POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Midwifery and Nursing ResearchMidwifery and Nursing Research

Latar belakang: Tingginya insiden pertumbuhan linear yang buruk atau yang dikenal sebagai stunting menjadi salah satu masalah gizi yang dialami balita di dunia. Target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting pada tahun 2024 adalah 14%, sedangkan pada tahun 2022 prevalensi stunting di Kabupaten Blora mencapai 25,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang memengaruhi kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian dengan desain case‑control analitik prediktif melibatkan 140 balita yang dipilih secara random sistematis, dibagi menjadi dua kelompok (kasus dan kontrol) masing‑masing berjumlah 70 balita. Status gizi dinilai menggunakan indikator panjang badan menurut usia (PB/U) atau tinggi badan menurut usia (TB/U) berdasarkan skor‑z WHO. Analisis chi‑square dan regresi logistik multivariat digunakan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan stunting. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa pemberian menyusui eksklusif, kondisi lantai rumah, sumber air bersih, merokok dalam keluarga, pendapatan keluarga, serta pola konsumsi daging/ikan/telur setiap hari berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,000). Pola konsumsi daging/ikan/telur setiap hari merupakan faktor risiko paling dominan; balita yang tidak mengonsumsi daging/ikan/telur setiap hari memiliki risiko stunting 4,41 kali lebih tinggi (95% CI = 1,372‑14,177). Kesimpulan: Konsumsi protein (daging, telur, ikan) setiap hari sangat diperlukan bagi balita untuk mencegah faktor risiko stunting.

Konsumsi protein (daging, telur, ikan) setiap hari sangat penting bagi balita untuk mencegah faktor risiko stunting.Pola konsumsi daging/ikan/telur harian merupakan faktor risiko dominan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting.Oleh karena itu, intervensi gizi yang menekankan asupan protein harian perlu diprioritaskan dalam upaya penurunan prevalensi stunting.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas makanan pelengkap yang difortifikasi dengan protein tinggi, seperti biskuit atau bubur berbahan dasar daging dan ikan, dalam mengurangi prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Blora, dengan desain uji coba terkontrol acak. Selain itu, studi intervensi yang memfokuskan pada penyediaan dan penggunaan teknologi penyaringan air bersih di rumah tangga berpendapatan rendah dapat menilai dampaknya terhadap penurunan kejadian stunting, sambil mengendalikan variabel ekonomi dan sanitasi. Selanjutnya, diperlukan penelitian kohort longitudinal untuk mengevaluasi pengaruh program penghentian merokok pada ibu hamil terhadap pertumbuhan anak hingga usia dua tahun, guna memahami kontribusi paparan asap rokok terhadap risiko stunting pada anak usia dini.

  1. Childhood stunting: a global perspective - Onis - 2016 - Maternal & Child Nutrition - Wiley Online... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/mcn.12231Childhood stunting a global perspective Onis 2016 Maternal Child Nutrition Wiley Online onlinelibrary wiley doi 10 1111 mcn 12231
  2. A review of child stunting determinants in Indonesia - Beal - 2018 - Maternal & Child Nutrition -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/mcn.12617A review of child stunting determinants in Indonesia Beal 2018 Maternal Child Nutrition onlinelibrary wiley doi 10 1111 mcn 12617
Read online
File size381.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test