UNILAUNILA

Jurnal Sylva LestariJurnal Sylva Lestari

Sub DAS Jemelak terletak dekat dengan pertemuan dua sungai besar, yaitu Kapuas dan Melawi. Oleh karena itu, lokasi ini menghadapi masalah lingkungan seperti banjir. Untuk menghindari kerusakan yang mungkin terjadi, informasi tentang debit puncak menjadi sangat penting, terutama dalam menghitung struktur drainase. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi debit puncak di daerah ini menggunakan metode rasional. Data hujan harian maksimum dari tahun 1998 hingga 2017 dibagi menjadi dua periode sepuluh tahun dan dianalisis. Pada periode pertama, hujan maksimum berkisar antara 98,6 hingga 176,3 mm, sedangkan pada periode kedua fluktuasi berkisar antara 67,6 hingga 190 mm. Analisis tutupan lahan menggambarkan bahwa 43,97% hutan rawa sekunder berubah menjadi semak dan semak rawa pada periode pertama. Selain itu, sekitar 800,71 ha hutan rawa sekunder berubah menjadi 582,80 ha lahan gundul, 181,04 ha perkebunan, dan 36,88 ha semak rawa pada periode kedua. Sekitar 95,15% semak juga berubah menjadi lahan pertanian bercampur semak pada periode kedua. Hasil menunjukkan bahwa perubahan hujan harian maksimum dan tutupan lahan secara bersamaan mempengaruhi peningkatan debit puncak sekitar 2,53% pada periode pertama dan 28,30% pada periode kedua. Jika debit puncak melebihi kapasitas sungai, maka banjir lokal akan terjadi di sepanjang tepi sungai.

Data hujan harian maksimum dari tahun 1998 hingga 2017 dibagi menjadi dua periode sepuluh tahun dan dianalisis.Hasil menunjukkan bahwa hujan maksimum pada periode pertama berkisar antara 98,6 hingga 176,3 mm, sedangkan pada periode kedua fluktuasi berkisar antara 67,6 hingga 190 mm.Analisis tutupan lahan menggambarkan bahwa 43,97% hutan rawa sekunder berubah menjadi semak dan semak rawa pada periode pertama.Selain itu, sekitar 800,71 ha hutan rawa sekunder berubah menjadi 582,80 ha lahan gundul, 181,04 ha perkebunan, dan 36,88 ha semak rawa pada periode kedua.Sekitar 95,15% semak juga berubah menjadi lahan pertanian bercampur semak pada periode kedua.Perubahan hujan harian maksimum dan tutupan lahan secara bersamaan mempengaruhi peningkatan debit puncak.Debit puncak di Sub DAS Jemelak meningkat, terutama pada sepuluh tahun terakhir.Peningkatan debit puncak sekitar 2,53% pada periode pertama dan 28,30% pada periode kedua.Jika debit puncak melebihi kapasitas sungai, maka banjir lokal akan terjadi di sepanjang tepi sungai.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang dampak perubahan tutupan lahan terhadap debit puncak dan banjir lokal. Kedua, studi tentang dampak perubahan iklim pada pola curah hujan dan debit puncak dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam. Ketiga, penelitian tentang efektivitas metode rasional dalam memprediksi debit puncak di daerah-daerah dengan karakteristik yang berbeda dapat menjadi arah studi yang menarik.

  1. Fundamentals of Watershed Hydrology - Edwards - 2015 - Journal of Contemporary Water Research & Education... doi.org/10.1111/j.1936-704x.2015.03185.xFundamentals of Watershed Hydrology Edwards 2015 Journal of Contemporary Water Research Education doi 10 1111 j 1936 704x 2015 03185 x
  2. Sensitivity of river discharge to ENSO - Ward - 2010 - Geophysical Research Letters - Wiley Online Library.... doi.org/10.1029/2010GL043215Sensitivity of river discharge to ENSO Ward 2010 Geophysical Research Letters Wiley Online Library doi 10 1029 2010GL043215
  3. Spatial Patterns of Precipitation Change in CMIP5: Why the Rich Do Not Get Richer in the Tropics in:... doi.org/10.1175/JCLI-D-12-00543.1Spatial Patterns of Precipitation Change in CMIP5 Why the Rich Do Not Get Richer in the Tropics in doi 10 1175 JCLI D 12 00543 1
Read online
File size546.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test