.2) sarana tradisi ini adalah pajegan, telur, batang pohon pisang, dan bambu. Sedangkan prasarananya diselenggarakan di luar atau di dalam masjid/mushalla.
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Metode pelaksanaan yang mencakup observasi lokasi, konsolidasi dengan masyarakat, perencanaan kegiatan, dan evaluasi acara terbukti efektif dalam mencapaiMetode pelaksanaan yang mencakup observasi lokasi, konsolidasi dengan masyarakat, perencanaan kegiatan, dan evaluasi acara terbukti efektif dalam mencapai
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penekanan pada penggambaran gambaran program sekolah yang dilaksanakan. KesimpulanMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penekanan pada penggambaran gambaran program sekolah yang dilaksanakan. Kesimpulan
Useful /
UNTANUNTAN Penelitian ini mengimplementasikan prosedur tiga tahap yang meliputi evaluasi kurikulum, analisis kebutuhan, dan rekonstruksi, bertujuan untuk menyesuaikanPenelitian ini mengimplementasikan prosedur tiga tahap yang meliputi evaluasi kurikulum, analisis kebutuhan, dan rekonstruksi, bertujuan untuk menyesuaikan
IWIIWI Pemegang izin konsesi perlu mempertahankan tinggi muka air gambut maksimal 40 cm dan membuat sekat kanal mengikuti kontur lahan. Dukungan stakeholder kepadaPemegang izin konsesi perlu mempertahankan tinggi muka air gambut maksimal 40 cm dan membuat sekat kanal mengikuti kontur lahan. Dukungan stakeholder kepada
IWIIWI Evaluasi manajemen merupakan unsur yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki, nilai 5,02 yang paling rendah terutama pada aspek fasilitas umum. PengajarEvaluasi manajemen merupakan unsur yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki, nilai 5,02 yang paling rendah terutama pada aspek fasilitas umum. Pengajar
DWCUDWCU Fenomena gaya hidup sedentari semakin meluas di kalangan Generasi Alpha, dipicu oleh penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Generasi ini tumbuhFenomena gaya hidup sedentari semakin meluas di kalangan Generasi Alpha, dipicu oleh penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Generasi ini tumbuh