POMPOM
Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyResorsinol sering disalahgunakan dalam kosmetik sebagai obat jerawat. Sesuai peraturan BPOM Resorsinol hanya diperbolehkan untuk sediaan pewarna rambut, losion rambut dan sampo. Untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian BPOM dalam rangka pengawasan post market kosmetik yang beredar di Indonesia dibutuhkan baku pembanding dan metode analisis Resorsinol. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan .
Bahan baku Resorsinol memenuhi syarat karakterisasi dan kemurnian sebagai calon baku pembanding dan dapat digunakan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif.Karakterisasi secara spektrofotometri inframerah dan KCKT-DAD membuktikan bahwa bahan baku adalah Resorsinol.Uji kemurnian secara KLT dan KCKT menunjukkan bahan memiliki kemurnian yang tinggi.Kemurnian secara DSC sebesar 99,05% dan titik lebur 109,41°C.Bahan baku dinyatakan homogen dengan Fhitung < Ftabel yaitu sebesar 1,20 < 3,02.Kadar calon baku pembanding Resorsinol adalah 99,28% dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.Metode analisis penetapan kadar Resorsinol dalam bahan baku secara KCKT-DAD memenuhi syarat kriteria keberterimaan semua parameter validasi seperti selektivitas/spesifisitas, akurasi, presisi, linearitas, dan ripitabilitas.Batas deteksi dan kuantifikasi metode secara berurutan adalah 0,11 dan 0,34 µg/mL.Metode analisis yang dikembangkan akurat, handal, dan valid sehingga dapat diaplikasikan untuk penetapan kadar Resorsinol dalam bahan baku secara KCKT-DAD.
Untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian BPOM dalam pengawasan kosmetik, penelitian ini mengembangkan baku pembanding dan metode analisis Resorsinol. Saran penelitian lanjutan adalah: (1) Mengembangkan metode analisis yang lebih sensitif dan spesifik untuk mendeteksi Resorsinol dalam kosmetik, terutama dalam konsentrasi rendah. (2) Meneliti efek toksikologi Resorsinol pada kulit dan sistem tubuh lainnya, serta mengembangkan metode analisis yang dapat mengukur kadar Resorsinol dalam tubuh manusia. (3) Mengkaji lebih lanjut tentang penggunaan Resorsinol dalam sediaan kosmetik selain yang diizinkan, dan mengembangkan metode analisis untuk mendeteksi Resorsinol dalam produk-produk tersebut.
| File size | 1.2 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA 0 menunjukkan bahwa baik efek push maupun pull secara signifikan dan positif memengaruhi niat beralih, dengan efek pull menjadi faktor dominan. Namun,0 menunjukkan bahwa baik efek push maupun pull secara signifikan dan positif memengaruhi niat beralih, dengan efek pull menjadi faktor dominan. Namun,
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Budaya kerja, yang ditandai dengan disiplin, kerja tim, dan integritas, juga memperkuat kepuasan karyawan dengan menciptakan iklim organisasi yang positifBudaya kerja, yang ditandai dengan disiplin, kerja tim, dan integritas, juga memperkuat kepuasan karyawan dengan menciptakan iklim organisasi yang positif
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) dalam mengendalikan volume impor tekstil di Indonesia serta memeriksaPenelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) dalam mengendalikan volume impor tekstil di Indonesia serta memeriksa
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Kelangsungan dan efektivitas jangka panjangnya sangat bergantung pada sinkronisasi sistem digital antara departemen, pembangunan kapasitas sumber dayaKelangsungan dan efektivitas jangka panjangnya sangat bergantung pada sinkronisasi sistem digital antara departemen, pembangunan kapasitas sumber daya
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Penerapan algoritma K‑Nearest Neighbor (KNN) pada sistem klasifikasi kepuasan pelanggan di A2 Collection Sei Silau Timur dapat memberikan solusi efektifPenerapan algoritma K‑Nearest Neighbor (KNN) pada sistem klasifikasi kepuasan pelanggan di A2 Collection Sei Silau Timur dapat memberikan solusi efektif
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Selain R(I), disarankan untuk menggunakan metrik lainnya seperti Silhouette Score, Adjusted Rand Index (ARI), Davies-Bouldin Index, atau Normalized MutualSelain R(I), disarankan untuk menggunakan metrik lainnya seperti Silhouette Score, Adjusted Rand Index (ARI), Davies-Bouldin Index, atau Normalized Mutual
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Literatur dikumpulkan dari tiga basis data akademik, yaitu Scopus, ScienceDirect, dan IEEE Xplore, yang mencakup publikasi antara tahun 2019 dan 2025.Literatur dikumpulkan dari tiga basis data akademik, yaitu Scopus, ScienceDirect, dan IEEE Xplore, yang mencakup publikasi antara tahun 2019 dan 2025.
LEMBAGA KITALEMBAGA KITA Sintesis juga mengidentifikasi Generasi Z sebagai penggerak kunci transisi ini, karena harapan akan personalisasi, transparansi, dan keberlanjutan kiniSintesis juga mengidentifikasi Generasi Z sebagai penggerak kunci transisi ini, karena harapan akan personalisasi, transparansi, dan keberlanjutan kini
Useful /
POMPOM Selama tahun 2019-2021 terjadi kenaikan jumlah permintaan pengujian contoh madu oleh pelaku usaha di laboratorium pengujian kimia pangan di Balai POM Jambi.Selama tahun 2019-2021 terjadi kenaikan jumlah permintaan pengujian contoh madu oleh pelaku usaha di laboratorium pengujian kimia pangan di Balai POM Jambi.
POMPOM Dalam melakukan pengujian tersebut diperlukan suatu metode uji yang cepat, tepat, akurat, valid, dan efisien. Penelitian penetapan kadar Lapatinib distosylateDalam melakukan pengujian tersebut diperlukan suatu metode uji yang cepat, tepat, akurat, valid, dan efisien. Penelitian penetapan kadar Lapatinib distosylate
UNILAUNILA Pada periode pertama, hujan maksimum berkisar antara 98,6 hingga 176,3 mm, sedangkan pada periode kedua fluktuasi berkisar antara 67,6 hingga 190 mm. AnalisisPada periode pertama, hujan maksimum berkisar antara 98,6 hingga 176,3 mm, sedangkan pada periode kedua fluktuasi berkisar antara 67,6 hingga 190 mm. Analisis
UNILAUNILA Gejala kelelahan yang umum diderita oleh pekerja berada dalam kategori dimensi fisik, seperti pada sub-dimensi kelelahan umum, kelelahan kronis, dan gangguanGejala kelelahan yang umum diderita oleh pekerja berada dalam kategori dimensi fisik, seperti pada sub-dimensi kelelahan umum, kelelahan kronis, dan gangguan