AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL

Journal of New Trends in SciencesJournal of New Trends in Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut tubuh terhadap gaya propulsi, drag coefficient, dan performa renang gaya bebas menggunakan pendekatan biomekanika. Efisiensi gerakan dalam renang berperan penting dalam meningkatkan performa atlet. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuantitatif dengan subjek atlet renang tingkat universitas atau klub yang memiliki pengalaman latihan minimal tiga tahun. Subjek dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria sehat, terbiasa dengan teknik gaya bebas, serta bersedia mengikuti prosedur penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi motion capture 3D untuk merekam sudut tubuh dan koordinasi gerakan, sensor gaya untuk mengukur gaya propulsi dan drag coefficient, serta sistem pencatat waktu untuk menghitung kecepatan rata-rata. Variasi sudut tubuh yang diuji adalah 0°, 15°, dan 30°, masing-masing dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan rata-rata, standar deviasi, dan distribusi data, serta statistik komparatif (ANOVA atau uji t berpasangan) untuk membandingkan performa antar variasi sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut tubuh 15° memberikan performa optimal, dengan peningkatan kecepatan rata-rata dan efisiensi propulsi dibandingkan dengan sudut tubuh 0° dan 30°. Temuan ini menegaskan bahwa pengaturan sudut tubuh berperan penting dalam mengurangi hambatan air dan meningkatkan dorongan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sudut tubuh 15° adalah posisi ideal untuk meningkatkan performa renang gaya bebas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi sudut tubuh memiliki pengaruh signifikan terhadap performa renang gaya bebas, khususnya pada aspek kecepatan rata-rata, gaya propulsi, dan drag coefficient.Hasil analisis mengindikasikan bahwa sudut tubuh 15° memberikan performa paling optimal, dengan kecepatan rata-rata lebih tinggi serta efisiensi propulsi yang lebih baik dibandingkan dengan sudut tubuh 0° maupun 30°.Kondisi ini menegaskan pentingnya pengaturan sudut tubuh dalam teknik renang untuk meminimalkan hambatan air dan memaksimalkan daya dorong.Selain itu, penerapan metode biomekanika dengan bantuan motion capture 3D dan sensor gaya terbukti mampu memberikan data yang akurat dan mendalam mengenai gerakan atlet.Hal ini tidak hanya memperkaya pemahaman mengenai teknik renang, tetapi juga berpotensi menjadi dasar untuk merancang program latihan yang lebih terukur dan berbasis ilmiah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas jumlah subjek, mengeksplorasi variasi gaya renang lain, dan mengintegrasikan data fisiologis untuk hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, pengembangan teknologi motion capture dan analisis gaya perlu terus dilakukan agar lebih portabel dan dapat digunakan secara praktis dalam lingkungan pelatihan sehari-hari. Dengan demikian, atlet dan pelatih dapat memanfaatkan teknologi analisis biomekanika untuk memberikan umpan balik yang lebih objektif dalam memperbaiki teknik atlet dan meningkatkan performa renang secara keseluruhan.

  1. The Effect of Concurrent Resistance Training on Upper Body Strength, Sprint Swimming Performance and... doi.org/10.3390/ijerph181910261The Effect of Concurrent Resistance Training on Upper Body Strength Sprint Swimming Performance and doi 10 3390 ijerph181910261
  2. 0. re sorry cbypt app doesn work properly javascript enabled please enable continue doi.org/10.11776/j.issn.1000-4939.2023.02.0240 re sorry cbypt app doesn work properly javascript enabled please enable continue doi 10 11776 j issn 1000 4939 2023 02 024
  3. Analisis Biomekanika Gerakan Atlet Renang untuk Optimalisasi Latihan | Journal of New Trends in Sciences.... doi.org/10.59031/jnts.v3i1.749Analisis Biomekanika Gerakan Atlet Renang untuk Optimalisasi Latihan Journal of New Trends in Sciences doi 10 59031 jnts v3i1 749
Read online
File size494.02 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test