POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Validasi metode penetapan kadar Lapatinib ditosylate penting dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian dalam rangka penguatan pengawasan obat yang beredar di wilayah Indonesia. Dalam melakukan pengujian tersebut diperlukan suatu metode uji yang cepat, tepat, akurat, valid, dan efisien. Penelitian penetapan kadar Lapatinib distosylate yang telah dilakukan sebelumnya umumnya menggunakan kolom C18, namun untuk efisiensi maka perlu juga dikembangkan suatu metode uji yang mampu menggunakan sumber daya yang ada di laboratorium, dimana dalam penelitian ini menggunakan jenis kolom yang berbeda, yaitu C8. Pada penelitian ini, pengembangan metode analisis penetapan kadar dilakukan pada bahan baku Lapatinib ditosylate menggunakan sistem Kromatografi Cair Kinerja Tinggi-Detektor Array Dioda (KCKT-DAD) yang dilengkapi dengan autosampler menggunakan kolom XBridge ® C8 (Waters); 250 x 4,6 mm i.d. 5 μm. Fase gerak isokratik terdiri dari pentane-1-sulfonic acid sodium salt 10 mM - asetonitril (65:35) dengan laju alir 0,6 mL/menit. Deteksi dilakukan pada panjang gelombang 222 nm. Validasi metode ditunjukkan dengan parameter uji: selektifitas, akurasi, presisi, linieritas, batas deteksi dan batas kuantifikasi. Metode penetapan kadar Lapatinib ditosylate secara KCKT- DAD menunjukkan waktu retensi 4,63 menit dengan hasil uji yang linier pada rentang konsentrasi 0,06 – 0,18 mg/mL dengan koefisien korelasi dan Vx0 berturut-turut 1,00000 dan 0,1%. Uji akurasi (% bias) diperoleh nilai sebesar 0,77% dan presisi (sistem, metode, dan intermediate) diperoleh kurang dari 2,0%. Batas deteksi dan kuantifikasi yang diperoleh secara berurutan yaitu 0,67 µg/mL dan 2,02 µg/mL. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode yang dikembangkan memberikan performa yang cepat, akurat, dan valid.

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa metode yang dikembangkan pada bahan baku Lapatinib memberikan performa yang cepat dengan waktu analisa yang pendek, akurat, dan memenuhi semua parameter validasi.Selain itu, pengembangan metode ini juga dapat meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pengujian dalam rangka penguatan pengawasan obat dan makanan yang beredar di Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi keefektifan metode KCKT‑DAD dengan kolom C8 pada bentuk sediaan akhir Lapatinib ditosylate, seperti tablet atau kapsul, untuk memastikan akurasi dan presisi pada matriks yang lebih kompleks. Selanjutnya, diperlukan perbandingan sistematis antara kolom C8 dan C18 dalam analisis Lapatinib ditosylate, guna menilai perbedaan waktu analisis, sensitivitas, dan biaya laboratorium, sehingga dapat dipilih kolom yang paling optimal untuk berbagai kondisi laboratorium. Selain itu, studi dapat diperluas untuk menguji validitas metode ini pada inhibitor tirosin kinase lain dengan struktur kimia serupa, seperti gefitinib atau erlotinib, untuk menilai kemampuan generalisasi metode dalam analisis obat antikanker. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki pengaruh variasi komposisi fase gerak, khususnya proporsi asetonitril, terhadap batas deteksi dan kuantifikasi, guna meningkatkan sensitivitas metode bagi konsentrasi yang lebih rendah.

  1. Lapatinib Ditosylate - Definition (v1) by National Cancer Institute | Qeios. lapatinib ditosylate definition... doi.org/10.32388/iaxws7Lapatinib Ditosylate Definition v1 by National Cancer Institute Qeios lapatinib ditosylate definition doi 10 32388 iaxws7
Read online
File size966.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test